MOMSMONEY.ID - Kista kini menjadi perhatian serius bagi banyak wanita. Wajib tahu, berikut 5 makanan yang sering menyebabkan kista ya.
Kista, terutama kista ovarium, sebenarnya adalah kantong berisi cairan yang bisa terbentuk secara alami. Namun, gaya hidup dan pola makan modern yang buruk sering kali memicu pertumbuhan kista yang tidak normal atau memperparah kondisinya melalui ketidakseimbangan hormon.
Meskipun makanan bukan penyebab tunggal, namun apa yang Anda konsumsi memiliki dampak langsung pada kadar hormon estrogen dan tingkat peradangan dalam tubuh. Adapun keduanya merupakan faktor utama pemicu kista.
Baca Juga: Mengenal Attachment Style dan Pengaruhnya ke Dalam Hubungan dengan Pasangan
Melansir Healthline, Medical News Today, dan Johns Hopkins Medicine, ada 5 makanan yang sering menyebabkan kista. Simak sampai akhir, berikut daftarnya.
1. Makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh tinggi
Makanan yang sering menyebabkan kista pertama adalah makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh tinggi.
Makanan yang digoreng, fast food, serta makanan olahan mengandung lemak trans yang sangat berbahaya bagi keseimbangan hormonal.
Menurut studi yang sering dikutip oleh Healthline, asupan lemak jahat yang tinggi dapat memicu peradangan sistemik di dalam tubuh. Adapun peradangan kronis ini bisa mengganggu fungsi ovarium dan dapat mempercepat pertumbuhan kista.
Selain itu, lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan. Lemak tubuh yang berlebih kemudian akan memproduksi lebih banyak estrogen, yang merupakan "bahan bakar" bagi pertumbuhan kista ovarium dan fibroid.
2. Daging merah dan daging olahan
Makanan yang sering menyebabkan kista kedua adalah daging merah dan daging olahan.
Daging merah (sapi dan domba) serta daging olahan (sosis, ham, atau kornet) sering kali mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi.
Berdasarkan artikel kesehatan dari Medical News Today, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat mengganggu metabolisme hormon.
Selain itu, beberapa hewan ternak yang diproses secara industri mungkin telah terpapar hormon pertumbuhan tambahan.
Ketika manusia mengonsumsinya, hormon eksternal tersebut dapat mengacaukan siklus alami tubuh. Sehingga, menyebabkan dominasi estrogen yang menjadi pemicu utama munculnya kista ovarium pada wanita.
3. Makanan dengan indeks glikemik tinggi
Makanan yang sering menyebabkan kista ketiga adalah makanan dengan indeks glikemik tinggi.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti roti putih, nasi putih, kue manis, dan minuman bersoda merupakan sumber karbohidrat rafinasi yang memicu lonjakan gula darah secara drastis.
Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa lonjakan gula darah akan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak insulin.
Kadar insulin yang kronis tinggi (hiperinsulinemia) dapat merangsang ovarium untuk memproduksi lebih banyak hormon androgen dan mengganggu siklus ovulasi.
Ketidakseimbangan ini sangat erat kaitannya dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), di mana banyak kista kecil terbentuk di ovarium.
Baca Juga: 6 Film Ini Punya Karakter Tunanetra dari Beragam Genre
4. Produk susu non-organik
Makanan yang sering menyebabkan kista keempat adalah produk susu non-organik.
Meskipun susu adalah sumber kalsium, namun beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara produk susu tinggi lemak dengan masalah hormonal.
Produk susu non-organik sering kali mengandung sisa-sisa hormon pertumbuhan sapi (recombinant Bovine growth hormone atau rBGH). Menurut literatur medis internasional, asupan hormon berlebih dari luar ini dapat mengganggu kerja kelenjar endokrin manusia.
Bagi wanita yang sudah memiliki bakat kista, konsumsi produk susu berlebih dapat mempercepat pembesaran kista akibat stimulasi hormonal tersebut.
5. Makanan kalengan dan wadah plastik ber-BPA
Makanan yang sering menyebabkan kista kelima adalah makanan kalengan dan wadah plastik ber-BPA.
Meskipun ini bukan jenis bahan makanan secara langsung, namun cara makanan disimpan sangat memengaruhi risiko kista.
Banyak makanan kaleng atau berbungkus plastik dilapisi dengan Bisphenol A (BPA), sebuah zat kimia yang dikenal sebagai Endocrine Disruptor atau pengganggu hormon.
Environmental Health Perspectives menyebutkan bahwa BPA dapat meniru fungsi estrogen dalam tubuh.
Ketika Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi BPA secara terus-menerus, tubuh akan mengalami kebingungan hormonal yang dapat memicu pembentukan kista fungsional maupun kista patologis.
Itulah 5 makanan yang sering menyebabkan kista. Untuk menjaga kesehatan rahim dan ovarium, sangat disarankan untuk beralih ke pola makan kaya serat seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.
Serat mampu membantu tubuh mengikat kelebihan estrogen dan membuangnya melalui sistem pencernaan, sehingga keseimbangan hormon tetap terjaga.
Selanjutnya: Padel Makin Menjadi Tren, Indonesia Sedang Memasuki Era Social Fitness Boom
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News