MOMSMONEY.ID - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengeluarkan peringatan: ada kemungkinan akan lebih banyak kasus hantavirus dalam beberapa minggu mendatang.
Pernyataan WHO ini menyusul wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang proses evakuasi penumpang kapal di Tenerife, Spanyol, telah selesai.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan, sembilan dari sebelas kasus hantavirus di Hondius terkonfirmasi sebagai virus Andes, dan dua lainnya kemungkinan besar juga strain yang sama.
Angka-angka tersebut, dia menekankan, hampir tidak berubah selama seminggu terakhir, berkat upaya berbagai pemerintah dan mitra.
Dan, tidak ada kematian akibat hantavirus sejak 2 Mei 2026, ketika WHO pertama kali mendapat laporan tentang klaster kasus tersebut.
Semua kasus hantavirus yang dicurigai dan dikonfirmasi telah diisolasi serta ditangani di bawah pengawasan medis yang ketat, meminimalkan risiko penularan lebih lanjut.
Baca Juga: Hantavirus bakal Menjadi Covid Lainnya? Ini Kata WHO
"Saat ini, tidak ada tanda-tanda bahwa kita sedang menyaksikan awal dari wabah yang lebih besar," kata Tedros dalam pernyataannya, Selasa (12/5).
Namun, tentu saja, ia mengingatkan, situasinya bisa berubah.
"Dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang," ungkapnya.
Meski begitu, WHO berulang kali menegaskan, risiko wabah hantavirus di Hondius rendah, baik bagi penduduk Tenerife maupun secara global.
Dan, Tedros menyatakan, semua upaya selama seminggu terakhir bertujuan untuk menjaga agar risiko tetap rendah.
"Ini adalah situasi serius, yang telah kami tangani dan terus kami tangani, dengan sangat serius. Penilaian WHO tetap, risiko terhadap kesehatan secara global rendah," tegasnya.
Baca Juga: Ternyata Hantavirus Telah Lama Ada di Indonesia, Bahkan Sejak 1980-an
Menurut dia, masing-masing negara tempat para penumpang dipulangkan bertanggungjawab untuk memantau kesehatan para penumpang tersebut.
Tapi, WHO menyadari, ada laporan tentang sejumlah kecil pasien dengan gejala yang sesuai dengan virus Andes, dan pihaknya sedang menindaklanjuti setiap laporan tersebut dengan negara-negara terkait.
Rekomendasi WHO adalah, agar pasien dengan gejala virus Andes dipantau secara aktif di fasilitas karantina yang ditentukan atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yaitu hingga 21 Juni mendatang.
"Siapa pun yang menunjukkan gejala, harus diisolasi dan diobati segera," ujar Tedros.
"Pekerjaan kami belum selesai. WHO akan terus bekerja sama dengan para ahli di semua negara yang terdampak," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News