M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Daging Kambing Bikin Darah Tinggi? Ini Faktanya

Apakah Daging Kambing Bikin Darah Tinggi? Ini Faktanya
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, apakah daging kambing bikin darah tinggi atau tidak?  

Setiap kali Idul Adha identik dengan daging kurban. Di antara berbagai olahan yang menggugah selera, daging kambing sering menjadi primadona di meja makan.

Sebagian besar orang menghindari daging kambing dengan alasan takut tekanan darah naik. Bahkan, mitos ini telah melekat lama hingga sering dianggap sebagai kebenaran mutlak.

Tapi, apakah daging kambing bikin darah tinggi sebenarnya? MomsMoney akan membahasnya pada kesempatan kali ini.  

Baca Juga: 10 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi secara Alami setelah Idul Adha

Apakah daging kambing bikin darah tinggi?

Menyadur dari Kompas.com, dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, mengatakan bahwa makan daging kambing tidak otomatis menyebabkan tekanan darah naik. Artinya, daging kambing bukanlah penyebab utama hipertensi.

Daging kambing termasuk sumber protein hewani yang baik. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dimasak dengan benar, sebenarnya daging ini bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.

Kandungan lemak dalam daging kambing juga tidak lebih tinggi dibandingkan jenis daging merah lain, seperti daging sapi.

Masalah utama justru ada pada pengolahan daging kambing, bukan pada dagingnya sendiri. Jika daging kambing dimasak dengan banyak garam, lemak, atau santan, maka kandungan sodium dan lemak jenuhnya bisa memicu tekanan darah naik.

Makanan seperti gulai kambing yang kaya santan dan garam atau sate kambing dengan bumbu yang manis dan asin, bisa jadi pemicu utama lonjakan tekanan darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Dengan kata lain, yang berbahaya bukan daging kambingnya, melainkan cara kita menyajikannya.

Baca Juga: 5 Tips Detoks Tubuh setelah Idul Adha biar Tetap Sehat

Tips aman konsumsi daging kambing

Agar tetap bisa menikmati hidangan daging kambing khas Idul Adha tanpa khawatir tekanan darah naik, Anda bisa mengikuti beberapa tips sederhana berikut ini:

  • Kurangi garam
    Gunakan garam secukupnya saat memasak. Hindari menambahkan garam secara berlebihan agar tekanan darah tetap terkontrol.
  • Pilih bagian daging yang sedikit lemak
    Ambil bagian daging yang lebih ramping seperti paha belakang atau bagian dalam, yang lebih rendah lemak dibanding bagian lainnya.
  • Makan dalam porsi wajar
    Jangan makan daging kambing dalam jumlah besar sekaligus. Batasi porsi agar tubuh tidak bekerja terlalu keras mencerna lemak dan kolesterol.
  • Gunakan rempah-rempah alami
    Sebagai alternatif pengganti garam, Anda bisa memakai bumbu alami seperti jahe, kunyit, bawang putih, atau ketumbar yang juga baik untuk kesehatan.
  • Tambahkan sayur dalam menu Anda
    Lengkapi sajian daging kambing dengan sayuran seperti bayam, wortel, brokoli, atau sayuran hijau lainnya untuk menambah serat dan nutrisi.
  • Batasi santan
    Hindari penggunaan santan atau gunakan dalam jumlah kecil saja, karena santan mengandung lemak jenuh yang bisa memicu naiknya kolesterol dan tekanan darah.
  • Perbanyak makanan tinggi kalium
    Konsumsilah makanan seperti pisang, ubi, atau kentang yang kaya kalium. Kalium berfungsi menetralkan efek garam (natrium) dalam tubuh.

Dengan menerapkan tips ini, Anda tetap bisa menikmati hidangan kambing favorit tanpa perlu khawatir tekanan darah naik.

Baca Juga: 12 Olahraga Terbaik untuk Membakar Lemak Tubuh setelah Idul Adha

Jadi, apakah daging kambing bikin darah tinggi? Daging kambing tidak secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi. Yang perlu diwaspadai justru cara memasaknya, terutama jika menggunakan banyak garam, santan, atau lemak.

Daging kambing tetap aman dikonsumsi asal dalam jumlah wajar dan diolah dengan cara yang sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Thailand Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Final, Segel 2 Gelar Juara

Hasil Thailand Masters 2026 Babak Semifinal Sabtu (31/1), 6 wakil Indonesia menembus partai final dan menyegel 2 gelar juara.

Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Volatilitas tinggi menandakan pasar belum sepenuhnya tenang setelah gelombang jual atau likuidasi besar. 

Aset Kripto Ini Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Rontok

Kripto Canton, salah satu yang bertahan naik dan menghuni kripto top gainers 24 jam terakhir.       

Harga Emas Pekan Ini Ditutup Ambles di bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!

Pada perdagangan intraday Jumat, emas sempat ambles 12%, penurunan terbesar dalam empat dekade atawa awal 1980-an.

Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar, Tampil hingga 15 Februari di Ciputra Artpreneur

Musikal Perahu Kertas resmi berlayar, tampil hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan total 21 pertunjukan.​

Samsung Galaxy A55: Desain Mewah Mirip S24, Performa Ngebut di Kelas Menengah

Samsung Galaxy A55 hadir dengan desain bingkai logam dan layar OLED adaptif 120Hz, sangat mirip S24+.  

7 Khasiat Konsumsi Buah Melon untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Ternyata ini, lho, khasiat konsumsi buah melon untuk kesehatan tubuh yang luar biasa. Apa saja?        

Rekomendasi HP Kamera 200 MP: Pilihan Terbaik Januari 2026, Foto Sejernih DSLR

HP kamera 200 MP menjanjikan lompatan kualitas foto. Ketahui bagaimana teknologi ini akan mengubah pengalaman fotografi Anda.

Harga Emas Antam Sabtu 31 Januari 2026 Turun

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.860.000 Sabtu (31/1/2026), turun Rp 260.000 dibanding harga Jumat (30/1/2026).

Anjlok Parah Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Sabtu (31/1/2026)

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Sabtu (31/1/2026) kompak turun. Emas Galeri 24 1 gram jadi Rp 3.171.000, emas UBS Rp 3.186.000