MOMSMONEY.ID - Menjelajahi 197 negara dan wilayah di dunia bukan hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Timothy Astandu. Pendiri Populix ini juga mengaku memperoleh banyak pelajaran tentang manusia, budaya, dan cara memandang kehidupan.
Salah satu pelajaran terbesar yang ia dapatkan adalah pentingnya tidak mudah mempercayai asumsi sebelum melihat kondisi yang sebenarnya.
Menurut Timothy, banyak negara yang selama ini identik dengan konflik atau citra negatif ternyata memiliki sisi lain yang jauh berbeda dari persepsi banyak orang.
Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Irak. Di luar pemberitaan tentang konflik yang kerap muncul, masyarakat setempat justru menunjukkan keramahan yang luar biasa.
"Hal ini berbeda jauh dengan asumsi saya. Orang Irak benar-benar ramah. Memperlakukan semua orang layaknya tamu mereka sendiri. Bahkan, di beberapa kesempatan mereka mengajak saya untuk makan di rumahnya," ujarnya dalam keterangan tertulis Jumat (5/6).
Baca Juga: Tips Hidup Lebih Bahagia, 6 Cara Ini Bikin Perempuan Terbebas dari Stres
Pengalaman serupa juga ia temukan saat mengunjungi Somalia dan Yaman. Dua negara yang sering muncul dalam berita perang itu ternyata masih memiliki pusat perbelanjaan, taman hiburan, hingga masyarakat yang tetap menjalani aktivitas sehari-hari.
Dari berbagai pengalaman tersebut, Timothy menilai, penting untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang dilihat dari kejauhan.
"Bagi seorang peneliti, ini bukan anekdot. Ini adalah pelajaran metodologi yang paling mendasar. Jangan percaya pada asumsi sebelum melakukan verifikasi lapangan," katanya.
Selain itu, Timothy juga menemukan, tingkat kemajuan ekonomi suatu negara tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan masyarakatnya.
"Tidak berarti negara yang ekonominya lebih maju itu lebih bahagia. Bahkan kadang negara-negara yang sering dipandang sebelah mata, masyarakatnya terlihat lebih bahagia," ujarnya.
Menurutnya, kesederhanaan hidup yang dimiliki sebagian masyarakat justru sering menjadi sumber kebahagiaan yang tidak selalu ditemukan di negara-negara yang lebih makmur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News