MOMSMONEY.ID - Kenali 10 keterampilan finansial yang membantu mengembangkan aset, karier, jaringan, dan peluang penghasilan secara bertahap.
Penghasilan besar tidak selalu ditentukan oleh seberapa lama seseorang bekerja setiap hari. Cara mengelola uang, membangun relasi, membaca peluang, serta menyusun rencana jangka panjang juga dapat memengaruhi kondisi finansial seseorang.
Bagi banyak orang, keterampilan semacam ini semakin penting di tengah kebutuhan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.
Melansir dari New Trader U, keterampilan yang banyak dikaitkan dengan kelompok berpenghasilan tinggi sebenarnya dapat dipelajari melalui pengalaman dan kebiasaan.
“Keterampilan ini membutuhkan pengalaman, pengulangan, dan kemauan untuk berpikir berbeda tentang uang dan waktu,” ujar Steve Burns.
Baca Juga: 10 Cara Orang Kaya Menghadapi Kegagalan yang Bisa Ditiru Siapa Saja
Kepemilikan aset
Salah satu kebiasaan yang dapat dipelajari adalah mengubah sebagian penghasilan menjadi aset. Tujuannya bukan sekadar menyimpan uang, tetapi memiliki sesuatu yang berpotensi memberikan nilai dalam jangka panjang.
Bentuknya dapat disesuaikan dengan kemampuan dan profil risiko masing masing, mulai dari instrumen keuangan hingga kepemilikan usaha. Yang terpenting adalah memahami cara kerja, risiko, biaya, serta tujuan dari aset tersebut.
Jaringan yang berkualitas
Kesempatan tidak selalu datang melalui lowongan pekerjaan. Hubungan profesional yang dibangun secara konsisten dapat memberikan informasi, pengalaman, maupun peluang baru.
Networking bukan berarti sekadar mengumpulkan kontak. Hubungan yang kuat biasanya terbentuk karena adanya kepercayaan, komunikasi yang baik, dan kebiasaan memberikan manfaat kepada orang lain.
Pemahaman pajak
Ketika kondisi finansial semakin kompleks, pengetahuan mengenai pajak menjadi semakin penting. Memahami penghasilan, aset, biaya, dan kewajiban perpajakan dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih tertib.
Untuk persoalan yang membutuhkan perhitungan khusus, masyarakat sebaiknya mengacu pada ketentuan perpajakan Indonesia dan meminta bantuan profesional apabila diperlukan.
Kemampuan mendelegasikan
Ada batas produktivitas ketika seluruh pekerjaan dikerjakan sendiri. Delegasi memungkinkan seseorang memusatkan perhatian pada pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan tanggung jawab lebih besar.
Delegasi yang efektif membutuhkan instruksi jelas, pembagian tanggung jawab, tenggat waktu, serta evaluasi hasil. Kemampuan ini sangat berguna bagi pekerja profesional maupun pelaku usaha.
Negosiasi berdasarkan nilai
Negosiasi penghasilan tidak harus berhenti pada pembahasan gaji. Kontribusi seseorang terhadap perusahaan atau organisasi juga dapat menjadi dasar untuk membicarakan kompensasi.
Karena itu, penting mencatat hasil pekerjaan, pencapaian, efisiensi yang dibuat, atau tanggung jawab tambahan. Data tersebut membuat pembicaraan mengenai nilai kerja menjadi lebih objektif.
Baca Juga: Gen Z Kini Lebih Cepat Menyiapkan Pensiun, Meski Rumah Masih Tertunda
Perencanaan jangka panjang
Keputusan keuangan akan lebih terarah ketika seseorang mempunyai tujuan yang jelas. Target lima atau sepuluh tahun mungkin terasa jauh, tetapi dapat membantu menentukan tindakan yang perlu dilakukan sejak sekarang. Langkah sederhananya dapat dimulai dengan:
- Menentukan tujuan finansial.
- Mencatat kebutuhan rutin.
- Menyiapkan dana darurat.
- Mengelola kewajiban secara bijak.
- Memilih instrumen keuangan sesuai profil risiko.
Literasi pasar keuangan
Inflasi, suku bunga, kondisi ekonomi, dan kinerja perusahaan dapat memengaruhi keputusan finansial. Memahami konsep dasarnya membuat seseorang lebih berhati hati ketika menerima informasi keuangan yang sedang ramai diperbincangkan.
Pengetahuan ini juga membantu masyarakat membedakan antara keputusan berdasarkan informasi dan keputusan yang hanya mengikuti tren.
Komunikasi profesional
Kemampuan teknis akan lebih mudah dihargai apabila seseorang mampu menjelaskannya dengan baik. Cara menyampaikan pendapat, berbicara dalam rapat, mendengarkan, dan menjaga ketenangan merupakan bagian dari keterampilan profesional.
Kemampuan tersebut bukan sesuatu yang hanya dimiliki orang tertentu. Semuanya bisa dilatih melalui pengalaman, presentasi, diskusi, dan evaluasi diri.
Risiko yang diperhitungkan
Orang yang memiliki kondisi finansial lebih kuat biasanya mempunyai ruang lebih besar untuk mengambil keputusan berisiko. Namun, mengambil risiko bukan berarti bertindak tanpa perhitungan.
Sebelum membuat keputusan besar, periksa kemampuan menanggung kerugian, kondisi pendapatan, kebutuhan keluarga, serta dana cadangan. Risiko yang terukur jauh berbeda dengan keputusan yang dilakukan secara gegabah.
Utang sebagai alat
Utang tidak selalu buruk, tetapi juga tidak otomatis menguntungkan. Dampaknya bergantung pada tujuan penggunaan, tingkat bunga, tenor, kemampuan membayar, serta manfaat yang diperoleh.
Baca Juga: Cara Atur Uang Royalti biar Penghasilan Pasif Tetap Stabi dan Terencana
Karena itu, sebelum mengambil pinjaman, pastikan cicilan tidak mengganggu kebutuhan pokok dan tujuan finansial lainnya. Utang seharusnya dipahami sebagai kewajiban yang memiliki konsekuensi, bukan sekadar tambahan dana.
Sepuluh keterampilan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan penghasilan tidak hanya berkaitan dengan bekerja lebih keras. Cara mengelola aset, membangun jaringan, berkomunikasi, bernegosiasi, memahami keuangan, dan mengambil keputusan juga memiliki peran penting.
Tidak semua keterampilan harus dipelajari sekaligus. Anda dapat memulainya dari kebiasaan paling sederhana, kemudian meningkatkannya secara bertahap sesuai kondisi masing masing.
Pada akhirnya, kemampuan finansial bukan sekadar tentang memiliki uang lebih banyak. Tidak kalah penting adalah memahami cara menggunakan penghasilan, waktu, dan peluang agar kondisi keuangan dapat berkembang secara lebih terencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News