MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergerak liar di tengah otot dollar AS mengendur, namun ketegangan masih terjadi di Selat hormuz.
Mengutip Bloomberg, Selasa (18/8), harga emas spot sempat naik mencapai US$ 4.436 per troi ons pada sesi pagi, sebelum melandai ke bawah level US$ 4.400 per troi ons pada Selasa siang.
Hingga pukul 13.09 WIB, harga emas dunia diperdagangkan pada level US$ 4.439,14 per troi ons, atau terkoreksi 0,52% dibandingkan penutupan sesi Senin.
Selama dua sesi perdagangan sebelumnya, harga emas telah naik 1,2% di tengah pelemahan dollar AS. Ini menjadikan emas batangan lebih murah bagi sebagian besar pembeli.
Tekanan terhadap dollar menyusul serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah. Pasar swap tidak lagi sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga oleh The Fed sebelum akhir tahun, seperti yang mereka perkirakan seminggu lalu.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Kembali Tembus US$ 4.400, Bisa Lanjut Naik?
Menurut Ole Hansen, Kepala strategi komoditas di Saxo Bank AS, dollar yang lebih lemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang mereda, berpotensi menghilangkan dua hambatan yang berkontribusi terhadap koreksi harga emas sebelumnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka waktu 30 tahun mencapai titik tertinggi dalam hampir dua dekade. Ini mencerminkan kecemasan investor atas melonjaknya pengeluaran pemerintah dan bannyaknya penjualan obligasi jangka panjang serta inflasi.
"Hal itu menciptakan lingkungan yang tidak biasa tetapi berpotensi mendukung bagi emas, karena investor melihat emas sebagai lindung nilai terhadap beban utang pemerintah," kata Hansen mengutip Bloomberg, hari ini.
Namun demikian, risiko pengetatan moneter yang biasanya negatif bagi logam mulia karena tidak menghasilkan bunga, tetap ada tanpa prospek perdamaian yang jelas di Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (18/8) Naik Rp 18.000, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru
Saat pertempuran kembali berkobar di Libanon, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak tertarik memperpanjang gencatan senjata sementara dengan Iran yang diteken pada Juni lalu. Ketegangan juga terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran utama masih terganggu karena serangan terhadap kapal, yang menyebabkan harga minyak naik.
Pemulihan harga emas baru-baru ini di atas ambang batas US$ 4.000 per troi ons didukung oleh permintaan investor yang meningkat dan pemulihan dalam pembelian bank sentral terutama China.
Para pedagang akan mempelajari risalah pertemuan kebijakan The Fed bulan Juli yang akan dirlis pada Rabu, sebagai petunjuk mengenai arah suku bunga bank sentral. Pasar juga akan mencermati pernyataan Ketua Fed Kevin Warsh di simposium tahunan Jackson Hole akhir bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News