MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global berfluktuasi setelah reli empat hari. Para pedagang mempertimbangkan antara meningkatnya perang di Timur Tengah dan penguatan dollar AS.
Mengutip Bloomberg, Selasa (3/3) pukul 16.41 WIB, harga emas spot turun 0,30% menjadi US$ 5.305,94 per troi ons, setelah sempat naik 1,1%.
Indeks dollar AS menguat hampir 1% minggu ini berjalan, menyebabkan emas menjadi lebih mahal bagi sebagian besar pembeli. Sementara, penurunan imbal hasil juga membebani logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Konflik Timur Tengah mendukung harga emas, yang naik lebih dari 3% selama empat sesi sebelumnya, karena investor lebih menyukai aset yang lebih aman.
Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan melanjutkan serangan militernya selama diperlukan, dan Israel mengumumkan gelombang serangan yang menargetkan pusat komando Iran. Sedangkan, Teheran menyerang infrastruktur migas, serta ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz yang strategis.
Baca Juga: Perang AS-Iran Melambungkan Harga Emas Dekati US$ 5.400
Namun, lonjakan harga energi yang terjadi akibat harga minyak mentah Brent lebih dari US$ 80 per barel pada Selasa, memicu kekhawatrain inflasi di AS. Dus, meningkatkan kemungkinan Federal Reserves akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam jangka waktu lebih lama.
Para pedagang sekarang memperkiraan penurunan suku bunga pada September, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Bahkan, sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu, sudah ada tanda-tanda bahwa inflasi AS akan meningkat. Harga produksi manufaktur bulan Februari melambung pada laju tercepat sejak tahun 2022, menurut indikator dari Institute for Supply Management.
Tahun ini, harga emas telah melonjak hampir 25%, dengan permintaan didukung oleh ketegangan geopolitik dan perdagangan, serta kekhawatian terhadap independensi The Fed. Penarikan diri investor dari aset obligasi dan mata uang alias debasement trade, memberikan dorongan tambahan.
Baca Juga: Turun! Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 3 Maret
Menurut Union Bancaire Privee (UBP SA), terdapat ruang lingkup cukup besar bagi harga emas untuk menguji rekor tertinggi di atas US$ 5.595, yang dicapai akhri Januari, jika konflik Timur Tengah berlanjut selama beberapa minggu. Pada Senin, harga emas ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Namun, Han Xiao, Manajer Umum Zhisui Investment Management Co., menilai, jika situasinya tetap terkendali, harga emas bisa kehilangan sebagian momentum kenaikan. Dampak peristiwa geopolitik terutama perang cenderung terjadi di awal dan terasa cepat.
"Jika situasinya tak memburuk, pengaruhnya terhadap emas mungkin akan berkurang secara bertahap seiring waktu," kata Xiao mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News