M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Mencegah Demensia dan Alzheimer

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ini dia rekomendasi makanan sehat untuk mencegah demensia dan Alzheimer. Apa saja, ya?

Di tengah meningkatnya angka penderita demensia dan Alzheimer di seluruh dunia, perhatian terhadap gaya hidup sehat menjadi semakin penting. Tidak hanya olahraga dan aktivitas mental yang perlu dijaga, pola makan juga memainkan peran besar dalam menjaga kesehatan otak.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tertentu dapat memperlambat proses penuaan otak.

Meski belum ada cara untuk menyembuhkan demensia atau Alzheimer, menurut Dr. Charles Duffy, MD, PhD, Direktur Pusat Kesehatan & Memori Otak di University Hospitals, kita bisa menunda atau bahkan mencegah munculnya gejala penyakit tersebut.

Caranya, dengan rutin mengonsumsi makanan sehat untuk otak dan aktif melakukan kegiatan yang merangsang pikiran.

Baca Juga: Inilah Buah Paling Sehat Menurut Para Ahli yang Bisa Anda Konsumsi, Apakah Itu?

Melansir dari laman University Hospitals, ini dia rekomendasi makanan sehat untuk mencegah demensia dan Alzheimer:

1. Buah dan sayuran dengan warna cerah

Buah dan sayur yang memiliki warna cerah seperti oranye, merah, dan hijau tua mengandung zat bernama karotenoid, yaitu pigmen alami yang sangat bermanfaat bagi otak.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar karotenoid dalam makanan, semakin baik juga dampaknya bagi kesehatan otak dan semakin rendah risiko terkena demensia.

Beberapa contoh makanan tinggi karotenoid antara lain wortel, labu, ubi jalar, paprika, tomat, pepaya, aprikot, bayam, dan kangkung.

2. Buah beri

Blueberry, raspberry, blackberry, dan jenis beri lainnya mengandung banyak antioksidan dan flavonoid, yaitu senyawa yang membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

Buah-buah ini juga cenderung memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan buah lainnya, sehingga lebih aman dikonsumsi secara rutin. Mengonsumsi buah beri dipercaya mampu memperlambat kerusakan sel otak dan menjaga fungsi kognitif tetap tajam.

Baca Juga: Apa Jenis Nasi yang Paling Sehat ya? Intip Pembahasannya di Sini

3. Ikan berlemak

Jenis ikan laut seperti salmon, tuna, dan sarden mengandung asam lemak omega-3, terutama jenis DHA (docosahexaenoic acid), yang sangat penting untuk perkembangan dan fungsi otak. DHA membantu memperlambat penurunan daya ingat seiring bertambahnya usia.

Karena tubuh tidak bisa memproduksi DHA sendiri, penting untuk mendapatkannya dari makanan. Para ahli merekomendasikan makan ikan berlemak sekitar dua hingga tiga kali seminggu agar manfaatnya optimal.

4. Kacang-kacangan, biji-bijian, dan legum

Kelompok makanan ini kaya akan nutrisi yang mendukung kesehatan otak, seperti antioksidan, omega-3, vitamin E, vitamin B, kolin, magnesium, dan seng. Semua nutrisi tersebut diketahui dapat menjaga sel-sel otak tetap sehat dan membantu mencegah penurunan fungsi otak karena penuaan.

Anda bisa menambahkan kacang kenari, almond, kacang tanah, kedelai, lentil, biji rami, dan biji labu ke dalam menu harian sebagai camilan sehat atau campuran makanan.

Baca Juga: 8 Tips Mencegah Penyakit Jantung Lewat Pola Makan Sehat, Mari Terapkan!

5. Biji-bijian utuh

Biji-bijian utuh seperti quinoa, beras merah, gandum, dan jelai mengandung banyak serat, vitamin B, serta nutrisi lain yang membantu mengurangi peradangan dalam otak dan menjaga memori tetap kuat.

Dibandingkan dengan biji-bijian olahan seperti tepung putih, biji-bijian utuh lebih baik untuk jangka panjang karena tidak kehilangan kandungan nutrisinya selama proses pengolahan.

Itulah rekomendasi makanan sehat untuk mencegah demensia dan Alzheimer. Memilih makanan yang baik untuk otak bukan hanya soal menjaga daya ingat di usia lanjut, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan yang lebih baik.

Selain makan sehat, tetap aktif secara mental dan fisik juga penting untuk menjaga kesehatan otak secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.