MOMSMONEY.ID - Pemeriksaan MRI sering menjadi momok bagi sebagian orang karena prosesnya cukup lama dan bisa memicu rasa cemas saat berada di ruang sempit.
Kini, teknologi MRI 3 Tesla berbasis Artificial Intelligence (AI) diklaim mampu membuat pemeriksaan lebih cepat, nyaman, sekaligus menghasilkan gambar medis lebih detail.
Bethsaida Hospital menghadirkan teknologi MRI 3 Tesla untuk membantu proses diagnosis berbagai penyakit, mulai dari stroke, tumor otak, gangguan jantung, hingga cedera olahraga.
Teknologi MRI dari GE HealthCare ini disebut dapat menghasilkan gambar medis hingga 60% lebih tajam dan memangkas waktu pemeriksaan hingga 50%.
Berikut tiga manfaat MRI 3 Tesla:
Baca Juga: Adopsi AI di Indonesia Semakin Masif
1. Membantu deteksi penyakit lebih detail
MRI 3 Tesla dapat membantu pemeriksaan berbagai kondisi medis seperti stroke, tumor otak, epilepsi, saraf terjepit, gangguan jantung, hingga masalah sendi dan ligamen.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, Thio Ananda Steven mengatakan teknologi AI pada alat ini membantu menghasilkan pencitraan lebih detail untuk mendukung diagnosis dokter.
“Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien,” ujarnya, Kamis (21/5).
2. Waktu pemeriksaan lebih singkat
Teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL pada MRI ini juga membantu mempercepat proses pemeriksaan.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo mengatakan sistem ini mampu mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50%.
“Teknologi ini dapat membantu meningkatkan kualitas gambar secara signifikan, mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50%, serta memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih baik bagi pasien,” ujar Kriswanto.
Baca Juga: Perencana Keuangan: Ini 3 Keunggulan Manusia yang Tak Dimiliki Teknologi AI
3. Mengurangi rasa cemas saat MRI
Salah satu tantangan saat menjalani MRI adalah rasa tidak nyaman atau klaustrofobia karena harus berada di ruang tertutup selama pemeriksaan.
MRI 3 Tesla ini hadir dengan desain bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas agar pasien merasa lebih nyaman selama prosedur berlangsung.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Margareth Aryani Santoso mengatakan kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan diagnostik yang lebih aman dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien,” kata Margareth.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News