MOMSMONEY.ID - Kehadiran kecerdasan buatan atau AI membuat informasi dan tulisan semakin mudah dibuat. Namun, kemudahan tersebut juga membuat kemampuan membaca, memahami dan mempertanyakan informasi menjadi semakin penting, termasuk bagi anak dan orang tua.
Hal tersebut disampaikan penulis Okky Madasari dalam sesi “Membaca Republik” pada Pesta Literasi Indonesia 2026 di Urban Forest Jakarta, Sabtu (26/9).
Menurut Okky, perkembangan teknologi membuat setiap orang kini dapat menghasilkan tulisan dengan lebih mudah. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak cukup hanya menerima informasi yang muncul di hadapannya.
“Memproduksi teks sekarang hanya sekali klik. Menulis bukan sebuah pekerjaan yang butuh waktu lama dan hanya dimiliki oleh sekelompok orang. Setiap orang bisa memproduksi teks,” kata Okky dalam sesi “Membaca Republik” pada Pesta Literasi Indonesia 2026 di Urban Forest Jakarta, Sabtu (26/9).
Baca Juga: Bukan Cuma Coding, Ini Cara Sederhana Orang Tua Melatih Anak Berpikir Logis
Karena itu, kemampuan untuk mempertanyakan informasi menjadi penting. Terlebih, masyarakat kini berhadapan dengan berbagai informasi yang muncul melalui media sosial, mesin pencari maupun teknologi AI.
“Justru dalam situasi seperti ini, kemampuan kita untuk mempertanyakan teks yang diproduksi AI yang akan jadi kunci,” ujar Okky.
Bagi orang tua, kemampuan tersebut dapat mulai dibangun dari kebiasaan sederhana di rumah. Anak tidak harus selalu diberi jawaban ketika bertanya. Sesekali, orang tua bisa mengajak anak mencari sumber informasi, membandingkan beberapa pendapat dan menjelaskan alasan mengapa mereka mempercayai suatu informasi.
Kebiasaan membaca juga dapat menjadi bagian dari proses tersebut. Membaca bukan hanya membuat anak mendapatkan informasi baru, tetapi juga memberi kesempatan untuk memahami isi tulisan, melihat sudut pandang berbeda dan mengembangkan pertanyaan.
Baca Juga: 4 Cara Meningkatkan IQ Anak Sejak Dini yang Wajib Diketahui Orang Tua
Okky menilai, kemampuan mempertanyakan sesuatu merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Menurut dia, seseorang tidak seharusnya menerima begitu saja setiap informasi yang diterima.
“Satu-satunya yang mungkin bisa menjadi penggerak perubahan, satu-satunya yang bisa membawa kita ke kemajuan adalah kemampuan masing-masing individu untuk mempertanyakan sesuatu,” tuturnya.
Di tengah perkembangan AI, kemampuan membaca kritis tersebut menjadi semakin relevan. Teknologi dapat membantu membuat dan menyebarkan informasi, tetapi pembaca tetap perlu menilai informasi yang diterimanya.
Karena itu, kebiasaan membaca bersama anak, mengajak mereka berdiskusi dan membiasakan pertanyaan “mengapa” atau “dari mana informasi ini berasal?” bisa menjadi langkah sederhana yang dilakukan keluarga di rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News