MOMSMONEY.ID - Dapur yang kaku kini bisa terasa lebih hidup dan personal. Temukan cara sederhana ubah suasana jadi hangat tanpa renovasi besar.
Dapur sekarang bukan cuma tempat memasak, tapi juga ruang berkumpul yang penuh aktivitas dan cerita. Karena itu, suasana yang nyaman jadi kebutuhan, bukan lagi sekadar bonus.
Salah satu tren pencahayaan yang sedang naik daun adalah penggunaan lampu meja di area dapur, terutama di atas countertop atau sudut meja kerja.
Melansir dari Real Simple, banyak desainer interior mulai mengadopsi pencahayaan berlapis agar dapur terasa lebih hidup dan menyatu dengan ruang lain di rumah. Pendekatan ini dinilai efektif karena tidak memerlukan renovasi besar, namun dampaknya langsung terasa.
“Lampu meja membantu dapur terasa lebih menyatu dengan rumah lewat tekstur, warna, dan nuansa hangat yang ditambahkan,” ujar Audra Samnotra, desainer interior dari Social Swan Decor.
Baca Juga: 7 Kesalahan Tata Letak Ini Bikin Ruang Tamu Anda Tidak Nyaman, Cek Sekarang!
Lampu meja jadi solusi pencahayaan malam hari
Dalam desain dapur modern, pencahayaan ideal biasanya dibagi menjadi pencahayaan utama, pencahayaan tugas, dan pencahayaan aksen.
Lampu meja masuk ke dalam kategori pencahayaan aksen yang sangat berguna, terutama saat malam hari. Cahaya lembut dari lampu meja cukup untuk aktivitas ringan seperti mengambil minum atau camilan tanpa harus menyalakan seluruh lampu dapur.
Cara ini juga lebih ramah mata dan tidak mengganggu suasana ruang lain, khususnya pada konsep rumah terbuka.
Membuat dapur terasa lebih hangat dan bersahabat
Sebagian besar dapur didesain dengan pencahayaan terang untuk mendukung aktivitas memasak. Sayangnya, pencahayaan seperti ini sering membuat ruangan terasa kaku.
Lampu meja hadir sebagai penyeimbang dengan cahaya yang lebih lembut dan berada di level mata. Efeknya, dapur terasa lebih hangat, tenang, dan nyaman, terutama di malam hari. Banyak desainer memanfaatkan trik ini untuk menghilangkan kesan dapur yang terlalu fungsional.
Menonjolkan detail dan karakter dapur
Lampu meja tidak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya, tetapi juga elemen dekorasi. Penempatan lampu di sudut meja bersama buku resep, cangkir favorit, atau dekorasi kecil dapat menciptakan titik fokus yang menarik.
Pemilihan warna kap lampu yang selaras dengan palet dapur membantu menciptakan tampilan yang rapi dan konsisten. Detail seperti warna logam pada alas lampu juga penting agar tidak bertabrakan dengan gagang kabinet atau perlengkapan dapur lainnya.
Baca Juga: Bukan Tren, Desain Rumah Joanna Gaines Ungkap Cara Hunian Jadi Diri Anda
Mengubah aktivitas harian jadi lebih bermakna
Rutinitas sederhana seperti menyeduh kopi pagi atau mencuci piring di malam hari bisa terasa berbeda dengan pencahayaan yang tepat.
Lampu meja memberikan kesan hangat yang membuat momen sehari hari terasa lebih personal. Kehadiran cahaya lembut juga memberi sinyal bahwa dapur bukan sekadar area kerja, tetapi ruang yang layak dinikmati. Inilah alasan mengapa banyak desainer menyebut dapur sebagai jantung rumah yang hidup sepanjang hari.
Mudah dipersonalisasi dan fleksibel
Bagi dapur yang minim stopkontak, lampu meja isi ulang menjadi solusi praktis. Selain mudah dipindahkan, jenis lampu ini juga fleksibel untuk berbagai kebutuhan.
Pemilik rumah bisa mengganti kap lampu sesuai selera untuk menciptakan tampilan yang unik tanpa biaya besar. Sentuhan personal seperti ini membuat dapur terasa lebih dekat dengan karakter penghuninya, bukan sekadar mengikuti tren.
Tren lampu meja dapur menunjukkan bahwa perubahan kecil bisa memberi dampak besar pada suasana rumah. Tanpa renovasi rumit, dapur dapat berubah menjadi ruang yang lebih hangat, nyaman, dan menyenangkan.
Melalui pencahayaan yang tepat, aktivitas sehari hari terasa lebih ringan dan bermakna. Jika ingin menghadirkan suasana baru di rumah, menambahkan lampu meja di dapur bisa menjadi langkah sederhana yang layak dicoba.
Selanjutnya: Virtual Account Bukan Rekening Asli? Ini Rahasia agar Transaksi Lebih Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News