M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Rekomendasi Makanan yang Bisa Mencegah Sembelit, Tinggi Serat!

7 Rekomendasi Makanan yang Bisa Mencegah Sembelit, Tinggi Serat!
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Cek beberapa rekomendasi makanan yang bisa mencegah sembelit berikut ini, yuk!

Sistem pencernaan bekerja seperti jalur distribusi dalam tubuh. Makanan yang masuk diproses, diserap nutrisinya, lalu sisanya dikeluarkan sebagai limbah.

Ketika proses ini berjalan lambat, salah satu keluhan yang sering muncul adalah sembelit. Kondisi ini membuat buang air besar terasa sulit, jarang, atau disertai rasa tidak nyaman pada perut.

Salah satu penyebab paling umum sembelit adalah kurangnya asupan serat. Serat membantu meningkatkan volume feses sekaligus menjaga pergerakan usus tetap lancar. Tanpa serat yang cukup, sisa makanan cenderung bergerak lebih lambat di saluran pencernaan sehingga memicu konstipasi.

Kabar baiknya, Anda bisa membantu mengatasi dan mencegah sembelit melalui pilihan makanan sehari hari. Beberapa jenis makanan mengandung serat tinggi yang mampu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus membuat buang air besar lebih teratur.

Baca Juga: 13 Cara Alami Mengatasi Sembelit yang Bisa Anda Coba

Mengutip dari laman Verywell Health, berikut ini beberapa rekomendasi makanan yang bisa mencegah sembelit:

1. Kale

Kale merupakan salah satu sumber utama serat tidak larut. Dalam satu mangkuk kale yang dimasak terdapat sekitar 5,1 gram serat dan lebih dari cukup vitamin K harian yang dibutuhkan tubuh. Sayuran hijau ini juga kaya akan antioksidan dan vitamin C.

2. Lentil

Setengah mangkuk lentil mengandung sekitar 3,8 gram serat tidak larut, sekaligus memberikan asupan zat besi dan folat. Lentil mudah diolah, harganya terjangkau, dan cocok untuk menu vegetarian maupun vegan.

3. Almond

Dalam satu porsi almond atau sekitar 23 butir, terdapat sekitar 3,5 gram serat tidak larut. Selain itu, almond juga mengandung protein, vitamin E, dan mangan yang baik untuk kesehatan.

Almond bisa dijadikan camilan sehat, topping untuk tumisan sayuran seperti brokoli atau kembang kol, atau bahan tambahan dalam oatmeal dan kismis.

Baca Juga: Sembelit Hilang dengan Konsumsi 6 Makanan Sehat Pelancar BAB Ini

4. Pir

Satu buah pir ukuran sedang menyediakan sekitar 3,2 gram serat tidak larut. Selain itu, kulitnya mengandung pektin, yaitu serat larut yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Pir juga rendah kalori dan mengandung mineral penting seperti kalium dan tembaga.

Pir bisa disantap langsung, direbus dengan madu dan yogurt sebagai hidangan penutup, atau dijadikan campuran salad dengan daging ayam panggang, cranberry, kenari, dan keju feta.

5. Quinoa

Quinoa dikenal sebagai sumber serat tidak larut yang baik, sekitar 2,5 gram per setengah mangkuk. Selain tinggi serat, quinoa juga mengandung protein, folat, dan antioksidan.

Karena bebas gluten, quinoa bisa menjadi pengganti pasta atau nasi. Sajikan dengan sayuran hijau, buah kering, dan kacang untuk meningkatkan kandungan seratnya. Tambahkan saus tahini agar rasanya lebih gurih dan nikmat.

6. Raspberry

Buah mungil ini rendah kalori, rendah karbohidrat, namun kaya serat tidak larut sekitar 2,3 gram per setengah mangkuk. Raspberry juga mengandung vitamin C dan antioksidan tinggi yang bermanfaat melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Anda bisa mencampurkannya dengan buah lain seperti stroberi, menambahkannya ke yogurt atau pancake gandum utuh sebagai menu sarapan sehat.

Baca Juga: 5 Cara Konsumsi Jahe untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

7. Pasta Gandum Utuh

Pasta yang terbuat dari gandum utuh mengandung lebih banyak serat, termasuk serat tidak larut, dibandingkan pasta dari tepung putih olahan. Dalam satu porsinya, terdapat sekitar 2,2 gram serat. Selain itu, pasta jenis ini juga mengandung lebih banyak vitamin dan mineral.

Nah, itu tadi beberapa rekomendasi makanan yang bisa mencegah sembelit. Makanan di atas bisa membantu Anda memenuhi kebutuhan serat harian sekaligus menjaga sistem pencernaan tetap lancar.

Serat tidak larut berfungsi mempercepat pergerakan makanan di usus dan mencegah sembelit. Jadi, tambahkan beberapa di antaranya ke menu harian Anda untuk pencernaan yang lebih sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

8 Makanan Alami untuk Stabilkan Gula Darah yang Tinggi Serat

Tahukah bahwa ada beberapa makanan alami untuk stabilkan gula darah yang tinggi serat, lo. Ini dia daftarnya!

7 Rekomendasi Makanan yang Bisa Mencegah Sembelit, Tinggi Serat!

Cek beberapa rekomendasi makanan yang bisa mencegah sembelit berikut ini, yuk!                       

Jangan Abaikan! Ini 9 Tanda Terlalu Banyak Konsumsi Garam pada Tubuh

Ternyata ini, lo, tanda terlalu banyak konsumsi garam pada tubuh yang penting Anda ketahui. Apa saja?

Kabupaten dan Kota Ini Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/3)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Jumat 6 Maret 206 dengan status Siaga hujan sangat lebat di kabupaten dan kota di Indonesia berikut ini.

5 Sayuran yang Efektif Menurunkan Tekanan Darah Tinggi secara Alami

Ada beberapa sayuran yang efektif menurunkan tekanan darah tinggi secara alami, lo. Intip selengkapnya di sini, yuk!

Jadwal Buka Puasa Kota Probolinggo Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag

Mari intip jadwal buka puasa Kota Probolinggo Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag berikut ini. Jangan lupa catat, ya!

Jadwal Buka Puasa Kota Madiun Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag

Cek dan catat jadwal buka puasa Kota Madiun Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag resmi berikut ini, yuk!

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/3) di Jabodetabek, Hujan Sangat Lebat di Mana?

Peringatan dini BMKG cuaca besok Jumat (6/3) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

5 Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan untuk Gula Darah hingga Jantung, Cek Faktanya

Ada 5 manfaat jalan kaki setelah makan untuk kesehatan. Salah satunya menurunkan gula darah, berikut informasi selengkapnya.

Jadwal Buka Puasa Kota Kediri Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag

Yuk, intip jadwal buka puasa Kota Kediri Ramadan 5 Maret 2026 dari Kemenag berikut ini.