M O M S M O N E Y I D
Bugar

Asam Urat dan Ginjal Saling Merusak: Fakta Mengejutkan dari Dokter!

Asam Urat dan Ginjal Saling Merusak: Fakta Mengejutkan dari Dokter!
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - 1 dari 10 orang dengan penyakit ginjal kronis (CKD) menderita asam urat dan 20% penderita asam urat memiliki penyakit ginjal ringan hingga sedang. CKD dikenal sebagai faktor risiko ketiga yang paling umum untuk asam urat.

Lee Yee Mun, dokter urologi menjelaskan bahwa asam urat dan CKD sering terjadi bersamaan, karena kedua kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Tubuh menyerap vitamin, mineral, dan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Lalu, ginjal akan membuang produk limbah tubuh. Salah satu produk limbah tersebut adalah asam urat yang berasal dari pemecahan purin.

Baca Juga: Keju Mozzarella Aman untuk Asam Urat lo, Ini Batas Aman Konsumsinya  

Asam urat bergerak melalui darah ke ginjal, di mana ginjal menambahkannya ke urin dan dikeluarkan dari tubuh. Namun ketika kadarnya terlalu tinggi, asam urat dapat menumpuk dalam darah dan menyebabkan penyakit ginjal.

Korelasi antara penyakit ginjal dan asam urat

Dilansir dari Thomsonmedical.com, sebagian besar asam urat larut dalam darah dan melewati ginjal dalam bentuk urin. Namun ketika ginjal tidak berfungsi seperti biasanya, asam urat dapat tetap berada di dalam tubuh terlalu lama dan dapat mengkristal. 

Kristal-kristal ini dapat merusak dan menyebabkan jaringan parut saat melewati ginjal, berkontribusi pada penyakit ginjal dan gagal ginjal. Kristal-kristal tersebut dapat menumpuk di persendian, dinding luar, dan kulit di dekat persendian. 

Faktor risiko asam urat tinggi yang patut diwaspadai!

Beberapa faktor yang memengaruhi kadar asam urat meliputi diet, konsumsi alkohol, berat badan, kondisi kesehatan yang sudah ada, pengobatan, usia, dan jenis kelamin.  Konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, hati dan ginjal juga dapat menyebabkan asam urat. 

Konsumsi alkohol sebagai faktor risiko utama asam urat, bir memiliki kandungan purin tertinggi. Kelebihan berat badan pun dapat menyebabkan tubuh melepaskan lebih banyak asam urat.

Orang yang kelebihan berat badan 85% lebih mungkin mengalami hiperurisemia daripada orang dengan indeks massa tubuh (BMI) yang sehat. Sementara itu, mengonsumsi obat-obatan seperti aspirin, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), dan beta-blocker meningkatkan risiko terkena asam urat.

Makanan yang harus dihindari penderita asam urat

Mengurangi makanan yang kaya purin dapat membantu mengelola asam urat. Berikut makanan yang harus dihindari penderita asam urat:

  • Jeroan meliputi hati, ginjal dan babat.
  • Batasi konsumsi daging merah seperti daging sapi dan daging kambing.
  • Beberapa jenis seafood seperti ikan teri, kerang, ikan sarden, dan ikan tuna memiliki kandungan purin yang lebih tinggi daripada jenis lainnya.
  • Hindari minum bir guna mencegah serangan asam urat.
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman manis.

Makanan yang boleh dikonsumsi pasien asam urat

Berikut ini beberapa makanan yang boleh dikonsumsi pasien asam urat:

1. Buah-buahan

Semua buah-buahan bagus untuk penderita asam urat seperti beri. Buah beri berwarna gelap mengandung antosianin, pigmen tumbuhan anti-inflamasi yang dapat mencegah serangan dengan mengurangi kadar asam urat dan mengurangi peradangan. 

Anda dapat mengonsumsi setengah hingga satu cangkir buah beri berwarna gelap setiap hari.

2. Sayuran

Sayuran seperti kentang, kacang polong, jamur, terong, dan sayuran berdaun hijau gelap aman dikonsumsi. Namun, hindari konsumsi buncis dan kedelai jika Anda menderita penyakit ginjal kronis).

3. Produk susu rendah lemak

Produk susu dan unggas rendah lemak lebih lebih aman untuk pasien asam urat dan ginjal. Jika memiliki penyakit ginjal, Anda bisamencari alternatif susu untuk mengelola kadar kalium dan fosfor.

Baca Juga: Nyeri Lutut: Kenali Beda Asam Urat dan 5 Penyakit Mirip Lainnya

4. Alternatif daging berbasis tumbuhan

Alih-alih mengonsumsi daging merah, pertimbangkan untuk mengonsumsi alternatif protein nabati. Alternatif ini dapat mencakup tahu, tempe dan kacang-kacangan.

Itulah informasi mengenai makanan yang aman dikonsumsi pasien penyakit ginjal dan asam urat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hotel Bersiap Panen di September: Wisatawan Asing Banjiri Indonesia, Harga Naik

Liburan musim panas dan dingin dorong lonjakan wisatawan asing ke Indonesia. Ini membuat hotel bersiap panen. 

Semester I 2026 Penuh Gejolak, Begini Tips Investasi dari MAMI untuk Sekarang

Semester I 2026 penuh gejolak makroekonomi. Bagaimana nasib investasi Anda? Temukan rekomendasi MAMI untuk pilihan aset terbaik.

QRIS dan Mobile Banking Makin Lancar, Ini Sistem yang Ada di Baliknya

​Jalin terus meningkatkan kapasitas infrastruktur sistem pembayaran untuk mendukung transaksi digital yang semakin banyak digunakan masyarakat.

HP Terbaru Redmi A7 Pro: Desain Ramping Memukau, OS Unggul

Redmi A7 Pro hadir dengan desain metalik ramping dan HyperOS 3 canggih. Namun, spesifikasi RAM 4GB & Unisoc T7250 jadi titik lemah. 

5 Tips Liburan Seru ke Vietnam 2026, Aturan Bebas Visa Tak Lagi 30 Hari

Vietnam menerapkan aturan bebas visa baru untuk WNI, dari 30 hari menjadi 14 hari. Persiapkan perjalanan Anda sebelum tanggal 15 Juli 2026.

Raja Charles Buka Lowongan Videografer Kerajaan dengan Gaji Rp 1,2 Miliar, Mau?

Gaji Rp 1,2 miliar menanti! Raja Charles III mencari videografer untuk tim komunikasinya. Siapkan portofolio Anda, ini kesempatan emas!

HP Terbaru Realme C100i Performa Gaming Ringan Mulus, RAM Virtual Super Luas

Ponsel ini tahan benturan tingkat militer dan baterai 7000mAh. Cek detail spesifikasi Realme C100i yang bikin penasaran di sini!

Penyebab Asam Urat Naik: Bukan Hanya Makanan, Ada Fakta Mengejutkan

Purin dari makanan hanya menyumbang 10% asam urat tubuh. Ketahui faktor lain yang sering diabaikan dan solusi tepatnya!

Kulit Glowing Bebas Flek: Sunscreen Wardah Pilihan Terbaikmu

Mencari sunscreen efektif untuk flek hitam? Wardah punya solusinya! Lindungi kulit dari UVA, UVB, blue light. Klik untuk rekomendasi lengkapnya!

Risiko iPhone Jadul: Waspada Pencurian Identitas Jika Tak Diperbarui

Apple perpanjang dukungan keamanan hingga 8 tahun untuk iPhone lama. Cek model Anda dan pastikan tetap aman dari ancaman siber.