MOMSMONEY.ID - Googlebook menjanjikan perpaduan antara chrome, aplikasi Google Play, dan sistem operasi modern. Perangkat ini akan dilengkapi dengan asisten berbasis AI milik Google, Gemini.
Jessica Gorringe, pengamat gadget dari Trustedreviews.com, menyampaikan, Googlebook jadi perangkat pertama yang dirancang untuk Gemini Intelligence. Perusahaan melengkapi Googlebook dengan Magic Pointer yang dibangun dengan Google Deepmind.
Kursor ini menawarkan saran cepat dan kontekstual setiap kali Anda mengarahkan kursor ke layar. Anda dapat mengarahkan kursor ke tanggal dalam email untuk mengatur pertemuan atau memilih dua gambar berbeda dan langsung memvisualisasikannya.
Baca Juga: Bikin Android Keringat Dingin, Baterai iPhone 17 Dukung Pemutaran Video 30 Jam
Googlebook juga memungkinkan untuk mengakses aplikasi dari ponsel Android yang kompatibel langsung ke laptop. Selain itu, Anda juga dapat mengakses file di ponsel melalui Googlebook.
Google mengatakan bahwa pengguna bisa melihat, mencari, atau menyisipkan file ponsel di laptop tanpa perlu mentransfer file. Sebagai perbandingan, untuk mengakses file dari ponsel Android ke Chromebook biasanya pengguna harus menggunakan koneksi USB antara kedua perangkat atau menggunakan Google Drive.
Googlebook memudahkan pengguna saat membuat widget khusus
Fitur baru lain yang didukung Gemini adalah buat widget, sebuah alat untuk membuat widget yang dipersonalisasi berdasarkan permintaan pengguna. Chromebook tidak menawarkan cara bawaan untuk membuat dan menambahkan widget khusus ke layar beranda
Hal pertama yang perlu diperhatikan tentang Googlebook adalah konstruksi aluminiumnya yang elegan. Tidak seperti Chromebook lama yang sering mengutamakan harga terjangkau, Googlebook terasa premium.
Sasisnya ramping, bersih, dan ringan dengan berat sekitar tiga pon. Tepiannya halus dan minimalis, memberikan laptop estetika yang elegan yang menyerupai perpaduan antara perangkat pixel dan ultrabook modern.
Bawa fitur unggulan Glowbar & App Casting
Terletak elegan di sepanjang sasis, strip bercahaya ini memiliki fungsi lebih dari sekadar dekorasi. Ia mengomunikasikan aktivitas sistem secara real-time melalui denyutan warna halus dan animasi pencahayaan.
Panggilan masuk, status pengisian daya, tugas pemrosesan Gemini, dan notifikasi menghasilkan perilaku pencahayaan yang berbeda. Alih-alih memaksa pengguna untuk terus-menerus membuka tutup laptop, Glowbar menciptakan kesadaran pasif dengan cara yang sangat bermanfaat.
Google juga melengkapi perangkat ini dengan fitur konektivitas premium termasuk port Thunderbolt 5, dukungan WiFi 7, dan sinkronisasi nirkabel ultra cepat dengan ponsel android.
Salah satu fitur paling revolusioner adalah App Casting. Alih-alih mengunduh aplikasi seluler secara terpisah ke laptop, Googlebook langsung menampilkan aplikasi dari ponsel android hampir tanpa jeda yang terlihat.
Aplikasi perpesanan, aplikasi perbankan, alat pengeditan, dan bahkan gim muncul di desktop seolah-olah itu adalah perangkat lunak asli. Hal ini menciptakan alur kerja yang berbeda di ekosistem Windows.
Baca Juga: Bikin Android Keringat Dingin, Baterai iPhone 17 Dukung Pemutaran Video 30 Jam
Intel Core Series 300 didukung arsitektur wildcat lake
Dari segi spesifikasi internal, Googlebook menggunakan prosesor Intel Core Series 300 yang didukung oleh arsitektur wildcat lake. Chip ini dioptimalkan untuk beban kerja AI lokal berkat mesin NPU 5 khusus yang memberikan daya pemrosesan AI sebesar 40 TOPS.
Hal ini penting karena banyak tugas yang didukung Gemini dapat berjalan secara offline. Berkat inti efisiensi Darkmont dan optimasi agresif di dalam Aluminium OS, Googlebook menghadirkan daya tahan yang luar biasa lama selama penggunaan.
Itulah detail spesifikasi yang dihadirkan oleh Googlebook, semoga membantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News