M O M S M O N E Y I D
Bugar

9 Rekomendasi Makanan untuk Menguatkan Tulang agar Tetap Sehat

9 Rekomendasi Makanan untuk Menguatkan Tulang agar Tetap Sehat
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa saja rekomendasi makanan untuk menguatkan tulang agar tetap sehat, ya? Mari intip selengkapnya di sini!

Menjaga kesehatan tulang menjadi hal penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Tulang yang kuat membantu tubuh tetap aktif, menjaga postur, serta mendukung pergerakan dengan nyaman.

Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang dapat menurun sehingga risiko nyeri sendi dan tulang rapuh menjadi lebih tinggi.

Selain rutin bergerak aktif dan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, pola makan juga memiliki peran besar dalam menjaga kekuatan tulang. Tubuh membutuhkan asupan kalsium, vitamin D, magnesium, dan protein agar kesehatan tulang tetap terjaga.

Karena itu, memilih makanan bergizi menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga tulang tetap kuat sejak dini.

Baca Juga: 10 Herbal dan Rempah-rempah Kaya Kalsium yang Bagus untuk Tulang

Bersumber dari laman Texoma Medical Center, di bawah ini rekomendasi makanan untuk menguatkan tulang agar tetap sehat:

1. Salmon kalengan

Salmon kalengan mengandung tulang kecil yang sudah lunak dan aman dimakan, sehingga memberikan manfaat kalsium yang lebih besar dibandingkan salmon segar.

Dalam 3 ons salmon kalengan terdapat sekitar 180 mg kalsium, sedangkan jumlah yang sama pada salmon segar hanya mengandung sekitar 36 mg.

Sarden kalengan juga termasuk sumber kalsium yang baik. Jika bingung mengolah salmon kalengan, Anda bisa mencoba membuat patty salmon yang lebih sehat.

2. Produk berbahan kedelai

Tahu dan edamame adalah contoh makanan kedelai yang umumnya kaya kalsium. Sebagai gambaran, porsi 4 ons tahu dapat mengandung lebih dari 400 mg kalsium, bahkan bisa dua kali lipat jika produk tersebut diperkaya kalsium.

3. Kacang putih

Kacang putih seperti cannellini, navy, dan great northern tidak hanya kaya protein dan serat, tetapi juga mengandung kalsium dalam jumlah baik. Satu cangkir kacang putih mengandung sekitar 190 mg kalsium.

Baca Juga: 5 Latihan Sederhana agar Tulang Tetap Kuat di Usia 40 Tahun ke Atas

4. Susu nabati

Minuman berbasis almond, gandum, beras, atau kedelai umumnya diperkaya kalsium sehingga kandungannya setara dengan susu sapi. Saat membeli, cek label nutrisi dan pilih susu nabati dengan kadar kalsium sekitar 350 sampai 400 mg per 8 ons.

5. Kacang-kacangan

Kacang termasuk sumber kalsium yang tinggi. Almond adalah salah satu yang paling kaya kalsium, dengan sekitar 190 mg per setengah cangkir. Mentega almond juga dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda.

6. Plum

Tidak hanya baik untuk pencernaan, studi tahun 2022 menunjukkan bahwa wanita pascamenopause yang rutin mengonsumsi 5 sampai 6 buah plum setiap hari memiliki kepadatan tulang pinggul yang lebih baik. Manfaat ini diduga berkaitan dengan kemampuan plum menurunkan zat pemicu peradangan yang dapat melemahkan tulang.

Baca Juga: 5 Minuman untuk Menguatkan Tulang yang Tinggi Kalsium

7. Buah ara kering

Jika Anda kurang suka plum, buah ara kering bisa menjadi pilihan. Dua buah ara kering dapat memberikan sekitar 65 mg kalsium dan memiliki rasa manis alami yang menyenangkan.

8. Sayuran berdaun hijau

Sayuran hijau tua seperti brokoli, sawi, lobak Swiss, kale, dan kubis merupakan sumber kalsium alami lainnya yang mudah ditemukan. Mengonsumsi sayuran ini secara rutin membantu memenuhi kebutuhan mineral penting untuk kesehatan tulang.

9. Biji chia

Dua sendok makan biji chia atau sekitar satu ons mengandung sekitar 180 mg kalsium. Selain itu, biji chia juga kaya lemak sehat dan serat yang dapat membantu menjaga kadar gula darah serta kolesterol. Kebiasaan menambahkan chia ke smoothies, yogurt, atau oatmeal bisa menjadi cara praktis memperkuat tulang.

Baca Juga: 5 Cara Bikin Tulang Kuat Tanpa Konsumsi Suplemen, Praktikkan yuk!

Nah, itu dia rekomendasi makanan untuk menguatkan tulang agar tetap sehat. Sebagai tambahan, menjaga tulang kuat tidak hanya bergantung pada makanan.

Aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, dan latihan kekuatan juga berperan besar dalam mempertahankan massa tulang seiring bertambahnya usia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!               

6 Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi Setelah Usia 50 Tahun agar Tetap Sehat

Yuk, cek daftar makanan yang perlu dibatasi setelah usia 50 tahun agar tetap sehat berikut ini! Apa sajakah itu?  

Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

IDAI dorong vaksinasi dini DBD pada anak karena kelompok usia 5–14 tahun catat kematian tertinggi di Indonesia