MOMSMONEY.ID - Bagi Anda yang bercita-cita menjelajahi banyak negara, perjalanan panjang tak selalu harus dilakukan dengan cuti berbulan-bulan.
Timothy Astandu membuktikannya dengan strategi mengatur waktu hingga berhasil mengunjungi seluruh 197 negara dan wilayah berdaulat yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pencapaian itu mengantarkannya meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak.
Di tengah kesibukannya sebagai CEO dan Co-Founder Populix Timothy mengaku selalu menyusun perjalanan seefisien mungkin agar pekerjaan tetap berjalan.
"Saya harus pintar membagi waktu. Saya harus memutar otak agar perjalanan saya efisien. Mulai dari mencuri waktu di akhir pekan atau libur panjang, hingga terbang di Jumat malam dan pulang kembali di Minggu sore agar langsung dapat bekerja di Senin pagi," ujarnya dalam keterangan resmi Minggu (2/8).
Baca Juga: Tembus Tiga Besar, Kuliner jadi Kategori Airbnb Experiences Populer di Indonesia
Menurut Timothy, rasa ingin tahu terhadap budaya dan kehidupan masyarakat di berbagai negara menjadi alasan utama yang membuatnya terus bepergian. Bahkan, pengalaman tersebut turut menginspirasi lahirnya Populix.
"Semangat menjelajah dan rasa ingin tahu terhadap manusia inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Populix," katanya.
Timothy juga menilai paspor Indonesia bukan penghalang untuk menjelajahi dunia. Menurutnya, paspor Indonesia tetap dapat digunakan untuk mengunjungi seluruh negara, meski proses masuk ke sejumlah negara maju bisa lebih ketat.
"Pencapaian saya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah. Paspor Indonesia bisa digunakan untuk mengunjungi semua negara. Itu blessing in disguise. Tidak ada negara yang secara khusus memblokir Indonesia," tuturnya.
Meski telah menuntaskan perjalanan ke 197 negara, Timothy mengaku belum berhenti mengejar target. Ia kini ingin mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia serta menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 merek maskapai penerbangan di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News