M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Tanda Mikrobioma Kulit Tidak Seimbang, Bikin Bekas Jerawat Susah Hilang

4 Tanda Mikrobioma Kulit Tidak Seimbang, Bikin Bekas Jerawat Susah Hilang
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Kesehatan kulit bukan hanya soal apa yang terlihat di permukaan, melainkan tentang ekosistem mikroskopis yang hidup di atasnya, yang dikenal sebagai mikrobioma kulit.

Mikrobioma ini terdiri dari bakteri baik, jamur, dan virus yang berfungsi sebagai garda terdepan pelindung tubuh dari infeksi dan iritasi lingkungan.

Ketidakseimbangan mikrobioma atau dysbiosis terjadi ketika populasi bakteri jahat mulai mendominasi bakteri baik. Adapun mikrobioma yang terganggu dapat melemahkan penghalang kulit (skin barrier), sehingga memicu berbagai masalah kulit yang sulit disembuhkan dengan perawatan biasa.

Baca Juga: 6 Ide Kamar Mandi Warna Cerah yang Bikin Ruang Sempit Terasa Tenang

Memahami sinyal yang diberikan oleh tubuh sangatlah penting untuk mencegah kerusakan menjadi lebih parah. Wajib tahu, berikut 4 tanda mikrobioma kulit tidak seimbang yang perlu diwaspadai, dilansir dari Medical News Today dan Healthline.

1. Peradangan Akut dan Jerawat Membandel

Salah satu tanda paling nyata dari mikrobioma kulit yang terganggu adalah munculnya jerawat atau peradangan yang tidak kunjung reda.

Dalam ekosistem yang sehat, bakteri baik seperti Staphylococcus epidermidis dapat membantu menjaga pertumbuhan bakteri penyebab jerawat (Cutibacterium acnes) tetap terkendali.

Ketika keseimbangan ini goyah, bakteri penyebab jerawat akan berkembang biak tanpa hambatan lalu memicu peradangan, kemerahan, dan jerawat kistik yang menyakitkan.

Jika Anda merasa jerawat lebih sering muncul dari biasanya padahal rutinitas pembersihan sudah benar, bisa jadi mikrobioma kulit Anda sedang kehilangan kemampuan alaminya untuk melawan patogen berbahaya.

2. Kulit Sangat Kering, Sensitif, dan Mudah Gatal

Mikrobioma yang sehat berperan vital dalam menjaga hidrasi kulit dengan membantu produksi lipid dan pelembab alami. Saat ekosistem ini rusak, kulit akan kehilangan kemampuannya untuk mengunci kelembaban, sehingga mengakibatkan kondisi kering kronis atau dehidrasi seluler.

Gejala ini sering kali disertai dengan rasa gatal, tekstur kulit yang kasar, dan sensitivitas yang meningkat terhadap produk skincare yang biasanya aman digunakan.

Para ahli menyebutkan bahwa tanpa perlindungan dari bakteri baik, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritan eksternal, sehingga memicu reaksi alergi atau dermatitis yang membuat kulit terasa perih dan tidak nyaman.

Baca Juga: Tinggi Natrium & Gula, Ini 5 Bahaya Sering Makan Kecap Manis Termasuk Hipertensi

3. Kondisi Kulit Kronis Kambuh

Banyak kondisi kulit kronis seperti eksim, rosacea, atau psoriasis yang berkaitan erat dengan kesehatan mikrobioma.

Ketidakseimbangan bakteri sering kali menjadi pemicu utama kekambuhan (flare-up) gejala-gejala tersebut. Misalnya, pada penderita eksim, dominasi bakteri Staphylococcus aureus sering kali ditemukan saat kondisi kulit memburuk.

Jika Anda merasa gejala penyakit kulit yang Anda miliki menjadi lebih agresif atau sulit dikontrol dengan obat-obatan standar, hal itu merupakan sinyal kuat bahwa ekosistem mikroba di permukaan kulit sedang mengalami gangguan serius dan memerlukan perbaikan skin barrier.

4. Wajah Kusam dan Proses Penyembuhan Luka Melambat

Mikrobioma kulit yang seimbang berperan dalam proses regenerasi sel dan pemulihan jaringan yang rusak. Ketika bakteri baik jumlahnya berkurang, pergantian sel kulit mati pun menjadi tidak optimal. Akibatnya, wajah tampak kusam, kehilangan rona alaminya, dan terlihat tidak segar.

Selain itu, Anda mungkin menyadari bahwa bekas jerawat atau luka kecil membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk sembuh. Hal ini terjadi karena mikrobioma yang terganggu gagal mengirimkan sinyal kimiawi yang diperlukan untuk merangsang sistem imun dalam memperbaiki jaringan.

Kulit yang kehilangan keseimbangan mikroba akan tampak lelah dan sulit mencapai tampilan glowing meskipun sudah menggunakan berbagai produk pencerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hujan Amat Lebat Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (8/9)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Selasa 8 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.

Penutupan 7 Bandara termasuk Soekarno Hatta Diperpanjang Lagi hingga Jam 23.59 WIB

Update: penghentian operasional tujuh bandara kembali diperpanjang akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Senin (7/9) tengah malam.

Converse Rilis Chuck 70X Bareng Karina Aespa, Ada Bonus Photocard Eksklusif

 Converse merilis Chuck 70X, interpretasi terbaru dari koleksi Chuck Taylor yang jadi koleksi orisinal Converse.

Terapi Cahaya untuk Kulit Mulai Populer, Ini yang Perlu Diperhatikan

​Celluma resmi diperkenalkan di Indonesia dengan membawa teknologi photobiomodulation untuk perawatan kulit.  

Selisih Harga Jual-Buyback Emas UBS Melebar, Pegadaian Masih Paling Tipis

Spread emas UBS melebar pada hari ini. Berbeda dengan spread pada produk emas lainnya yang mayoritas tetap.

Antam Masih Tertinggi, Cek Peringkat Harga Buyback Emas Terbaru

Harga buyback emas hari ini turun di seluruh produk yang dipantau. Antam masih mencatat harga buyback tertinggi.

Terbatas 3 Hari, Klaim Promo HokBen SSR Deals, Ada Gratis HokBen Fried Chicken

Jangan lewatkan promo HokBen edisi September! Dapatkan gratisan Hot Deals dan paket menu seru lainnya untuk makan hemat.

Ramalan Zodiak Besok Selasa 8 September 2026, Karier hingga Kesehatan

Simak ramalan zodiak besok Selasa 8 September 2026, mulai dari karier, keuangan, cinta, hingga kesehatan 12 zodiak.

Ramalan Shio Besok Selasa 8 September 2026, Naga Paling Beruntung

Simak ramalan shio besok Selasa 8 September 2026, Naga paling beruntung, sementara Kelinci perlu lebih berhati-hati.

Prakiraan Cuaca di Banten Besok Selasa (8/9), Seluruh Wilayah Cerah

​BMKG memperkirakan cuaca besok di seluruh wilayah Banten akan cerah, sementara lusa akan didominasi cuaca cerah.