M O M S M O N E Y I D
Santai

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Gim menjadi Cara Baru Edukasi Anak

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Gim menjadi Cara Baru Edukasi Anak
Reporter: Amandus Rusdianto Tefa  |  Editor: Amandus


MOMSMONEY.ID - Isu perubahan iklim kini mulai dikenalkan kepada anak melalui cara yang lebih menyenangkan. KONEKSI bersama PREDIKT dan mitra pendidikan Indonesia-Australia, mengembangkan GenerAksi, gim edukatif untuk membantu siswa memahami perubahan iklim dan kesiapsiagaan bencana.

Pengembangan gim edukatif ini menjadi bagian dari kolaborasi pendidikan perubahan iklim Indonesia-Australia melalui Kunjungan Pembelajaran ke Australia. GenerAksi menggunakan pendekatan permainan dan pembelajaran aktif yang dapat dilakukan secara daring maupun luring.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, mengatakan, GenerAksi menjadi salah satu contoh pemanfaatan hasil kolaborasi riset untuk menghadirkan pembelajaran perubahan iklim yang relevan bagi siswa dan guru.

Baca Juga: Belajar Minum Mandiri, Ini Panduan Memilih Cup Anak Sesuai Usia

"GenerAksi yang dikembangkan oleh PREDIKT dan didukung melalui kemitraan KONEKSI menjadi contoh bagaimana kolaborasi riset dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran perubahan iklim yang menarik dan relevan bagi siswa dan guru," ujar Suharti dalam Kunjungan Pembelajaran ke Australia yang diinisiasi KONEKSI pada Jumat (14/08/2026).

Hingga saat ini, GenerAksi telah digunakan di sekolah-sekolah di Indonesia dan menjangkau lebih dari 3.000 anak serta 400 orang dewasa. Mereka terdiri dari guru, orang tua, perwakilan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan pendidikan.

Riset yang dilakukan tim kolaboratif KONEKSI menunjukkan, sebanyak 85% siswa yang mengikuti kegiatan GenerAksi mengalami peningkatan pemahaman tentang konsep perubahan iklim. Sementara itu, 70% siswa menyatakan memiliki niat untuk mengambil tindakan positif terkait iklim.

Melihat hasil tersebut, pengembangan GenerAksi selanjutnya akan diarahkan pada pengembangan materi pembelajaran yang inklusif, pelatihan pendidik, kolaborasi dengan organisasi lokal, serta pertukaran pengetahuan antara pendidik di Indonesia dan Australia.

Baca Juga: 6 Film Ini Ungkap Sejarah Amerika Serikat Penuh Rahasia Kelam

Peneliti utama sekaligus CEO PREDIKT, Avianto Amri, mengatakan GenerAksi juga ingin dikembangkan sebagai media pembelajaran sekaligus sarana dialog antara siswa dan guru di Indonesia dan Australia.

"Melalui GenerAksi, kami ingin menyediakan media pembelajaran yang membantu siswa memahami adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta kesiapsiagaan bencana, sekaligus menjadi sarana dialog lintas negara antara siswa dan guru," ujar Avianto.

GenerAksi dikembangkan melalui kolaborasi PREDIKT, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Nusa Cendana (Undana), ChildFund Indonesia, Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), dan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), dengan dukungan KONEKSI.

Baca Juga: 6 Tips Atasi Homesick bagi Mahasiswa Baru yang Merantau, Coba Cari Teman Bicara

Gim tersebut dikembangkan dalam versi digital dan non-digital, serta dilengkapi materi pembelajaran inklusif untuk membantu guru dan siswa mempelajari adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, kesiapsiagaan bencana, serta aksi sederhana yang dapat dilakukan di sekolah, rumah, dan komunitas.

Melalui kolaborasi Indonesia-Australia ini, pembelajaran perubahan iklim juga diarahkan untuk diperkuat melalui jejaring pendidik serta peluang pertukaran pengetahuan antarsekolah.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.