MOMSMONEY.ID - Sebenarnya, apakah berhubungan badan bisa menurunkan tekanan darah atau tidak, ya? Intip jawabannya di sini, yuk!
Tekanan darah tinggi sering dikaitkan dengan pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres. Namun, ada satu aktivitas alami yang kerap luput dari pembahasan kesehatan, yaitu hubungan badan.
Aktivitas ini tidak hanya berkaitan dengan kedekatan emosional, tetapi juga memicu berbagai respons fisiologis dalam tubuh. Lalu, muncul pertanyaan menarik, apakah berhubungan badan bisa menurunkan tekanan darah atau tidak? MomsMoney akan membahasnya di sini!
Baca Juga: 5 Makanan yang Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi Anda
Apakah Berhubungan Badan Bisa Menurunkan Tekanan Darah?
Mengutip dari laman Verywell Health, hubungan badan dapat dianggap sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik ringan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, baik pada orang dengan tekanan darah normal maupun yang memiliki masalah kardiovaskular.
Aktivitas fisik membantu memperkuat otot jantung sehingga jantung mampu memompa darah lebih efisien ke seluruh tubuh. Dampaknya, pembuluh darah menjadi lebih lentur dan mudah melebar, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Selain efek seperti olahraga, hubungan badan memberikan manfaat tambahan melalui beberapa mekanisme berikut.
Pertama, pelebaran pembuluh darah. Saat berhubungan badan, tubuh melepaskan hormon oksitosin yang sering disebut hormon cinta. Hormon ini memicu pelepasan oksida nitrat, yaitu zat yang membantu pembuluh darah melebar.
Pelukan dan sentuhan fisik yang berlangsung lebih lama dapat mempertahankan kadar oksitosin, sehingga efek pelebaran pembuluh darah juga bertahan lebih lama.
Kedua, penurunan stres. Hubungan badan memicu pelepasan endorfin yang berfungsi sebagai penambah suasana hati alami. Endorfin membantu meredakan stres, yang merupakan salah satu faktor utama pemicu tekanan darah tinggi.
Selain itu, hubungan intim dengan pasangan juga menciptakan rasa aman dan kedekatan emosional yang dapat menurunkan tingkat stres hingga berjam jam atau bahkan beberapa hari setelahnya.
Baca Juga: 7 Latihan Pernapasan yang Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Ketiga, kualitas tidur yang lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan badan yang diakhiri dengan orgasme dapat meningkatkan kualitas dan durasi tidur.
Tidur yang cukup membantu mengatur hormon penting seperti kortisol dan melatonin, yang berperan dalam pengendalian tekanan darah. Dengan tidur yang lebih nyenyak, tekanan darah cenderung lebih stabil.
Seberapa Besar Pengaruh Hubungan Badan terhadap Tekanan Darah?
Dampak hubungan badan terhadap tekanan darah dalam jangka pendek relatif ringan dan berlangsung singkat. Saat berhubungan badan, denyut jantung dan tekanan darah memang meningkat sementara untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan energi otot.
Namun, setelah orgasme, tekanan darah biasanya turun sedikit dan kembali ke kondisi normal dalam waktu sekitar 10 menit.
Meski efek langsungnya singkat, kebiasaan berhubungan badan secara teratur dapat memberikan manfaat jangka panjang. Hal ini berkaitan dengan efek positifnya terhadap sirkulasi darah serta kemampuannya menurunkan stres dan meningkatkan rasa sejahtera secara keseluruhan.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi hubungan badan dan risiko penyakit kardiovaskular. Individu yang jarang berhubungan badan cenderung memiliki risiko hipertensi dan penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki frekuensi hubungan badan sedang dan teratur.
Namun, frekuensi yang terlalu tinggi juga tidak selalu memberikan manfaat tambahan dan dalam beberapa kasus justru dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah jantung.
Baca Juga: Inilah Manfaat Minum Jus Bit untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Apakah Jenis Hubungan Badan Berpengaruh?
Hubungan badan dengan pasangan memberikan manfaat tambahan berupa dukungan emosional dan stabilitas hubungan. Faktor seperti frekuensi dan kualitas hubungan seksual berperan dalam menurunkan stres jangka panjang, terutama pada pasangan usia lanjut.
Beberapa studi menunjukkan bahwa kualitas hubungan seksual lebih berpengaruh terhadap kesehatan jantung pada wanita, sementara frekuensi hubungan badan lebih berpengaruh pada pria.
Penelitian lain juga menemukan bahwa individu yang rutin melakukan hubungan badan penetratif memiliki tekanan darah sistolik lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya melakukan masturbasi atau aktivitas seksual non penetratif.
Hal ini diduga karena respons tubuh terhadap stres lebih teredam pada aktivitas seksual yang melibatkan keintiman penuh dengan pasangan.
Jadi, apakah berhubungan badan bisa menurunkan tekanan darah atau tidak? Berhubungan badan dapat membantu menurunkan tekanan darah secara sementara karena bekerja seperti aktivitas fisik ringan yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Pelepasan hormon oksitosin dan endorfin saat hubungan intim membantu melebarkan pembuluh darah, menurunkan stres, serta meningkatkan kualitas tidur yang berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.
Meski demikian, manfaat ini bersifat pendukung dan tetap perlu diimbangi dengan gaya hidup sehat agar tekanan darah Anda terkontrol secara optimal.
Selanjutnya: Tiga Game Roblox yang Wajib Dicoba di POCO Pad M1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News