M O M S M O N E Y I D
Bugar

9 Tips Menurunkan Gula Darah Tinggi secara Alami saat Hamil

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Bumil wajib tahu! Ini dia tips menurunkan gula darah tinggi secara alami saat hamil.

Diabetes gestasional adalah kondisi yang terjadi pada wanita hamil dan menyebabkan gula darah mereka meningkat.

Gula darah dapat meningkat selama kehamilan karena hormon yang diproduksi oleh janin dan plasenta menghambat tubuh untuk menggunakan insulin dengan baik. Untuk mengimbangi hal ini, tubuh ibu hamil harus memproduksi lebih banyak insulin agar kadar gula darah tetap stabil.

Namun, jika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin, glukosa akan terakumulasi di dalam darah daripada diserap oleh sel-sel tubuh, yang menyebabkan kadar glukosa yang lebih tinggi.

Meskipun kondisi ini bisa menakutkan, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan gula darah dan menjaga kesehatan ibu serta bayi. MomsMoney akan membahasnya di sini.

Baca Juga: Berapa Level Kadar Gula Darah yang Berbahaya bagi Penderita Diabetes

Bagaimana Pengaruh Gula Darah Tinggi terhadap Kehamilan?

Dikutip dari laman The Health Site, peningkatan gula darah pada ibu hamil dapat mempengaruhi bayi dalam kandungan dengan meningkatkan kadar insulin, yang pada gilirannya bisa membuat ukuran bayi menjadi lebih besar.

Hal ini dapat menyebabkan masalah saat kelahiran, seperti trauma kelahiran, terutama distosia bahu, serta meningkatkan risiko infeksi dan keterlambatan perkembangan paru-paru bayi.

Selain itu, kadar gula darah dan oksigen yang rendah pada bayi juga bisa terjadi. Kadar insulin yang tinggi pada bayi bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik di masa depan.

Bagi ibu, diabetes gestasional (GDM) meningkatkan risiko trauma saat melahirkan karena ukuran bayi yang besar, serta meningkatkan kemungkinan untuk menjalani persalinan caesar. GDM juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah selama kehamilan.

Selain itu, risiko kelahiran prematur dan infeksi lebih tinggi. Ibu yang mengalami GDM selama kehamilan juga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Baca Juga: Inilah Pilihan Makanan yang Menjaga Kestabilan Gula Darah Anda

Tips Menurunkan Gula Darah Tinggi secara Alami saat Hamil

Berikut adalah beberapa tips menurunkan gula darah tinggi secara alami saat hamil:

1. Menjaga Berat Badan yang Sehat

Menjaga berat badan yang sehat sebelum dan setelah kehamilan sangat penting. Selain itu, makan dengan pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur selama kehamilan dapat mengurangi risiko terkait GDM.

2. Pilih Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah dan kaya protein, seperti buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ayam, ikan, dan kacang kedelai. Ini akan membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

3. Hindari Makanan Tertentu

Hindari makanan yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, seperti minuman manis, jus buah, produk roti olahan, dan es krim. Selain itu, hindari juga minuman berkarbonasi yang dapat memperburuk kondisi gula darah.

Baca Juga: Apakah Stres Bisa Membuat Gula Darah Naik? Ini Penjelasannya

4. Kurangi Asupan Garam

Mengurangi konsumsi garam sangat penting karena dapat mempengaruhi tekanan darah, yang seringkali meningkat pada wanita dengan diabetes gestasional.

5. Olahraga Secara Teratur

Melakukan olahraga ringan secara rutin dapat membantu mengontrol gula darah. Cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit dengan intensitas sedang, lima hari seminggu.

6. Pemantauan Gula Darah

Pantau kadar gula darah Anda dengan cermat untuk memastikan tetap dalam rentang yang sehat. Ini dapat dilakukan dengan memeriksa gula darah secara rutin sesuai petunjuk dokter.

Baca Juga: 11 Obat Herbal Penurun Gula Darah Alami yang Efektif

7. Menggunakan Obat atau Insulin

Ikuti saran dokter mengenai penggunaan obat atau insulin. Insulin merupakan cara yang paling efektif dan aman untuk mengontrol gula darah tinggi selama kehamilan.

8. Pemeriksaan Rutin

Lakukan pemeriksaan antenatal dan USG secara teratur untuk memantau kondisi bayi Anda. Ini penting untuk memastikan perkembangan bayi berjalan dengan baik meski ada diabetes gestasional.

9. Tes Pasca-persalinan

Setelah melahirkan, lakukan tes untuk diabetes 6-12 minggu setelah melahirkan, untuk memastikan gula darah Anda kembali normal.

Baca Juga: 8 Buah Sehat yang Bagus untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes

Demikianlah ulasan tentang tips menurunkan gula darah tinggi secara alami saat hamil. Penting untuk menyadari adanya kondisi ini, memantau gula darah secara rutin, dan mengendalikan kadar gula darah tepat waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia  

9 Rekomendasi Camilan untuk Menjaga Kesehatan Jantung yang Kaya Protein

Cek rekomendasi camilan untuk menjaga kesehatan jantung yang kaya protein ini, yuk!