MOMSMONEY.ID - Membentuk masa depan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua. Lingkungan di luar rumah, terutama guru, juga memiliki peran besar dalam membentuk cara anak berpikir, berimajinasi hingga melihat masa depannya.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Pesta Literasi Indonesia 2026 melalui sesi “Membaca Republik” yang menghadirkan Gita Wirjawan, Okky Madasari, dan Aan Mansyur di Urban Forest Jakarta.
Gita Wirjawan mengatakan, anak menghabiskan waktu yang cukup panjang bersama guru ketika berada di sekolah. Karena itu, interaksi tersebut dapat menjadi ruang penting untuk membentuk cara berpikir dan karakter anak.
“Katalis yang paling dominan dalam kehidupan kita sehari-hari itu adalah siapapun yang kita temui. Di rumah namanya orang tua. Begitu kita jalan keluar dari rumah, itu mungkin aja tukang jualan ikan di pasar ikan, atau pemimpin tempat ibadah, atau guru,” kata Gita.
Baca Juga: Bukan Sekadar Cari Informasi, Ini Pentingnya Anak Rajin Membaca di Era AI
Menurut Gita, interaksi guru dengan anak dapat berlangsung selama 6-8 jam dalam sehari. Sementara, waktu interaksi anak dengan orang tua bisa lebih terbatas karena aktivitas masing-masing.
“Interaksi guru itu yang paling dominan setiap hari. Karena mereka berinteraksi dengan seorang anak 6-8 jam,” ujarnya.
Karena itu, menurut Gita, guru tidak hanya berperan dalam menyampaikan pelajaran. Guru juga dapat membantu anak membangun ambisi, imajinasi dan apa yang ia sebut sebagai “keberuntungan cerdas”.
“Yang pertama adalah ambisi. Yang kedua imajinasi. Yang ketiga adalah keberuntungan cerdas,” kata Gita.
Baca Juga: 4 Cara Meningkatkan IQ Anak Sejak Dini yang Wajib Diketahui Orang Tua
Bagi orang tua, hal tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan anak tidak berhenti ketika anak pulang sekolah. Orang tua tetap memiliki ruang untuk memperkuat kebiasaan yang dibangun di sekolah melalui percakapan, membaca bersama maupun mendampingi anak ketika menghadapi masalah.
Orang tua juga bisa membiasakan anak untuk tidak hanya mencari jawaban, tetapi memahami alasan di balik suatu keputusan. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu anak belajar berpikir lebih terbuka dan mandiri.
Dengan begitu, pendidikan anak menjadi proses yang berjalan bersama antara rumah dan sekolah. Orang tua memberikan lingkungan pertama bagi anak, sementara guru menjadi salah satu sosok yang berinteraksi cukup lama dengan anak setiap harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News