MOMSMONEY.ID - Mengenal kualitas udara dan beberapa faktor yang memengaruhinya. Simak penjelasan dari BMKG berikut ini, yuk.
Udara yang dihirup sehari-hari adalah salah satu fondasi kesehatan. Kualitas udara yang dihirup bisa memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.
Mengutip laman resmi BMKG, Rabu (18/3), kualitas udara adalah ukuran kebersihan dari polutan yang tak kasat mata. Partikel kecil yang berbahaya di udara membahayakan kesehatan ketika dihirup.
Secara umum, kualitas udara dipengaruhi oleh pencemaran udara dan efek gas rumah kaca.
Pencemaran udara berasal dari asap kendaraan, emisi pabrik industri, dan pembakaran sampah yang melepas zat berbahaya ke atmosfer.
Baca Juga: Fakta Ruang Khusus Merokok Tidak Efektif Menekan Polusi Udara
Udara yang tercemar dapat mengganggu sistem pernapasan, ekosistem lingkungan, dan menurunkan kualitas hidup.
Gas rumah kaca (GRK) adalah selimut alami bagi bumi. Fungsi GRK adalah mengontrol suhu di Bumi agar tetap stabil. Gas-gas utamanya meliputi karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida.
Beberapa unsur pencemaran udara menurunkan kualitas udara. Seperti partikulat yang berasal dari asap kendaraan, pabrik industri, dan pembakaran sampah. Ada juga sulfur dioksida yang berasal dari pembakaran minyak dan batubara.
GRK berperan dalam pemanasan global dan perubahan iklim. Beberapa unsur GRK yang memengaruhi kualitas udara seperti metana yang berasal dari tambang, nitrous oksida yang berasal dari limbah pertanian, dan sulfur heksafluorida.
Terdapat beberapa cara agar kita bisa menjaga kualitas udara. Misalnya, hemat energi di rumah, menanam pohon, dan mengolah sampah secara ramah lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News