MOMSMONEY.ID - Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, mempertahankan usaha keluarga selama puluhan tahun tentu bukan perkara mudah.
Namun, tantangan tersebut justru menjadi pemicu bagi Moris Suhendi untuk membawa Warung Bude Pecel Khas Wonogiri beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan cita rasa yang telah diwariskan keluarganya selama hampir tiga dekade.
Berawal dari membantu sang ibu menjajakan pecel khas Wonogiri, Moris Suhendi mampu meneruskan usaha keluarga yang telah berjalan selama 28 tahun dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Salah satu strategi yang ia terapkan berdasarkan rekomendasi Asisten AI GrabMerchant berhasil mendorong penjualan menu bundling Paket Duo Hemat 48,42% lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan menu Pecel Campur satuan.
Perjalanan Moris menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mempertahankan cita rasa warisan keluarga sekaligus beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan.
Kisah Warung Bude Pecel Khas Wonogiri menjadi bagian dari kampanye Grab Indonesia, “Temukan Jawaban untuk Apa Pun”, yang diluncurkan pada 12 Juni 2026, untuk memperkenalkan AI sebagai alat bantu yang praktis dan mudah digunakan oleh para pelaku usaha.
Pemanfaatan fitur ini juga terus meningkat. Dalam waktu kurang dari lima bulan, mitra merchant telah berinteraksi dengan Asisten AI GrabMerchant lebih dari satu juta kali, dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 96,1%.
Baca Juga: Pelaku Usaha Wajib Tahu, Ini Cara Tingkatkan Daya Saing Produk Kulit dan Alas Kaki
Moris sebelumnya merupakan Mitra Pengemudi Grab yang terinspirasi untuk mendigitalisasi usaha keluarganya.
Kini, Moris meneruskan usaha yang dimulai ibunya tersebut dengan memanfaatkan GrabFood untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan Asisten AI GrabMerchant untuk mendukung pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut dapat terus berkembang dan naik kelas.
Perjalanan Warung Bude Pecel Khas Wonogiri bermula pada 1998, ketika orang tua Moris merantau ke Tangerang. Sang ibu, Sari, mulai menjual pecel keliling. Berbekal keterampilan memasak hidangan khas Wonogiri, Ibu Sari menjajakan pecel buatannya di sekitar sekolah dasar, pasar, dan kompleks permukiman.
Setelah menyelesaikan sekolah, Moris mulai membantu usaha ibunya. Pada 2019, ia juga bergabung sebagai Mitra Pengemudi Grab. Setiap pagi, Moris membantu mempersiapkan masakan sebelum melanjutkan aktivitas mengantar paket pada siang hari.
Melalui pekerjaannya tersebut, Moris melihat secara langsung bagaimana berbagai usaha kuliner menerima pesanan dan melayani pelanggan melalui platform digital. Pengalaman itu mendorongnya untuk mendaftarkan usaha keluarganya sebagai Mitra Merchant GrabFood pada 2021.
Sejak hari pertama tersedia di aplikasi, Warung Bude Pecel Khas Wonogiri mulai menerima pesanan dari pelanggan baru di luar wilayah tempat mereka biasa berjualan.
"Sebelumnya, ibu saya hanya berjualan di lingkungan sekitar Kelurahan Tajur. Setelah bergabung dengan Grab, jangkauan pelanggan menjadi lebih luas. Pesanan bisa datang dari Bintaro hingga Kunciran," ujar Moris dalam keterangan resmi Kamis (6/8).
Baca Juga: Peluang Usaha Agen Logistik, Mahasiswa Ini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan
Dalam mengembangkan usahanya, Moris juga sempat mendapat dukungan dana setelah menjadi pemenang GrabModal Mantul Challenge. Melalui program tersebut, ia memperoleh pinjaman modal usaha senilai lebih dari 10 juta rupiah.
Seiring berkembangnya usaha, Moris aktif mempelajari berbagai fitur pada aplikasi GrabMerchant. Ketika Asisten AI GrabMerchant tersedia, ia mulai menggunakannya untuk membantu mengelola toko, mulai dari mengubah jam operasional dan menetapkan jadwal khusus hingga menonaktifkan menu yang tidak tersedia.
"Asisten AI ini benar-benar saya gunakan sebagai asisten, sesuai dengan namanya. Kalau ingin memperpanjang jam buka, mengubah jadwal khusus untuk hari itu, atau mematikan menu yang sudah habis, prosesnya jadi lebih mudah," jelas Moris.
"Dulu harus mengatur semuanya secara manual. Sekarang ada shortcut untuk membantu manajemen aplikasi," katanya.
Bagi Moris, teknologi AI tidak hanya berguna bagi usaha berskala besar. Pengalamannya menunjukkan bahwa AI juga dapat menjadi pendamping harian bagi UMKM untuk memahami performa toko, menyusun promosi yang tepat, serta mencari solusi atas kendala operasional.
Asisten AI GrabMerchant membantu Moris memahami analisis toko dengan bahasa yang lebih sederhana. Ia juga memanfaatkan fitur ini untuk mengevaluasi promosi dengan mempertimbangkan harga jual, potongan, dan komisi agar margin tetap terjaga.
Salah satu rekomendasi Asisten AI GrabMerchant yang kemudian diterapkan Moris adalah menggabungkan dua porsi Pecel Campur menjadi satu menu bundling bernama Paket Duo Hemat [2X Pecel Campur].
Penawaran yang lebih efisien ini mendapat antusiasme tinggi dari konsumen, hingga sukses menjadi menu yang paling sering dipesan.
Baca Juga: Bisnis Layanan Sunat Masih Prospektif, Captain Sunat Buka Peluang Kemitraan
Moris juga memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant untuk memantau perkembangan usahanya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, sejak menu bundling tersebut diperkenalkan pada April 2026, Paket Duo Hemat telah mengalami peningkatan penjualan sebesar 48,42% dibandingkan dengan penjualan Pecel Campur satuan.
Pengembangan Asisten AI GrabMerchant membantu pelaku usaha memahami dinamika bisnis yang berjalan serta mempertimbangkan keputusan operasional secara lebih terukur.
Hal ini terbukti dari tingginya adopsi fitur tersebut, dengan 59,2% gerai merchant Grab di Indonesia tercatat aktif menggunakannya sepanjang periode awal tahun hingga Mei untuk mendukung pengelolaan usaha sehari-hari.
Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head, Grab Indonesia bilang asisten AI GrabMerchant dirancang agar mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan merchant, sehingga dapat mendukung mereka dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
"Melalui kampanye Temukan Jawaban untuk Apa Pun, kami berharap semakin banyak merchant yang mengoptimalkan pemanfaatan fitur yang telah Grab sediakan," tutur Melinda.
Melalui dukungan teknologi yang semakin mudah diakses, pelaku UMKM memiliki lebih banyak peluang untuk memperkuat pengelolaan usaha, menjangkau pelanggan baru, dan mengembangkan bisnis sesuai dengan kebutuhan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News