MOMSMONEY.ID - Defisit kalori turut memengaruhi kadar kolesterol tinggi. Ketika tubuh mengalami defisit kalori, tubuh mulai memobilisasi lemak yang tersimpan untuk energi.
Sabrina Felson, dokter penyakit dalam, mengungkapkan, proses ini dapat mengubah konsentrasi dan komposisi lipoprotein dalam aliran darah.
Penurunan berat badan yang dicapai melalui pembatasan kalori umumnya dikaitkan dengan penurunan kolesterol total dan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) serta peningkatan kadar trigliserida.
Dilansir dari Webmd.com, perbaikan profil lipid yang bermakna secara klinis biasanya terlihat dengan penurunan berat badan 5–10% yang berkelanjutan selama tiga hingga enam bulan.
Defisit yang dicapai dengan mengurangi lemak jenuh dan makanan olahan cenderung menghasilkan perubahan lipid yang lebih menguntungkan daripada defisit yang dicapai hanya dengan mengurangi konsumsi makanan.
Meningkatkan asupan serat larut juga membantu membersihkan kolesterol.
Baca Juga: Ancaman Kolesterol Tinggi pada Anak Muda Usia 20-an, Cek Tandanya di Mata & Kulit
Hubungan antara berat badan dan kolesterol
Kelebihan berat badan, terutama lemak visceral yang tersimpan di sekitar perut berkaitan dengan dislipidemia, istilah yang digunakan untuk menggambarkan kadar lipid abnormal dalam darah.
Jaringan adiposa, terutama lemak visceral aktif secara metabolik dan berkontribusi pada resistensi insulin, peningkatan produksi partikel lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL) oleh hati, dan penurunan kolesterol HDL.
Penurunan berat badan yang moderat sebesar 5%–10% dari berat badan dapat menghasilkan perbaikan profil lipid yang bermakna secara klinis. Hal ini sangat relevan bagi individu yang kelebihan berat badan atau obesitas, di mana beban metabolisme lemak berlebih paling menonjol.
Menjaga berat badan yang sehat adalah salah satu intervensi gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi risiko kardiovaskular yang terkait erat dengan kolesterol tinggi. Mekanisme di balik hubungan ini melibatkan beberapa jalur:
- Penurunan sekresi VLDL hati seiring dengan penurunan lemak hati akibat penurunan berat badan.
- Sensitivitas insulin meningkat yang mengurangi sintesis trigliserida.
- Peningkatan kolesterol HDL yang mendukung transportasi kolesterol balik.
- Mengurangi peradangan sistemik yang jika tidak ditangani dapat mengganggu metabolisme lipid.
Bagaimana cara menentukan defisit kalori?
Untuk menentukan cara mencapai defisit kalori, pertama-tama Anda perlu memilih caranya. Jika berencana menciptakan defisit kalori dengan meningkatkan pengeluaran kalori melalui olahraga, Anda perlu melacak jumlah kalori yang dibakar.
Usahakan untuk membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi. Berdasarkan berat badan, jenis aktivitas, intensitas, dan durasinya, Anda dapat memperkirakan berapa banyak kalori yang akan dibakar saat berolahraga.
Anda juga dapat menggunakan perangkat pelacak yang mengukur aktivitas dan pengeluaran kalori pribadi sepanjang hari. Selain itu, penting untuk melacak makanan, camilan, dan minuman menggunakan aplikasi nutrisi.
Anda dapat menurunkan asupan kalori harian dengan cara:
- Kurangi minuman manis: Minumlah 350 ml air putih sebagai pengganti 350 ml sekaleng Coca-cola untuk menghemat 140 kalori.
- Kurangi ukuran porsi makan: Makan satu potong piza keju berukuran 14 inci alih-alih dua potong untuk menghemat 236 kalori.
- Konsumsi makanan rendah kalori: Mengganti makanan berkalori tinggi dengan alternatif yang lebih rendah kalori. Ganti 6 ons nasi putih matang dengan nasi kembang kol untuk menghemat 120 kalori.
Baca Juga: 8 Sayur Ini Bisa Menurunkan Kolesterol Paling Cepat, Layak Dicoba
Manfaat defisit kalori untuk penderita kolesterol
Defisit kalori yang berhasil juga dapat menyebabkan penurunan berat badan. Orang yang mengonsumsi 12% lebih sedikit kalori per hari daripada diet biasanya dapat menurunkan 10% berat badannya.
Defisit kalori juga berikan manfaat lain seperti penurunan kolesterol, tekanan darah serta faktor inflamasi di dalam tubuh. Orang yang membatasi asupan kalori mengalami peningkatan kualitas hidup, suasana hati, dan kualitas tidur. Itulah manfaat defisit kalori pada penderita kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News