M O M S M O N E Y I D
Keluarga

5 Bahaya Bertengkar di Depan Anak, Orang Tua Wajib Tahu Sebelum Terlambat!

5 Bahaya Bertengkar di Depan Anak, Orang Tua Wajib Tahu Sebelum Terlambat!
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Jangan bertengkar di depan anak! Inilah 5 bahaya bertengkar di depan anak yang wajib orang tua ketahui.

Pertengkaran memang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan pernikahan. Namun, semarah apapun Anda kepada pasangan, pastikan untuk tidak membiarkan anak tahu bahwa Anda dan pasangan sedang berkonflik.

Jika Anda atau pasangan tidak mampu menahan amarah di hadapan anak, itu bisa berpengaruh buruk pada perkembangan anak ke depannya.

Baca Juga: 4 Buah Tinggi Kalori yang Harus Dibatasi Saat Diet, Wajib Tahu!

Melansir Verywell Family dan Firstcry Parenting, ada beberapa bahaya bertengkar di depan anak. Berikut 5 di antaranya.

1. Mendorong agresi dalam pemecahan masalah

Bahaya bertengkar di depan anak yang pertama yaitu mendorong agresi dalam pemecahan masalah.

Efek pertengkaran orang tua di depan anak bisa menjadi bencana. Ketika anak-anak khususnya yang masih sangat kecil menyaksikan perkelahian di antara orang tuanya, itu dapat memperburuk kemampuan anak dalam memecahkan masalah.

Pada akhirnya, anak akan percaya bahwa pertengkaran merupakan cara yang benar untuk menyelesaikan masalah.

2. Menciptakan rasa tidak aman

Bahaya bertengkar di depan anak yang kedua yaitu menciptakan rasa tidak aman.

Perkelahian orang tua bisa merusak rasa aman anak-anak tentang stabilitas keluarga. Anak yang sering terpapar pertengkaran mungkin akan sangat khawatir tentang perceraian atau bertanya-tanya kapan pertengkaran di antara orang tuanya akan berakhir.

Tentu, hal tersebut dapat menyulitkan anak untuk memiliki rasa normal dan aman dalam keluarga.

3. Menciptakan tekanan emosional

Bahaya bertengkar di depan anak yang ketiga yaitu menciptakan tekanan emosional.

Pertengkaran orang tua khususnya secara fisik dapat menyebabkan tekanan emosional yang luar biasa bagi anak.

Ketika anak menyaksikan pertengkaran di antara orang tuanya secara rutin, itu bisa memicu masalah kecemasan dini dan masalah kesehatan mental lainnya pada anak.

Adapun anak-anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga pada tahap awal kehidupannya cenderung memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi orang dewasa yang insecure dengan masalah harga diri yang buruk.

Baca Juga: 4 Tanda Tidak Cocok dengan Ceramide, Muncul Jerawat hingga Kemerahan

4. Menurunkan kinerja kognitif

Bahaya bertengkar di depan anak yang keempat yaitu menurunkan kinerja kognitif.

Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan di Child Development menemukan bahwa stres yang berkaitan dengan rumah berkonflik tinggi dapat mengganggu kinerja kognitif anak.

Para peneliti menemukan bahwa ketika orang tua sering bertengkar, anak-anak cenderung lebih sulit mengatur perhatian dan emosi mereka.

Sementara itu, penelitian lain menemukan bahwa hidup dalam keluarga dengan konflik tinggi meningkatkan kemungkinan putus sekolah dan mendapatkan nilai yang buruk.

5. Menyebabkan masalah kesehatan

Bahaya bertengkar di depan anak yang kelima yaitu menyebabkan masalah kesehatan.

Melihat orang tua bertengkar secara teratur dapat membuat anak merasa cemas, tertekan, dan tidak berdaya. Akibatnya, anak mungkin akan menjadi malas makan atau makan berlebihan.

Mereka juga bisa menderita sakit kepala atau sakit perut dan bahkan mengalami kesulitan tidur di malam hari.  Dalam kasus ekstrem, pertengkaran orang tua dapat menimbulkan masalah perilaku seperti fobia pada anak-anak.

Demikian 5 bahaya bertengkar di depan anak. Daripada harus mengorbankan anak demi ego masing-masing, berusahalah sekeras mungkin untuk tetap bersikap tenang dan berkepala dingin saat menghadapi masalah dengan pasangan ya, Moms.

Jika perlu, hubungilah konsultan pernikahan untuk mendapatkan solusi yang tepat tanpa menimbulkan kekacauan di dalam rumah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.