MOMSMONEY.ID - Membuat konten di media sosial tidak selalu langsung mendapat banyak perhatian. Hal itu juga dialami Voice of Baceprot (VOB), grup musik metal asal Garut, Jawa Barat, yang beranggotakan tiga perempuan.
VOB mengunggah puluhan hingga ratusan video sebelum akhirnya salah satu konten mereka mulai ramai dan mendapat perhatian lebih luas.
Pengalaman tersebut dibagikan VOB dalam CIMB Niaga Kejar Mimpi FEST 2026 di Mall Senayan City, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Mereka menceritakan bagaimana proses membangun karya sudah dimulai sejak masih remaja.
Pada awal perjalanan, VOB rutin mengunggah video latihan musik ke Facebook dan YouTube. Dalam sejumlah video, para anggotanya bahkan masih mengenakan seragam sekolah.
Namun, perhatian dari media sosial tidak datang begitu saja. Mereka terus membuat dan mengunggah video sampai akhirnya salah satu konten mendapat respons yang lebih ramai.
Baca Juga: Cara Pakai AI biar Hasil Konten Terlihat Profesional, Dongkrak Produktivitas
“Setelah puluhan dan ratusan video yang di-upload, ada satu video yang rame,” ujar Firdda Marsya Kurnia vokalis VOB dalam Kejar Mimpi FEST 2026 di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Dari unggahan tersebut, karya VOB kemudian mulai dilirik lebih luas. Kesempatan untuk tampil di berbagai panggung pun datang setelah mereka menjalani proses bermusik selama bertahun-tahun.
Perjalanan itu juga tidak selalu mudah. Sebagai grup musik perempuan yang berasal dari lingkungan pedesaan, VOB menghadapi pandangan bahwa bermain musik dengan suara keras tidak sesuai bagi perempuan.
Meski begitu, rasa ingin tahu membuat mereka tetap melanjutkan kegiatan bermusik. Mereka ingin melihat apa yang akan terjadi jika band yang dibentuk sejak remaja tersebut terus dikembangkan.
“Awalnya didorong rasa ingin tahu aja sih, karena kami selalu bertanya-tanya memang apa sih yang akan terjadi kalau kami teruskan band ini,” katanya.
Dalam perjalanannya, VOB juga tidak terpaku pada satu gaya. Mereka sempat mencoba berbagai jenis musik, termasuk hip hop dan reggae, sebelum akhirnya menemukan gaya musik yang mereka tekuni.
Bagi VOB, mencoba berbagai hal menjadi bagian dari proses menemukan dan mengembangkan karya. Karena itu, mereka menilai keberanian untuk bereksplorasi juga penting bagi seseorang yang sedang membangun karya.
Baca Juga: Kenali Apa Itu Reset Routine Day, Konten Viral di Tiktok
“Harus berani eksplorasi,” ujarnya
Cerita VOB menunjukkan bahwa sebuah konten tidak selalu langsung ramai sejak awal. Di balik satu unggahan yang mendapat banyak perhatian, bisa ada puluhan atau bahkan ratusan karya yang dibuat sebelumnya.
Bagi kreator yang sedang membangun audiens, setiap unggahan juga bisa menjadi bagian dari proses mencoba. Respons yang muncul dapat membantu melihat pendekatan seperti apa yang cocok dengan karya dan audiens yang ingin dibangun.
Jadi, ketika sebuah konten belum ramai, prosesnya belum tentu berhenti di situ. Masih ada ruang untuk mencoba ide lain, mengeksplorasi bentuk baru, dan terus membuat karya berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News