M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jangan Abaikan! Ini 9 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Garam pada Tubuh

Jangan Abaikan! Ini 9 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Garam pada Tubuh
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lho, tanda terlalu banyak konsumsi garam pada tubuh yang penting Anda ketahui. Apa saja?

Garam merupakan salah satu bahan yang hampir selalu ada dalam setiap masakan. Rasanya yang gurih mampu meningkatkan cita rasa makanan dan membuat hidangan terasa lebih nikmat. Meski demikian, konsumsi garam yang berlebihan dapat memberi dampak serius bagi kesehatan tubuh.

Tubuh memang membutuhkan natrium dalam jumlah tertentu untuk membantu menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, serta kerja otot. Namun, asupan natrium yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan tersebut.

Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, garam dapat meningkatkan tekanan darah dan memberi tekanan lebih besar pada jantung, ginjal, serta pembuluh darah.

Tubuh sering memberikan berbagai sinyal ketika Anda mengonsumsi garam terlalu banyak. Sinyal ini dapat muncul dalam bentuk perubahan fisik maupun keluhan yang terasa sehari-hari.

Baca Juga: 6 Tanda pada Tubuh Ketika Terlalu Banyak Konsumsi Serat

Bersumber dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa tanda terlalu banyak konsumsi garam pada tubuh:

1. Haus dan dehidrasi

Tubuh memerlukan jumlah natrium yang seimbang untuk menjaga cairan di dalam dan di luar sel. Jika Anda makan makanan tinggi garam tanpa menambah asupan air, tubuh akan menarik cairan dari sel agar kadar natrium tetap seimbang.

Hal ini membuat tubuh kekurangan cairan dan menimbulkan rasa haus yang berlebihan. Gejalanya bisa berupa mulut kering, kulit terasa kaku, serta mata yang tampak cekung karena jaringan kehilangan air.

2. Pusing

Terlalu banyak garam bisa menyebabkan pusing, terutama karena dehidrasi. Sakit kepala ini biasanya terasa menekan dan bisa disertai gejala lain seperti pusing, mudah marah, serta sulit berkonsentrasi.

Dalam kasus tekanan darah yang sangat tinggi, sakit kepala parah bisa muncul bersamaan dengan mual, nyeri dada, bahkan kejang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan garam membantu menurunkan risiko sakit kepala, terutama pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

3. Mudah lelah

Kelelahan sering muncul akibat kadar natrium dalam darah yang terlalu tinggi, kondisi ini dikenal sebagai hipernatremia. Ketidakseimbangan cairan dapat memengaruhi otak dan menyebabkan pembengkakan.

Akibatnya, Anda bisa merasa lemah, lesu, dan kurang berenergi. Meskipun dehidrasi sering menjadi penyebab utama, konsumsi garam yang terlalu tinggi juga bisa memperburuk kondisi ini.

Baca Juga: 8 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Kafein pada Tubuh, Apa Saja?

4. Jantung berdebar

Natrium berperan penting dalam menjaga detak jantung tetap normal. Namun jika jumlahnya berlebihan, keseimbangan elektrolit dalam tubuh terganggu. Hal ini bisa menyebabkan jantung berdebar atau terasa berdetak tidak teratur.

Meskipun tidak selalu berbahaya, detak jantung yang tidak normal dapat disertai gejala seperti nyeri dada, pusing, atau bahkan pingsan jika terjadi terus menerus.

5. Kembung dan pembengkakan

Salah satu tanda paling umum dari konsumsi garam berlebih adalah pembengkakan atau kembung. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menahan terlalu banyak cairan. Anda mungkin akan melihat wajah tampak bengkak, terutama di sekitar mata, atau kaki terasa berat dan membesar.

Pada beberapa orang, hal ini juga bisa menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa pola makan tinggi garam dapat meningkatkan risiko kembung pada saluran pencernaan.

6. Berat badan naik

Konsumsi garam berlebihan sering membuat berat badan naik secara tiba-tiba. Kenaikan ini umumnya bukan karena penumpukan lemak, melainkan karena tubuh menahan air.

Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan natrium yang tinggi juga bisa berhubungan dengan peningkatan lemak tubuh. Artinya, kebiasaan mengonsumsi makanan asin bukan hanya memicu pembengkakan, tetapi juga dapat memperlambat metabolisme.

Baca Juga: 6 Risiko Konsumsi Minuman Elektrolit Terlalu Banyak, Bikin Tekanan Darah Tinggi!

7. Tekanan darah meningkat

Terlalu banyak garam membuat tubuh menahan cairan, yang menyebabkan volume darah meningkat. Kondisi ini menekan dinding pembuluh darah dan membuat tekanan darah naik.

Jika dibiarkan, risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke akan meningkat. Menurut data dari WHO, membatasi garam hingga sekitar lima gram per hari dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi kesehatan jangka panjang.

8. Gangguan pencernaan

Asupan garam tinggi juga bisa mengganggu sistem pencernaan. Gejalanya meliputi mual, sakit perut, hingga diare. Kondisi ini terjadi karena kelebihan cairan di saluran pencernaan dan ketidakseimbangan bakteri baik dalam usus.

Jika keseimbangan mikrobioma terganggu, proses penyerapan cairan menjadi tidak optimal sehingga timbul masalah seperti kembung, gas, dan rasa tidak nyaman di perut.

9. Sulit tidur

Makanan yang terlalu asin dapat mengganggu pola tidur. Retensi cairan yang terjadi bisa menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur dan meningkatkan risiko apnea tidur.

Selain itu, tekanan darah yang tinggi akibat garam berlebih juga dapat menimbulkan sakit kepala dan nyeri dada yang membuat tidur tidak nyenyak.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kadar natrium tinggi bisa mengacaukan hormon yang mengatur siklus tidur sehingga Anda lebih mudah terbangun di malam hari.

Baca Juga: 5 Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Protein yang Penting Diketahui

Nah, itu tadi beberapa tanda terlalu banyak konsumsi garam pada tubuh. Mengontrol asupan garam sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Jika Anda sering merasa haus, pusing, atau bengkak setelah makan, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh sudah kelebihan garam.

Cobalah mengurangi makanan olahan, camilan asin, serta saus kemasan, dan imbangi dengan minum air putih yang cukup. Dengan pola makan yang lebih seimbang, tekanan darah akan lebih stabil, sistem pencernaan membaik, dan tidur pun menjadi lebih berkualitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jadwal Timnas Futsal Indonesia di AFF 2026, Langkah Garuda Pertahankan Gelar

Berikut ini jadwal Timnas Futsal Indonesia di AFF 2026, lengkap dengan lawan, jam tanding, dan peluang lolos fase gugur.​

Tren Tirai Lemari Dapur 2026 Bisa Bikin Dapur Rapi, Estetik, dan Lebih Hidup

Yuk, simak tren tirai lemari dapur yang bikin tampilan rapi, estetik, dan praktis tanpa harus selalu menata isi kabinet.​

Realme P4 Lite: Baterai 6300 mAh, Tawarkan Daya Tahan Ekstrem hingga 6 Tahun

Realme P4 Lite hadir dengan sistem pendingin VC 5.300+ mm² untuk performa maksimal. Lihat bagaimana fitur ini mengubah pengalaman gaming Anda.

Promo Wingstop April: Nikmati Ayam Lezat Hanya Rp 24 Ribuan, Hemat Maksimal

Bingung cari makan siang praktis dan ramah kantong? Wingstop punya solusinya. Dapatkan paket ayam komplit hanya Rp 24 ribuan.

Kesehatan Miss V Terancam, Cek 6 Makanan Pemicu Keputihan Ini

Kesehatan area intim perempuan sangat dipengaruhi asupan harian. Ketahui 6 makanan penyebab keputihan berikut ini.

Promo HokBen HUT ke-41 dengan GrabGood, GoFood, & ShopeeFood Diskon Spesial

Makan enak di HokBen lebih hemat. HUT ke-41 hadirkan promo spesial di GoFood, GrabFood, ShopeeFood. Temukan menu favoritmu dengan harga terbaik!

Anak Kecanduan Gadget? Ini 6 Solusi Ampuh yang Wajib Orang Tua Coba Terapkan

Membimbing anak di era digital memang menantang. Kini ada 6 cara efektif agar si kecil tak lagi kecanduan gadget dan tumbuh cerdas.

4 Manfaat Bawang Putih untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Ada beberapa manfaat bawang putih untuk menjaga kesehatan tubuh yang luar biasa. Cek di sini selengkapnya!  

Rahasia Upgrade Eksterior Rumah Tradisional Jadi Lebih Modern dan Estetik

Cek inspirasi berikut untuk upgrade eksterior rumah tradisional jadi lebih modern, estetik, dan nyaman tanpa renovasi besar.​

9 Risiko Kesehatan Makan Cokelat Terlalu Banyak yang Penting Diketahui

Ternyata ini, lho, beberapa risiko kesehatan makan cokelat terlalu banyak. Apa sajakah itu?