MOMSMONEY.ID - Mau renovasi dapur? Kenali 9 hal penting agar ruang dapur lebih nyaman, fungsional, dan biaya renovasi tetap terkendali.
Renovasi dapur sering terlihat sederhana karena yang tampak hanya mengganti kabinet, meja, atau warna dinding. Padahal, perubahan di area ini bisa menyentuh banyak hal sekaligus, mulai dari tata ruang, listrik, air, pencahayaan, sampai kebiasaan keluarga saat memasak.
Melansir dari Houzz, perencanaan sebaiknya dimulai dari memahami kebutuhan ruang sebelum menentukan tampilan akhirnya.
Bagi pemilik rumah yang ada di Indonesia, cara ini juga penting supaya renovasi tidak berhenti di tengah jalan karena anggaran yang meleset.
“Saya selalu merekomendasikan kepada klien saya untuk mendapatkan setidaknya tiga estimasi dari kontraktor,” ujar Rebekah Zaveloff, Co-Founder dan Creative Director Imparfait Design Studio.
Pahami masalah dapur saat ini
Sebelum mencari inspirasi desain, lihat dulu apa yang sebenarnya mengganggu dari dapur lama. Bisa jadi masalahnya bukan desain, melainkan tempat penyimpanan kurang, area memasak terlalu sempit, pencahayaan minim, atau posisi peralatan tidak praktis.
Baca Juga: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 30-31 Juli 2026, Bahan Kue dan Puding Harga Spesial
Catat kebutuhan yang paling sering muncul dalam aktivitas sehari hari. Dari sini, Anda bisa membedakan bagian yang memang harus direnovasi dengan bagian yang sebenarnya masih layak dipertahankan.
Sesuaikan desain dengan kebiasaan keluarga
Dapur untuk keluarga yang setiap hari memasak tentu berbeda dengan dapur yang hanya digunakan sesekali. Pertimbangkan jumlah orang yang biasa beraktivitas di dalamnya, kebutuhan penyimpanan, ukuran peralatan, dan ruang gerak.
Jangan sampai dapur terlihat cantik dalam foto, tetapi justru membuat aktivitas memasak terasa sempit dan merepotkan.
Tentukan anggaran sebelum memilih material
Anggaran sebaiknya sudah memiliki batas sejak awal. Tidak harus langsung sangat detail, tetapi setidaknya Anda tahu berapa kemampuan maksimal yang tersedia.
Masukkan pula biaya pembongkaran, instalasi listrik dan air, pemasangan material, serta kemungkinan pekerjaan tambahan. Setelah itu, bedakan kebutuhan utama dengan elemen yang hanya menjadi pemanis.
Utamakan tata ruang daripada tren
Model kabinet atau backsplash bisa diganti kapan saja, tetapi kesalahan tata ruang akan terasa setiap hari. Karena itu, tentukan lebih dahulu posisi area memasak, mencuci, menyimpan, dan menyiapkan makanan.
Setelah alurnya nyaman, barulah pilih warna, material, dan gaya yang sesuai. Prinsip sederhananya, dapur harus enak digunakan dulu sebelum terlihat menarik.
Pilih material yang masuk akal
Jangan memilih material hanya karena sedang populer. Kondisi rumah, intensitas memasak, kelembapan, panas, dan kemudahan membersihkan permukaan juga perlu dipertimbangkan.
Material yang mudah dirawat dan sesuai dengan aktivitas keluarga sering kali lebih berguna dalam jangka panjang daripada pilihan yang hanya unggul dari sisi tampilan.
Gunakan tenaga profesional untuk pekerjaan teknis
Jika renovasi menyangkut instalasi listrik, air, gas, atau perubahan struktur, gunakan tenaga yang memiliki kompetensi sesuai pekerjaannya. Untuk pekerjaan tertentu, periksa juga aturan dan kebutuhan izin yang berlaku di wilayah tempat tinggal.
Sebelum menentukan pilihan, lihat pengalaman, portofolio, rincian pekerjaan, jadwal, serta tanggung jawab masing masing pihak.
Baca Juga: 9 Ide Menaruh Microwave di Dapur biar Ruang Hemat dan Tetap Estetik
Bandingkan penawaran kontraktor
Jangan terpaku pada angka paling murah. Mintalah beberapa estimasi dan periksa apa saja yang sudah termasuk di dalamnya.
Bandingkan material, cakupan pekerjaan, lama pengerjaan, mekanisme pembayaran, pekerjaan tambahan, serta garansi. Untuk itu, Anda tidak mudah terkecoh oleh harga awal yang tampak murah tetapi ternyata belum mencakup banyak kebutuhan.
Siapkan rumah sebelum dibongkar
Pembongkaran biasanya membawa debu, suara bising, dan puing. Jika tetap tinggal di rumah, siapkan area memasak sementara dan pindahkan barang yang mudah rusak.
Sebelum pekerjaan dimulai, bicarakan jadwal kerja, akses pekerja, pembuangan puing, perlindungan area rumah, dan cara menerima informasi perkembangan proyek.
Periksa semuanya sebelum dianggap selesai
Setelah pekerjaan utama selesai, jangan langsung beranggapan renovasi sudah beres. Periksa kabinet, keran, lampu, lantai, cat, sambungan, dan peralatan dapur satu per satu.
Jika masih ada bagian yang kurang rapi atau belum berfungsi sebagaimana mestinya, masukkan ke daftar perbaikan. Cara sederhana ini membantu memastikan hasil akhir benar benar siap dipakai.
Renovasi dapur tidak harus selalu mahal untuk menghasilkan ruang yang nyaman. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan keluarga, menentukan prioritas, mengatur anggaran, dan menyusun pekerjaan secara berurutan.
Melakukan perencanaan seperti ini, dapur bukan hanya terlihat lebih segar, tetapi juga lebih enak digunakan untuk aktivitas sehari hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News