M O M S M O N E Y I D
AturUang

Passive Income Jadi Kunci Tabungan Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi

Passive Income Jadi Kunci Tabungan Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Simak cara membangun passive income agar tabungan terus bertambah dan kondisi keuangan lebih stabil di situasi biaya hidup yang meningkat.

Menabung sering terdengar sederhana, tetapi praktiknya tidak selalu mudah. Banyak orang sudah berusaha menyisihkan uang setiap bulan, namun hasilnya terasa lambat atau bahkan tidak berkembang. 

Kebutuhan hidup yang terus naik membuat tabungan kerap terpakai sebelum mencapai target. Kondisi inilah yang mendorong masyarakat mulai mencari sumber penghasilan tambahan yang tidak menguras waktu dan tenaga. 

Salah satu solusi yang kini banyak dibicarakan adalah passive income sebagai penopang finansial jangka panjang. Melansir dari DBS Digibank, strategi ini dinilai efektif membantu pengelolaan keuangan yang lebih terarah.

“Pendapatan pasif memberi ruang bagi masyarakat untuk membangun kestabilan finansial tanpa hanya bergantung pada satu sumber penghasilan,” mengutip dari laman DBS Digibank.

Baca Juga: Tabungan Ideal untuk Usia 30 Tahun? Cek Panduan Realistis Amankan Finansial

Apa itu passive income?

Passive income adalah penghasilan yang tetap bisa diterima meskipun seseorang tidak bekerja secara aktif setiap hari. Artinya, uang tetap masuk tanpa harus terus menukar waktu dengan tenaga. 

Biasanya, pendapatan pasif berasal dari aset, sistem, atau karya yang sudah dibangun sebelumnya. Meski begitu, perlu dipahami bahwa passive income bukan berarti tanpa usaha sama sekali karena tahap awal tetap membutuhkan perencanaan dan konsistensi.

Kenapa passive income penting saat ini?

Perubahan ekonomi yang cepat membuat mengandalkan satu sumber pendapatan terasa semakin berisiko. Passive income hadir sebagai penyeimbang yang membantu menjaga arus kas tetap aman. 

Dengan adanya penghasilan tambahan, tujuan finansial seperti dana darurat, tabungan jangka menengah, hingga persiapan masa depan bisa lebih mudah dicapai. 

Dari sudut pandang perencana keuangan, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan juga meningkatkan ketahanan finansial seseorang.

Pengaruh passive income terhadap kualitas hidup

Saat passive income mulai berjalan stabil, fleksibilitas hidup pun meningkat. Seseorang tidak lagi sepenuhnya terikat oleh jam kerja atau lokasi tertentu. 

Kondisi ini memberi kesempatan untuk menata ulang prioritas hidup, mulai dari waktu bersama keluarga hingga fokus pada kesehatan mental. Bagi sebagian orang, passive income bahkan menjadi fondasi awal menuju kemandirian finansial.

Contoh passive income yang relevan di era digital

Di era digital, peluang passive income semakin beragam. Konten digital seperti tulisan, video, atau karya visual bisa terus menghasilkan selama masih dicari audiens. 

Blog berbasis informasi juga menjadi contoh nyata bagaimana keahlian dapat diubah menjadi sumber pendapatan jangka panjang. 

Selain itu, beberapa instrumen investasi mampu memberikan imbal hasil berkala, meskipun nilainya bisa berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Finansial yang Tanpa Disadari Menghambat Kemapanan Hidup

Cara memulai passive income dari potensi diri

Langkah paling realistis untuk memulai passive income adalah mengenali kemampuan dan minat pribadi. Hobi menulis, desain, atau fotografi bisa dikembangkan menjadi aset digital bernilai ekonomi. 

Kunci utamanya ada pada konsistensi dan kualitas agar karya tetap relevan dalam jangka panjang. Dari sisi pengalaman praktisi keuangan, memulai dari apa yang dikuasai akan memperbesar peluang keberhasilan.

Strategi mengelola passive income agar tabungan tumbuh

Passive income akan lebih terasa manfaatnya jika dikelola secara disiplin. Salah satu strategi yang sering disarankan adalah memisahkan pendapatan pasif dari penghasilan utama. 

Dana ini sebaiknya langsung dialokasikan untuk tabungan atau tujuan keuangan tertentu agar tidak habis untuk konsumsi. 

Pendekatan ini membantu menjaga fokus pada tujuan finansial jangka panjang dan membuat kebiasaan menabung lebih konsisten.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

46% Orang Indonesia Dehidrasi Ringan, Ini Tips Cukupi Cairan Khususnya Saat Puasa

​Aquviva menghadirkan kampanye 3–2–1 sebagai panduan sederhana agar kebutuhan 2 liter cairan per hari tetap terpenuhi, termasuk saat puasa.

7 Film Romantis Wajib Tonton Jomblo, Dijamin Bikin Semangat Move On

7 film romantis ini bukan sekadar hiburan, tapi juga panduan untuk melewati masa jomblo dengan penuh semangat dan harapan baru.

Kualitas Foto HP Xiaomi Kini Setara DSLR Berkat HyperOS 3 AI

Membeli HP Xiaomi terbaru? Fitur AI Photos Enhancement HyperOS 3 siap mengubah foto buram Anda jadi jernih. Pelajari cara kerjanya di sini! 

Promo Chatime Valentine: 2 Minuman Silken Series Hemat, Jangan sampai Ketinggalan!

Rayakan Valentine lebih hemat. Chatime tawarkan 2 Silken Series cuma Rp 43.000. Jangan lewatkan kesempatan terbatas ini!

IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun 0,7% ke level 8.204 pada pukul 9:07 WIB, Jumat pagi (13/2) 

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Jumat (13/2)

IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (13/2/2026).​ Berikut daftar saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas

Promo Menu Baru HokBen Double Meat, Rasakan Sensasi Gurih Tiada Tara

HokBen luncurkan Double Meat. Porsi melimpah dengan dua daging favorit dan saus Jepang autentik. Temukan varian terbaik untuk Anda!

Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 13 Februari

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.904.000 Jumat (13/2/2026), turun Rp 43.000 dibanding harga Kamis (12/2/2026).

Yield SBN Berpotensi Volatil, BNI Sekuritas Rekomendasikan Seri Ini Jumat (13/2)

BNI Sekuritas memproyeksikan pasar obligasi domestik akan bergerak lebih volatil pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Simak rekomendasinya berikut

Sudah Kerja Keras Tapi Belum Kaya? Ini 5 Pola Pikir yang Sering Jadi Penghambat

Yuk cek 5 pola pikir finansial yang bikin sulit kaya dan cara realistis mengubahnya mulai sekarang. Catat ulasannya, ya.