MOMSMONEY.ID - Hantavirus bakal menjadi Covid lainnya? Ini kata Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang perlu Anda tahu.
Direktur Jenderal Organisasi WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyadari, masyarakat khawatir dengan wabah hantavirus yang melanda sebuah kapal pesiar.
"Saya tahu, ketika Anda mendengar kata wabah dan melihat sebuah kapal berlayar menuju pantai Anda, kenangan-kenangan yang belum sepenuhnya kita lupakan akan muncul," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5).
"Rasa sakit tahun 2020 masih nyata, dan saya tidak mengabaikannya sedikit pun," ujar dia kepada warga Tenerife, Spanyol.
Informasi saja, kapal pesiar MV Hondius yang mengalami wabah hantavirus hari ini, Senin (11/5), tiba di Tenerife.
Baca Juga: Wabah Hantavirus Kapal Pesiar, Kenali Gejala & Cara Penularan Penyakit Mematikan Ini
"Tetapi, saya perlu Anda mendengar saya dengan jelas: ini bukan Covid yang lain. Risiko kesehatan masyarakat saat ini dari hantavirus tetap rendah," tegas Tedros.
Dia menegaskan, dirinya dan pejabat WHO lain telah mengatakan ini dengan tegas.
Tedros mengungkapkan, virus di atas kapal pesiar MV Hondius adalah strain hantavirus Andes.
"Ini serius. Tiga orang telah kehilangan nyawa, dan kami turut berduka cita kepada keluarga mereka," ungkapnya.
Tapi, risiko hantavirus bagi masyarakat yang menjalani kehidupan sehari-hari di Tenerife, rendah.
"Ini adalah penilaian WHO, dan kami tidak mengatakannya dengan enteng," sebut Tedros.
Baca Juga: Ternyata Hantavirus Telah Lama Ada di Indonesia, Bahkan Sejak 1980-an
Saat ini, ia memastikan, tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala hantavirus di kapal tersebut. Dan, seorang ahli WHO berada di kapal itu dengan persediaan medis yang memadai.
Otoritas Spanyol telah menyiapkan rencana yang cermat dan bertahap: penumpang akan diangkut ke darat di Pelabuhan Granadilla, jauh dari daerah pemukiman, dengan kendaraan tertutup dan dijaga ketat, melalui koridor yang sepenuhnya terisolasi, dan dipulangkan langsung ke negara asal mereka.
"Tenerife dipilih karena memiliki kapasitas medis, infrastruktur, dan kemanusiaan untuk membantu mereka mencapai tempat yang aman," kata Tedros.
"Seperti yang telah saya katakan berkali-kali: virus tidak peduli dengan politik, dan mereka tidak menghormati perbatasan. Kekebalan terbaik yang kita miliki adalah solidaritas," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News