MOMSMONEY.ID - Simak prinsip desain rumah ala Joanna Gaines berikut ini, solusi hunian nyaman, bermakna, dan relevan untuk gaya hidup 2026.
Banyak orang merasa rumahnya sudah rapi dan modern, tapi tetap terasa hambar dan tidak benar-benar mencerminkan diri mereka. Di tengah tekanan hidup, rumah kini dituntut menjadi ruang yang memberi rasa aman, nyaman, dan koneksi emosional.
Konsep inilah yang ditekankan oleh Joanna Gaines, desainer interior sekaligus figur publik yang dikenal lewat pendekatan desain berbasis cerita hidup.
Melansir dari Better Homes & Gardens, Joanna menilai bahwa rumah seharusnya berkembang mengikuti perjalanan penghuninya, bukan sekadar mengikuti tren visual. Pendekatan ini semakin cocok di 2026 ketika orang mencari hunian yang fungsional sekaligus bermakna.
“Desain yang baik bukan tentang meniru ruang orang lain, tapi tentang memahami dan merayakan cerita hidup Anda sendiri,” ujar Joanna Gaines.
Baca Juga: Tren Cat Rumah 2026 Ini yang Akan Jadi Tempat Pemulihan, Bukan Sekadar Pamer Lo
Ceritakan perjalanan hidup lewat desain rumah
Joanna Gaines percaya bahwa rumah terbaik adalah rumah yang punya cerita, bukan sekadar tampilan estetik. Setiap sudut bisa menjadi representasi pengalaman hidup, mulai dari foto keluarga, benda kenangan, hingga area khusus untuk aktivitas harian.
Konsep ini menjawab masalah umum masyarakat modern yang sering merasa rumahnya seperti ruang pamer, bukan tempat pulang.
Ketika desain berangkat dari kisah pribadi, rumah akan terasa lebih hangat dan membumi. Inilah fondasi desain yang tahan lama dan tidak lekang oleh tren.
Tentukan tiga kata sebagai arah desain
Salah satu metode favorit Joanna adalah menentukan tiga kata kunci untuk menggambarkan suasana dan fungsi sebuah ruang.
Tiga kata ini bisa berupa perasaan yang ingin diciptakan, cara ruang digunakan, atau karakter visual yang diharapkan. Pendekatan ini membantu menyederhanakan proses desain agar tidak membingungkan.
Dari sisi pengalaman, metode ini membuat keputusan lebih konsisten dan terarah. Secara praktis, cara ini juga mencegah pembelian barang yang tidak perlu.
Manfaatkan barang yang sudah ada di rumah
Tidak semua perubahan desain harus dimulai dengan belanja. Joanna mendorong pemilik rumah untuk melihat kembali apa yang sudah mereka miliki.
Mengubah posisi furnitur, memindahkan dekorasi antar ruang, atau mengatur ulang rak bisa menciptakan suasana baru.
Cara ini cocok dengan kondisi ekonomi dan kesadaran keberlanjutan yang semakin meningkat. Rumah terasa segar tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Baca Juga: Bukan Putih Biasa! Desainer Ungkap Warna Cat Rumah Paling Unik 2026
Tentukan satu fokus utama di setiap ruangan
Setiap ruangan idealnya memiliki satu elemen utama yang menjadi pusat perhatian. Elemen ini bisa berupa furnitur favorit, karya seni, atau detail arsitektur yang menonjol.
Melalui adanya satu fokus, desain ruangan menjadi lebih rapi dan tidak berlebihan. Prinsip ini membantu menghindari kesan penuh dan membingungkan. Ruang pun terasa lebih tertata dan nyaman secara visual.
Seimbangkan fungsi dan makna
Rumah yang baik bukan hanya enak dilihat, tapi juga nyaman digunakan. Joanna menyarankan memulai penataan dari barang yang paling disukai secara emosional, lalu melengkapinya dengan furnitur fungsional.
Urutan ini memastikan rumah tetap praktis tanpa kehilangan karakter. Pendekatan ini membuat penghuni merasa lebih terhubung dengan ruangnya. Desain pun terasa alami, bukan dipaksakan.
Prinsip desain ala Joanna Gaines menawarkan jawaban atas kebutuhan hunian masa kini yang lebih personal dan relevan.
Setelah menempatkan cerita hidup, kesederhanaan, dan keseimbangan sebagai dasar, siapa pun bisa menciptakan rumah yang nyaman dan bermakna.
Langkag ini tidak bergantung pada tren cepat berubah atau anggaran besar. Rumah pun menjadi ruang yang tumbuh bersama penghuninya. Pada akhirnya, rumah terbaik adalah rumah yang membuat penghuninya merasa benar-benar pulang.
Selanjutnya: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Anjlok: Peluang atau Rugi? Cek Detailnya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News