M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Obat Tekanan Darah yang Kini Tidak Lagi Dianjurkan

5 Obat Tekanan Darah yang Kini Tidak Lagi Dianjurkan
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata ada beberapa obat tekanan darah yang kini tidak lagi dianjurkan, lho. Yuk, intip selengkapnya di sini!

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang perlu dikontrol dengan baik agar tidak memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan dunia medis membuat pilihan obat hipertensi semakin beragam dan lebih aman digunakan.

Menariknya, ada beberapa obat tekanan darah yang dulu cukup populer, tetapi kini sudah jarang diresepkan bahkan tidak lagi dianjurkan sebagai pilihan utama. Alasannya beragam, mulai dari efek samping yang terlalu tinggi hingga munculnya obat baru yang dinilai lebih efektif dan aman bagi pasien.

Baca Juga: 6 Minuman yang Berbahaya untuk Dikonsumsi dengan Obat Tekanan Darah

Melansir dari laman Verywell Health, berikut beberapa obat tekanan darah yang kini tidak lagi dianjurkan:

1. Alpha Blocker

Alpha blocker adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, obat ini juga sering dipakai untuk membantu mengatasi pembesaran prostat jinak atau BPH. Obat ini bekerja dengan melemaskan otot pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun.

Beberapa contoh alpha blocker yaitu doxazosin, prazosin, dan terazosin.

Namun, saat ini dokter jarang menjadikannya sebagai pilihan pertama untuk hipertensi karena ada obat lain yang dinilai lebih efektif. Alpha blocker biasanya hanya digunakan pada kondisi tertentu, misalnya pria yang mengalami hipertensi sekaligus pembesaran prostat.

Efek samping yang dapat muncul antara lain:

  • Pusing, terutama saat awal penggunaan
  • Tekanan darah turun mendadak saat berdiri
  • Risiko gagal jantung meningkat

2. Agonis Alfa 2

Agonis alfa 2 adalah obat tekanan darah yang bekerja dengan mengurangi sinyal saraf dari otak yang dapat meningkatkan denyut jantung dan menyempitkan pembuluh darah.

Contoh obat dalam kelompok ini meliputi clonidine, guanfacine, dan methyldopa.

Meski bisa menurunkan tekanan darah, obat ini kini tidak lagi menjadi pilihan utama karena efek sampingnya cukup mengganggu, seperti:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Depresi

Khusus clonidine, penghentian obat secara tiba tiba dapat menyebabkan tekanan darah melonjak drastis. Pada beberapa orang, obat ini juga bisa memperburuk gangguan irama jantung.

Baca Juga: 7 Jenis Teh yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

3. Beta Blocker

Beta blocker bekerja dengan memperlambat denyut jantung dan mengurangi kekuatan pompa jantung sehingga tekanan darah turun.

Beberapa contoh beta blocker adalah atenolol dan metoprolol.

Saat ini, beta blocker tidak lagi menjadi pilihan pertama untuk hipertensi biasa. Namun, obat ini masih sering digunakan pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti:

  • Nyeri dada atau angina
  • Riwayat serangan jantung
  • Denyut jantung terlalu cepat

Efek samping beta blocker dapat berupa:

  • Tubuh mudah lelah
  • Sulit tidur
  • Mimpi aneh
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Detak jantung terlalu lambat

Selain itu, beta blocker juga dapat memperburuk asma atau penyakit paru tertentu dan bisa menutupi gejala gula darah rendah pada penderita diabetes.

4. Vasodilator

Vasodilator adalah obat yang membantu melebarkan pembuluh darah agar aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun.

Contoh obat vasodilator yaitu hydralazine dan minoxidil.

Walau efektif, obat ini jarang dijadikan terapi utama hipertensi karena risiko efek sampingnya cukup besar, seperti:

  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar cepat
  • Pembengkakan kaki
  • Retensi cairan

Pada beberapa kasus, vasodilator juga dapat memperparah gangguan jantung, terutama pada orang yang memang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan untuk Stabilkan Tekanan Darah Anda

5. Diuretik Loop

Diuretik loop dikenal sebagai “pil air” yang membantu tubuh membuang kelebihan garam dan cairan melalui urine. Obat ini bekerja di bagian ginjal yang disebut loop of Henle.

Beberapa contoh diuretik loop yaitu furosemide, bumetanide, dan torsemide.

Karena efeknya cukup kuat, obat ini lebih sering digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan atau gagal jantung dibanding hipertensi biasa.

Efek samping yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Kekurangan elektrolit seperti kalium dan natrium
  • Gangguan irama jantung
  • Reaksi alergi
  • Telinga berdenging
  • Gangguan pendengaran

Untuk hipertensi umum, dokter kini lebih sering memilih diuretik tiazid karena dianggap lebih aman dan efektif sebagai terapi awal.

Beberapa obat tekanan darah lama seperti alpha blocker, agonis alfa 2, beta blocker tertentu, vasodilator, dan diuretik loop kini tidak lagi direkomendasikan sebagai pilihan utama untuk hipertensi. Hal ini karena munculnya obat baru yang dinilai lebih aman, efektif, dan memiliki efek samping lebih ringan.

Meski begitu, obat-obatan tersebut masih bisa digunakan pada kondisi tertentu sesuai anjuran dokter. Karena itu, penting untuk tidak mengganti atau menghentikan obat tekanan darah tanpa konsultasi medis terlebih dahulu.

Baca Juga: 7 Herbal dan Rempah Alami Penurun Tekanan Darah yang Tinggi

Itulah beberapa obat tekanan darah yang kini tidak lagi dianjurkan. Semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Kesalahan Desain Ruang Makan yang Membuat Rumah Kurang Nyaman

Ruang makan kurang nyaman? Kenali 6 kesalahan desain yang bikin suasana rumah terasa kaku dan cara membuatnya lebih hangat.

Perlindungan Rumah Itu Semakin Penting, Segera Urus Proteksi Keluarga Anda

Perlindungan rumah perlu disesuaikan dengan kondisi hunian, nilai aset, dan risiko biar keluarga lebih siap hadapi kejadian tak terduga.  

Prediksi AS vs Australia: Duel Gaya Bermain Berbeda di Grup D Piala Dunia 2026

Prediksi Amerika Serikat vs Australia di Piala Dunia 2026, duel permainan menyerang USMNT dan serangan balik efektif Socceroos.

Cerah Dominasi Kota Ini, Intip Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Sabtu (20/6)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Sabtu (20/6), didominasi cerah dengan suhu mencapai 33 °C

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Sabtu (20/6): Cerah Mendominasi, Hujan di Kota Ini

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah besok, Sabtu (20/6), didominasi cerah dengan hujan di beberapa wilayah

Hasil Macau Open 2026: 3 Wakil Indonesia ke Semifinal, Yusuf Tekuk Unggulan 1

Hasil Macau Open 2026 Babak Perempat Final, Jumat (19/6), tiga wakil Indonesia maju ke semifinal, Muhamad Yusuf menumbangkan unggulan 1.

Mengenal Sustainable Finance, Strategi Japfa Menarik Kepercayaan Investor

Perusahaan dihadapkan tantangan baru: investasi kini fokus dampak sosial. Simak strategi Japfa penuhi ekspektasi investor ESG.

Suhu 34 °C di Kota Ini, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok Sabtu (20/6)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat besok, Sabtu (20/6), didominasi cerah dan berawan dengan suhu berkisar 14 hingga 34 derajat.

Sambut Ajaran Baru, IKEA Luncurkan Kampanye Satu Rumah, Naik Kelas!

IKEA menghadirkan kampanye Satu Rumah, Naik Kelas!, aja para keluarga melihat pentingnya peran rumah dalam menyambut tahun ajaran baru.

Hujan Sangat Lebat Guyur Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (20/6)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Sabtu 20 Juni 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.