MOMSMONEY.ID - TikTok menggelar festival kecantikan bertajuk TikTok ForYouBeauty yang merayakan keberagaman ekspresi kecantikan Indonesia melalui kreativitas, komunitas, dan commerce.
Tren kecantikan kian berkembang seiring konten-konten kecantikan yang bermunculan di media sosial. Di TikTok, konten kecantikan dan perawatan diri meningkat hingga 57% dari tahun ke tahun.
Peningkatan ini seiring sejumlah tagar populer seperti #skincare, #makeup, #beauty, #skincaretips, dan #makeuptutorial.
"Di TikTok, kami melihat kecantikan kini semakin personal. Masyarakat tidak lagi hanya mengikuti tren, tetapi juga aktif mengekspresikan cantik versi mereka sendiri bersama komunitas TikTok," ungkap Christopher Junaidi, Client Partnerships Solution Manager, TikTok Indonesia di acara TikTok ForYouBeauty di Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (26/5).
Di saat yang sama, dia mengatakan, kreator dan brand juga hadir di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan cantiknya melalui berbagai tutorial, rekomendasi dan ulasan produk, hingga tren yang mudah diterapkan dalam keseharian.
Selain pertumbuhan dari sisi konten kecantikan, total nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) untuk kategori kecantikan dan perawatan diri di TikTok Shop by Tokopedia juga mengalami pertumbuhan lebih dari 60% setiap tahunnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak brand kecantikan yang memanfaatkan ekosistem TikTok tidak hanya untuk membangun kesadaran merek, tetapi juga untuk menjangkau audiens yang lebih relevan dan mendorong keputusan pembelian.
Baca Juga: Cara Beli Koin TikTok yang Lengkap dengan Tips Hemat untuk Pengguna Baru
Karena itu, TikTok menggelar TikTok ForYouBeauty, sebuah festival kecantikan yang merayakan keberagaman ekspresi kecantikan Indonesia melalui kreativitas, komunitas, dan commerce.
"Kami ingin menghadirkan ruang bagi komunitas kecantikan untuk saling terhubung, berbagi inspirasi, dan merayakan keberagaman ekspresi kecantikan Indonesia," kata Christopher.
Mengusung tema #TemukanCantikmu, festival yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 ini mempertemukan kreator, brand, dan komunitas untuk menemukan, mengekspresikan, dan merayakan versi kecantikan mereka masing-masing.
Lewat pengalaman online-to-offline (O2O), ForYouBeauty juga berharap dapat turut mendorong pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia.
Sekadar informasi, industri kecantikan diproyeksikan terus berkembang hingga 2028 dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 5,35%. Di saat yang sama, jumlah perusahaan kosmetik di Indonesia telah mencapai 1.500 usaha, dengan 87% di antaranya merupakan UMKM.
Kidung Jagad Wening, Head of Brand Hanasui, menilai, industri kecantikan dalam negeri terus berkembang. Khususnya produk kecantikan lokal yang bisa menjadi tuan rumah di Indonesia.
Hanasui mengalami pertumbuhan penjualan. Sepanjang kuartal pertama tahun ini saja, penjualannya tumbuh 35%. Dengan kolaborasi bersama TikTok, Jagad meyakini, dapat lebih memperluas hubungan dengan konten kreator, komunitas, dan menambah aktivitas commerce.
Baca Juga: Tips Bikin Konten TikTok Banjir Viewer, Bisnis Auto Melejit
"Lewat kombinasi solusi periklanan TikTok Ads, konten yang relevan, interaksi komunitas, serta integrasi dengan TikTok Shop by Tokopedia, kami dapat mengubah perhatian audiens menjadi pertumbuhan bisnis yang nyata di tengah industri kecantikan yang semakin kompetitif," sebutnya.
"Melalui TikTok, Hanasui dapat menjangkau audiens yang lebih relevan, memperluas jangkauan pemasaran melalui kolaborasi kreator," tambah dia.
Disamping brand kecantikan, di TikTok, kreator kecantikan membangun kedekatan dengan komunitas melalui perjalanan personal mereka. Mulai dari membagikan ulasan produk yang jujur, mencoba tren terbaru, hingga menemukan produk dan gaya yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pendekatan yang autentik dan relevan dengan keseharian ini membuat kreator menjadi sumber inspirasi yang tepercaya bagi audiens.
Kepercayaan tersebut tak jarang membuka peluang yang lebih luas bagi kreator dan afiliator untuk berkembang di industri kecantikan.
Melalui konten yang konsisten, interaksi dengan komunitas, serta kolaborasi bersama brand, mereka tidak hanya ikut membentuk tren, tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi melalui kerja sama komersial, afiliasi, dan pengembangan karier sebagai kreator.
Peluang ini turut dirasakan oleh Alma Tando (@catlovers29) dan Farra Jaidi (@farrajaidi), dua kreator kecantikan TikTok. Alma memanfaatkan TikTok untuk menekuni minatnya di dunia kecantikan, khususnya melalui konten seputar produk lokal yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari komunitasnya.
Baca Juga: Cara Cek Tren Viral di TikTok Jadi Kunci Sukses Jangkau Audiens
Sementara itu, Farra menjadikan TikTok sebagai kanvas kreatifnya untuk bereksperimen dengan berbagai look makeup, termasuk inspirasi Bollywood yang menjadi ciri khasnya.
Melalui pendekatan yang autentik dan konsisten, keduanya berhasil memperkuat identitas sebagai kreator sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan pertumbuhan ekonomi di industri kecantikan.
Hadir dalam format online dan offline, TikTok ForYouBeauty siap menghadirkan tren, kreator, brand, dan komunitas dalam satu pengalaman bersama. Aktivasi online telah berjalan sejak Mei 2026 melalui TikTok, yang mencakup konten kreatif, hashtag challenge, sesi LIVE, dan kolaborasi bersama kreator serta brand kecantikan di TikTok.
Puncak dari rangkaian ini adalah festival offline yang akan diselenggarakan di Senayan City, Jakarta, pada 12-14 Juni 2026 mendatang, yang menghadirkan lebih dari 60 brand kecantikan lokal dan internasional.
Dalam acara ini, pengunjung dapat mencoba produk, berinteraksi langsung dengan kreator, dan merasakan pengalaman kecantikan di TikTok secara menyeluruh melalui AI filter, beauty salon, blind box vending machine, dan photobooth.
Pengunjung juga bisa menikmati hiburan persembahan musisi papan atas seperti Sal Priadi, Ghea Indrawari, Naykilla, Indahkus, Reality Club, hingga Nadhif Basalamah.
TikTok ForYouBeauty bukan hanya menjadi wadah untuk mempertemukan kreator, brand, dan komunitas, tetapi juga memperkuat peran TikTok di era discovery commerce.
"Melalui ruang yang inklusif ini, kami ingin merayakan ragam ekspresi kecantikan Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku industri lokal untuk bertumbuh, berinovasi, dan menjangkau audiens yang lebih luas bersama-sama," tutur Christopher.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News