M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Konsumsi Alpukat saat Diet Bagus atau Tidak? Ini Jawabannya

Apakah Konsumsi Alpukat saat Diet Bagus atau Tidak? Ini Jawabannya
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, apakah konsumsi alpukat saat diet bagus atau tidak? Temukan jawabannya di sini!

Ketika sedang diet, banyak orang ragu untuk mengonsumsi alpukat karena kandungan lemaknya yang tinggi. Padahal, buah hijau lembut ini sering disebut sebagai superfood karena kaya nutrisi penting yang justru bisa membantu menurunkan berat badan.

Lantas, apakah konsumsi alpukat saat diet bagus atau tidak? MomsMoney akan membahasnya di sini. Simak, yuk!

Baca Juga: Susu Penurun Berat Badan Terbaik Menurut Ahli Gizi

Apakah Konsumsi Alpukat saat Diet Bagus atau Tidak?

Mengutip dari Healthline, sebuah studi besar di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang makan alpukat cenderung memiliki pola makan yang lebih bernutrisi, risiko sindrom metabolik lebih rendah, dan berat badan lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alpukat.

Temuan ini menunjukkan bahwa alpukat dapat menjadi bagian dari diet yang mendukung gaya hidup sehat.

Bahkan, sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa orang yang rutin makan alpukat memiliki kemungkinan 9% lebih kecil untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dalam periode 4 hingga 11 tahun dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi alpukat.

Studi awal menunjukkan bahwa alpukat dapat berperan dalam mendukung penurunan berat badan. Dalam sebuah penelitian, konsumsi satu alpukat per hari bersama dengan diet rendah kalori membantu menurunkan berat badan dan mengubah mikrobiota usus pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca Juga: 11 Daftar Buah untuk Diet yang Bikin Kenyang dan Kurangi Nafsu Makan

Studi lain meneliti efek konsumsi alpukat setiap hari selama tiga bulan pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi alpukat mengalami pengurangan lemak perut, sementara kelompok yang tidak makan alpukat tidak mengalami perubahan pada lemak perut mereka.

Penelitian pada tikus juga memberikan hasil menarik, tikus yang diberikan ekstrak alpukat dalam diet tinggi lemak menunjukkan penambahan lemak tubuh yang lebih sedikit dibandingkan yang tidak.

Temuan ini menunjukkan bahwa selain lemak sehat, mungkin ada komponen lain dalam alpukat yang berkontribusi pada pengurangan nafsu makan dan pencegahan penambahan berat badan.

Jadi, apakah alpukat bagus untuk dikonsumsi saat diet? Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, bukti awal mendukung alpukat sebagai makanan yang bermanfaat untuk mendukung penurunan berat badan dan kesehatan tubuh secara umum.

Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Kulit Jika Rutin Konsumsi Biji Chia

Alasan Alpukat Bagus untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Melansir dari laman Eat This, ini dia beberapa alasan alpukat bagus untuk diet menurunkan berat badan:

1. Mengurangi Lemak Perut

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan asam oleat yang telah terbukti membantu mengurangi lemak perut. Penelitian di Penn State menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak tinggi oleat setiap hari selama empat minggu dapat mengurangi lemak perut hingga 1,6%.

Selain itu, lemak tak jenuh tunggal pada alpukat dapat menghambat penyimpanan lemak di area perut dengan menekan ekspresi gen lemak tertentu.

2. Menekan Nafsu Makan

Alpukat dapat membantu mengurangi rasa lapar. Sebuah studi menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi setengah alpukat segar saat makan siang mengalami penurunan nafsu makan hingga 40% selama beberapa jam setelahnya.

Dengan hanya 60 kalori per dua sendok makan, guacamole menjadi pilihan ideal untuk menambah rasa dan kenyang pada makanan seperti salad atau daging panggang.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Merek Dressing Salad untuk Diet yang Layak Dicoba

3. Meningkatkan Kualitas Pola Makan

Menurut survei yang dilakukan oleh CDC, mengonsumsi setengah buah alpukat setiap hari dapat meningkatkan kualitas diet secara keseluruhan.

Orang yang mengonsumsi alpukat cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih rendah, lingkar pinggang lebih kecil, serta konsumsi serat, buah, sayur, dan vitamin K yang lebih tinggi. Nutrisi ini sangat penting untuk mendukung penurunan berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

4. Membantu Penyerapan Nutrisi

Lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan. Penelitian menunjukkan bahwa menambahkan alpukat ke salad dapat meningkatkan penyerapan senyawa karotenoid tiga hingga lima kali lipat dibandingkan tanpa lemak.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Teh Hijau untuk Diet serta Risikonya di Sini, yuk!

5. Melindungi Sel Tubuh dari Radikal Bebas

Antioksidan dalam alpukat membantu menetralkan radikal bebas yang dapat merusak DNA dan memperlambat metabolisme. Alpukat dapat mendukung efisiensi metabolisme tubuh, mirip dengan manfaat yang diperoleh dari konsumsi minyak zaitun, yang juga kaya antioksidan.

6. Mendukung Metabolisme dan Latihan Daya Tahan

Asam oleat dalam alpukat membantu meningkatkan metabolisme dan energi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi asam oleat dapat meningkatkan aktivitas fisik hingga 13,5% dan metabolisme pasca makan sebesar 4,5%.

Mengganti makanan tinggi lemak jenuh dengan alpukat atau minyak alpukat dapat membantu menjaga metabolisme tetap aktif, bahkan setelah olahraga.

Baca Juga: 8 Jus Buah yang Bagus untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Jadi, apakah konsumsi alpukat saat diet bagus atau tidak? Alpukat adalah makanan yang sangat bagus untuk diet penurunan berat badan, berkat kandungan lemak sehat, serat, dan nutrisi pentingnya.

Untuk hasil terbaik, konsumsi alpukat dalam porsi yang wajar dan kombinasikan dengan pola makan seimbang serta gaya hidup aktif. Semoga bermanfaat, ya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.

5 Hal yang Sebaiknya Dihindari biar Eksterior Rumah Lebih Tahan Lama

Ingin eksterior rumah Anda tetap keren dan tidak cepat ketinggalan zaman? Kenali 5 hal ini yang sebaiknya dihindari sejak awal.​

5 Kesalahan Dekorasi Ini Bikin Rumah Mahal Terlihat Murahan, Begini Penampakannya

Ini 5 kesalahan dekorasi yang bisa membuat rumah mahal terlihat murahan. Cek gorden, lampu, sakelar, dekorasi, dan aroma rumah.

Kebutuhan Keluarga Berubah, Konsep Hunian Multigenerasi Mulai Dilirik

LippoLand mengembangkan konsep Brentwood Villas sebagai hunian untuk keluarga multigenerasi dengan pembagian ruang yang sesuai kebutuhan.