MOMSMONEY.ID - Di era artificial intelligence (AI), dunia kerja kini menuntut cara mahasiswa belajar, mencari informasi, mengembangkan ide, hingga mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan cara yang berbeda.
Menjawab tuntutan tersebut, BINUS University menghadirkan Digital Transformation & AI Experience Ecosystem. Ini merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak sekadar mengintegrasikan AI dalam keseharian perkuliahan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami penggunaan teknologi secara tepat, kritis, etis dan bertanggung jawab.
Lim Sanny, Direktur Kampus Binus @Alam Sutera menyebut, kini Binus menghadirkan pengalaman belajar yang semakin relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman teknologi yang tepat dan bertanggung jawab.
“AI sudah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan modern. Hal ini penting agar mereka siap menghadapi dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Momsmoney.id, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen Binus dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan, relevan dengan kebutuhan industri, serta siap menghadapi masa depan karier yang semakin dinamis. Apalagi, saat ini dunia kerja berubah dengan sangat cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman nyata, kemampuan adaptasi, kreativitas, pemahaman bisnis, serta literasi teknologi.
”Pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara proses belajar di kampus dengan kebutuhan industri,” imbuhnya.
Ia berharap pendidikan tinggi akan menjadi langkah yang memberikan keyakinan orang tua bahwa anak memiliki arah, pengalaman, dan kesiapan untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Orang tua tidak perlu lagi dilanda kekhawatiran salah langkah mempersiapkan masa depan anak-anaknya.
Tak bisa dipungkiri, keputusan memilih perguruan tinggi kini menjadi semakin kompleks bagi orang tua dan calon mahasiswa. Pendidikan tinggi tidak lagi hanya dilihat sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan masa depan karier anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News