MOMSMONEY.ID - Moms, yuk, simak beberapa penyebab childhood trauma yang tanpa disadari bisa berpengaruh pada anak-anak berikut ini.
Trauma masa kecil digolongkan sebagai pengalaman mengancam dan mengerikan saat masa kecil. Pengalaman tersebut dapat memicu trauma mendalam yang bisa saja terbawa hingga dewasa.
Melansir dari laman Very Well Mind, pengalaman seperti kekerasan fisik, kecelakaan, bencana alam, hingga bullying dapat menjadi penyebab childhood trauma bagi seseorang terutama anak-anak.
Hal-hal lain seperti perceraian orang tua pun dapat menjadi penyebab terjadinya childhood trauma.
Selain hal tersebut, masih ada beberapa penyebab childhood trauma yang dialami banyak orang. Simak beberapa di antaranya berikut ini.
Baca Juga: Bantu Proses Healing, Ternyata Ini Manfaat Menulis Jurnal untuk Kesehatan Mental
Tidak didengarkan
Didengarkan dan dilihat merupakan hal yang dibutuhkan sebagai manusia. Kurangnya perhatian dalam bentuk tidak didengar maupun tidak dilihat dapat digolongkan sebagai trauma masa kecil.
Hal ini sering terjadi pada anak yang memiliki orang tua yang sama-sama bekerja. Psikologis Dr. Nicole LePera menyatakan, trauma ini dapat membuat seseorang dewasa merasa takut untuk dikritik, kurangnya intuisi, dan mudah mengalami kebingungan dengan dunia nyata.
Orang tua terlalu fokus pada penampilan
Orang tua yang terlalu memfokuskan diri pada penampilan dapat menjadi trauma yang mendalam bagi anak. Anak akan mudah merasa tidak percaya diri ketika sudah sering mendapatkan kritikan mengenai penampilan sejak ia kecil.
Hal tersebut tentunya dapat membuat diri anak merasa kecil dan kurang. Sehingga ia merasa tidak pantas dicintai karena kekurangannya dalam penampilan.
Respons ucapan dari orang tua
Mendapat ucapan atau respons tolakan seperti “jangan menangis”, “jangan menjadi terlalu sensitif”, dan “jangan terlalu berlebihan” juga dapat digolongkan dalam childhood trauma.
Hal ini dapat membuat orang yang mengalami trauma ini merasa bahwa perasaan mereka itu buruk. Serta dapat membuat diri merasa tidak nyaman jika membuat orang lain berada dalam kondisi tertentu.
Baca Juga: Tersenyum Bisa Turunkan Tekanan Darah, Cek Manfaat Suka Senyum di Sini
Pelecehan fisik
Pelecehan fisik adalah salah satu bentuk trauma masa kanak-kanak yang paling terlihat, yang menyebabkan kerusakan langsung pada tubuh anak dan juga menimbulkan luka emosional yang lebih dalam.
Hal ini sering terjadi dalam rumah tangga di mana kemarahan, frustrasi, atau emosi lainnya berujung pada ledakan kekerasan terhadap anak-anak.
Konsekuensi jangka panjang dari kekerasan fisik tidak hanya mencakup cedera fisik tetapi juga kesulitan emosional yang parah. Anak-anak yang mengalami kekerasan fisik mungkin mengalami kecemasan, depresi, dan kesulitan dalam membentuk hubungan saling percaya.
Bencana alam
Laman Centers Urgent Care mencatat, mengalami bencana alam seperti badai, gempa bumi, atau kebakaran hutan dapat menjadi pengalaman yang sangat traumatis bagi anak-anak.
Peristiwa-peristiwa ini merusak rasa aman anak serta dapat mengakibatkan hilangnya anggota keluarga, tempat tinggal, dan lingkungan sosial mereka. Selain dampak fisik, anak-anak yang mengalami bencana alam sering kali menderita tekanan emosional, termasuk mimpi buruk, rasa takut, dan PTSD.
Trauma akibat bencana alam dapat bertahan selama bertahun-tahun, terutama jika anak-anak tidak mendapatkan akses ke dukungan kesehatan mental yang memadai atau jika dampak bencana diperparah oleh faktor pemicu stres lainnya, seperti kemiskinan atau hilangnya dukungan orang tua.
Menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga
Anak-anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga sering kali mengalami trauma yang sama buruknya dengan kekerasan fisik.
Efek psikologis dari menyaksikan kekerasan dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan masalah perilaku. Anak-anak mungkin mempunyai pemahaman yang salah mengenai hubungan, percaya bahwa kekerasan adalah bagian normal dari penyelesaian konflik.
Demikianlah penjelasan tentang penyebab childhood trauma, pastikan untuk berkonsultasi dengan ahli agar mendapatkan diagnosa penyebab yang lebih tepat, ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News