MOMSMONEY.ID - WFH sering terlihat lebih irit, padahal ada kebiasaan harian yang bikin dompet bocor. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.
Kerja dari rumah atau work from home sekarang sudah jadi hal biasa bagi banyak pekerja di Indonesia. Tidak perlu berangkat ke kantor sering dianggap sebagai keuntungan besar karena biaya transportasi otomatis hilang.
Tapi dalam praktiknya, WFH justru menghadirkan pola pengeluaran baru yang sering tidak terasa. Melansir dari OCBC, perubahan cara bekerja ini membuat banyak orang tanpa sadar jadi lebih sering mengeluarkan uang.
“Bekerja dari rumah memang nyaman, tapi jika tidak disertai pengelolaan keuangan yang baik, pengeluaran kecil bisa menumpuk dan membebani,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Panduan Mengelola Keuangan saat Perceraian agar Tetap Adil dan Transparan
Pesan makanan online jadi makin sering
Saat WFH, godaan untuk memesan makanan online terasa lebih besar. Rasa malas memasak atau waktu kerja yang padat membuat layanan pesan antar jadi pilihan utama.
Padahal, harga makanan yang dipesan biasanya lebih mahal dibanding masak sendiri. Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, pengeluaran makan bisa membengkak tanpa disadari.
Tagihan listrik perlahan naik
Kerja seharian di rumah berarti perangkat elektronik menyala lebih lama dari biasanya. Laptop, lampu, kipas angin, hingga pendingin ruangan digunakan hampir sepanjang hari.
Kenaikan tagihan listrik sering tidak terasa di awal, tapi lama kelamaan cukup menguras anggaran bulanan. Banyak orang baru sadar setelah total pengeluaran rumah tangga terasa makin berat.
Belanja perlengkapan kerja karena tergoda tampilan
Punya ruang kerja yang nyaman memang bikin semangat kerja naik. Tapi sering kali, keinginan mempercantik meja kerja justru datang dari melihat konten di media sosial.
Tanpa perhitungan matang, orang membeli meja, kursi, atau aksesori tambahan yang sebenarnya belum dibutuhkan. Akibatnya, uang keluar hanya demi tampilan, bukan fungsi.
Ngopi dan jajan minuman hampir tiap hari
Minuman kopi atau minuman kekinian sering dijadikan teman setia saat bekerja. Sekilas terlihat sepele karena hanya satu gelas.
Namun dengan harga sekitar Rp25.000 sampai Rp50.000, jika dibeli hampir setiap hari, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah dalam sebulan. Kebiasaan kecil inilah yang sering luput dari perhatian.
Baca Juga: Passive Income Jadi Kunci Tabungan Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi
Tidak mencatat pengeluaran harian
WFH kerap memberi perasaan aman karena tidak ada biaya transportasi atau makan di luar kantor. Padahal, pengeluaran hanya berpindah ke kebutuhan lain.
Tanpa catatan keuangan, sulit mengetahui ke mana uang sebenarnya mengalir. Mencatat pengeluaran harian membantu mengontrol belanja dan mencegah kebocoran sejak awal.
Kenapa penting lebih sadar keuangan saat WFH?
Menurut sudut pandang pengelolaan keuangan, WFH menuntut kedisiplinan yang lebih tinggi dalam mengatur uang. Bukan soal besar kecilnya gaji, tapi bagaimana uang digunakan dengan bijak.
Dengan membiasakan evaluasi pengeluaran, WFH justru bisa jadi momen untuk membangun kondisi finansial yang lebih sehat.
WFH memang menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas, tapi bukan berarti otomatis lebih hemat. Tanpa kontrol, kebiasaan sehari hari yang terlihat sepele bisa menguras keuangan pelan pelan.
Selanjutnya: Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026: Big Match Persaingan Juara di Premier League
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News