M O M S M O N E Y I D
Bugar

Burnout dan Trauma Mata Jadi Ancaman Nyata Produktivitas Pekerja, Ini Penjelasannya

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Isu burnout dan trauma mata menjadi perhatian serius di dunia kerja modern. Tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, tekanan untuk selalu produktif, dan risiko kecelakaan kerja mengancam kesehatan dan keselamatan para pekerja. 

Burnout atau kelelahan kronis akibat stres kerja dapat menurunkan produktivitas, mengganggu kesehatan mental, dan bahkan menyebabkan penyakit fisik.

Sementara trauma mata, yang sering terjadi di lingkungan kerja industri, dapat mengakibatkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan.

Menyadari pentingnya isu-isu ini, Fakultas Kedokteran President University (Presuniv) menggelar seminar kesehatan kerja untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan solusi pencegahan.

Seminar yang diadakan dalam rangka memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional ini menghadirkan para ahli dari Presuniv dan pemerintah daerah.

Gabriella Tantular, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, menyoroti fenomena burnout yang semakin sering terjadi di era kerja modern. Ia menjelaskan perbedaan antara stres dan burnout, di mana burnout bersifat kronis dan disebabkan oleh stres jangka panjang yang tidak terselesaikan.

"Stres itu sifatnya sementara, dan terkadang kita perlukan. Kalau burnout itu bersifat kronis. Penyebabnya adalah stres yang terjadi dalam jangka panjang dan kita tidak menemukan resolusinya," ujarnya dikutip dari siaran pers pada Jumat (7/3).

Baca Juga: Hari Perempuan Internasional, Herbalife Soroti Penting Perempuan Jaga Kesehatan

Gabriella juga menjelaskan tiga ciri utama burnout, yaitu kelelahan berkepanjangan, sinisme terhadap lingkungan kerja, dan perasaan tidak berdaya.

Ia mengungkapkan, burnout berdampak signifikan pada produktivitas kerja, dengan data menunjukkan bahwa 64% karyawan di Indonesia mengalami peningkatan kelelahan akibat kerja.

Untuk mencegah burnout, Gabriella menyarankan karyawan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, perusahaan untuk membangun budaya suportif, dan menciptakan sistem dukungan untuk karyawan yang mengalami burnout.

Selain burnout, seminar ini juga membahas isu trauma mata di tempat kerja, yang disampaikan oleh Andreas Surya Anugrah, dokter Spesialis Mata.

Ia menjelaskan, trauma mata dapat menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan hingga kebutaan, dan sering terjadi akibat kecelakaan kerja yang melibatkan benda tumpul atau tajam.

"Di tempat kerja, hal itu terjadi baik akibat mata terkena benda tumpul hingga benda tajam," jelasnya.

Andreas menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti kacamata pelindung, serta edukasi dan pelatihan keselamatan yang komprehensif. Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar kasus trauma mata terkait kerja memerlukan tindakan operasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.