MOMSMONEY.ID - Menjaga kesehatan perempuan dan anak tidak hanya soal fisik, tapi juga perlindungan dari kekerasan.
Hal ini yang mendorong PT Takeda Innovative Medicines Indonesia menghadirkan program Women at the Center (WAC) atau Perempuan Indonesia Hidup Tanpa Kekerasan (PIHAK).
Program PIHAK hadir untuk membantu perempuan dan anak perempuan yang menjadi penyintas kekerasan agar bisa mendapatkan layanan yang aman dan tepat.
Fokus utamanya adalah penguatan layanan manajemen kasus, sehingga setiap penyintas bisa mendapatkan pendampingan yang lebih terarah.
Takeda menjalankan program ini bersama United Nations Population Fund (UNFPA) di Indonesia, dengan melibatkan pemerintah, tenaga layanan, hingga komunitas lokal. Kolaborasi ini penting agar penanganan kasus tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung.
Program PIHAK menjadi salah satu inisiatif yang berkontribusi dalam raihan penghargaan di ajang PR Indonesia Awards 2026. Takeda meraih penghargaan Silver pada kategori Community-Based Development.
Lewat program ini, tenaga pendamping dan penyedia layanan juga dibekali peningkatan kapasitas agar lebih siap menangani kasus kekerasan, termasuk memahami kebutuhan penyintas secara menyeluruh.
Baca Juga: Literasi hingga Akses Pasar, Begini Cara Memperkuat UMKM Perempuan
Head of Public Affairs and Communications Takeda Revi Renita mengatakan, kemitraan menjadi kunci dalam memperkuat layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak.
“Bagi kami, ini mencerminkan pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan untuk mendukung prioritas kesehatan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis Jumat (27/3).
Program yang berjalan sejak 2023 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan dan perlindungan di berbagai daerah.
Perwakilan UNFPA di Indonesia Hassan Mohtashami menegaskan, akses layanan yang tepat sangat penting bagi penyintas.
“Program PIHAK adalah bukti nyata komitmen bersama untuk memperkuat sistem perlindungan dan meningkatkan akses layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia,” ujarnya.
Takeda sendiri merupakan perusahaan biofarmasi berbasis riset dari Jepang yang berfokus pada pengembangan dan penyediaan pengobatan inovatif di berbagai bidang.
Di Indonesia, Takeda telah hadir lebih dari 50 tahun sejak 1971 dan berkontribusi dalam peningkatan kesehatan melalui berbagai bidang, termasuk onkologi, gastroenterologi, penyakit langka, vaksin, serta perawatan kesehatan konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News