M O M S M O N E Y I D
Keluarga

5 Makanan yang Membuat Kenyang Lebih Lama, Konsumsi Saat Diet!

5 Makanan yang Membuat Kenyang Lebih Lama, Konsumsi Saat Diet!
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 5 makanan yang membuat kenyang lebih lama. Cocok untuk diet, berikut MomsMoney bagikan daftarnya.

Tatkala sedang berusaha menurunkan berat badan, jangan sampai rasa lapar mengalihkan upaya Anda.

Agar proses menurunkan berat badan berpeluang besar untuk sukses, pilihlah makanan yang terbukti bisa mengontrol nafsu makan sekaligus mengenyangkan lebih lama.

Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Usus Bermasalah, Jangan Diabaikan!

Simak dan catat, berikut 5 makanan yang membuat kenyang lebih lama sebagaimana dilansir dari laman Livestrong.com.

1. Makanan tinggi serat

Makanan yang membuat kenyang lebih lama yang pertama yaitu makanan tinggi serat.

Makanan tinggi serat termasuk makanan yang tepat untuk dikonsumsi saat Anda sedang berusaha menurunkan berat badan. Pasalnya, makanan tinggi serat mampu menciptakan rasa kenyang, mengontrol gula darah dengan memperlambat pencernaan karbohidrat, menurunkan asupan kalori, dan menjaga saluran pencernaan tetap bergerak.

Pilihan makanan tinggi serat dan rendah kalori di antaranya kacang-kacangan, oat, barley, biji-bijian, serta sebagian besar sayuran dan buah-buahan utuh.

2. Protein tanpa lemak

Makanan yang membuat kenyang lebih lama yang kedua yaitu protein tanpa lemak.

Untuk mengekang nafsu makan, jangan lupa untuk menyertakan sumber protein tanpa lemak di setiap makanan dan kudapan Anda.

Ketika protein dicerna di usus kecil, pesan kimiawi untuk berhenti makan akan dikirim ke otak. Tak sampai di situ, protein juga dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi.

Guna menjaga nafsu makan tetap terkendali selama menurunkan berat badan, Anda bisa mengonsumsi produk susu bebas lemak, ayam dan kalkun tanpa kulit, telur, tahu, hummus, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

3. Lemak baik

Makanan yang membuat kenyang lebih lama yang ketiga yaitu lemak baik.

Sebenarnya, lemak bermanfaat untuk meningkatkan upaya penurunan berat badan karena mampu memuaskan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

Namun, pastikan lemak yang Anda konsumsi adalah lemak baik seperti lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Karena, jenis lemak ini cenderung menyehatkan jantung sekaligus dapat menahan rasa lapar selama proses diet.

Contoh makanan yang mengandung lemak baik termasuk kacang almond, biji bunga matahari, biji labu, minyak zaitun, minyak kanola, alpukat, serta ikan berlemak seperti sarden dan tuna.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Rebusan Daun Penurun Tekanan Darah Tinggi Secara Alami

4. Karbohidrat dengan indeks glikemik rendah

Makanan yang membuat kenyang lebih lama yang keempat yaitu karbohidrat dengan indeks glikemik rendah.

Indeks glikemik adalah pengukuran seberapa besar makanan yang mengandung karbohidrat memengaruhi kadar gula darah dan insulin.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, roti putih, kentang, dan sereal manis dapat menyebabkan gula darah melonjak yang kemudian meningkatkan rasa lapar.

Sebaliknya, karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti biji-bijian untuh (oat, barley, dan beras merah) mampu membantu mengontrol rasa lapar saat proses diet berlangsung.

5. Makanan dengan kepadatan energi rendah

Makanan yang membuat kenyang lebih lama yang kelima yaitu makanan dengan kepadatan energi rendah.

Makanan dengan kepadatan energi rendah memiliki kalori yang rendah namun volumenya tinggi. Sehingga, Anda bisa makan lebih banyak dan merasa kenyang lebih lama.

Yang tak kalah penting, makanan jenis ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dimakan, mampu memuaskan nafsu makan lebih lama, serta dipenuhi serat dan nutrisi lainnya.

Alih-alih makan donat berlapis kalori, sebaiknya Anda makan sepotong roti gandum utuh dengan 1 sendok teh selai kacang.

Moms, itulah 5 makanan yang membuat kenyang lebih lama yang sebaiknya tidak Anda lewatkan saat diet.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.