MOMSMONEY.ID - Tahukah Anda bahwa kanker lambung menjadi salah satu penyakit dengan penderita terbanyak di dunia?
Ya, penyakit kanker yang satu ini memang menjadi momok bagi sebagian besar orang. Namun, ia tidak datang begitu saja, lo.
Akan tetapi disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Coba perhatikan kembali makanan apa yang sering Anda konsumsi. Apakah makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang seimbang dan bisa mendukung kesehatan Anda?
Baca Juga: Kaya Antioksidan, Ini 6 Manfaat Teh Sereh untuk Tubuh Bisa Cegah Tukak Lambung
Sayangnya, tak sedikit yang tidak menyadari hal tersebut. Bahkan, gejala dari kanker lambung pun sulit untuk dideteksi. Jadi, wajar saja jika penderitanya tak menyadari jika memiliki penyakit ini.
Oleh karena itu, sebaiknya mulai sekarang Anda perlu untuk membenahi gaya hidup dengan lebih baik demi terhindar dari risiko penyakit kanker lambung.
Berikut beberapa kebiasaan buruk yang menyebabkan kanker lambung, sebagaimana dikutip dari www.halodoc.com:
Baca Juga: Lonjakan Gula Darah & Asam Lambung Intai Kebiasaan Buruk Lewatkan Sarapan Pagi
1. Makan terlalu banyak
Makanan yang tampak lezat memang kerap membuat kalap. Hingga tak sadar sudah makan terlalu banyak. Namun, jika sering makan terlalu banyak tidaklah baik untuk kesehatan, lo.
Apalagi jika Anda mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak. Di mana makanan tersebut bisa membuat berat badan Anda melonjak, lalu kemudian mengalami obesitas.
Nah, obesitas memiliki keterkaitan dengan risiko yang lebih tinggi dengan berbagai jenis penyakit kanker, salah satunya adalah kanker lambung.
2. Makan sambil beraktivitas
Siapa nih yang suka makan sambil tetap sibuk beraktivitas? Segera diubah ya. Mulailah untuk menikmati makanan Anda dengan penuh ketenangan.
Makan sambil beraktivitas tidaklah baik untuk pencernaan Anda. Karena proses pencernaan akan mendapat beban berlebih.
Kebiasaan itu akan membuat suplai darah di perut untuk mencerna makanan akan lebih sulit karena tubuh Anda terus aktif bergerak.
Jika kebiasaan ini dilanjutkan, maka akan merusak kapasitas pencernaan dan menyebabkan gastritis hingga kanker lambung.
Baca Juga: 6 Jenis Kopi yang Aman untuk Lambung, Nikmati Tanpa Perih Setiap Hari
3. Mengonsumsi makanan saat masih panas
Tak sedikit orang yang memilih menyantap makanan yang masih panas, karena lebih fresh dan tampak lezat. Namun, mengonsumsi makanan saat masih panas bisa berisiko terkena kanker lambung, lo.
Hal ini karena selaput lendir yang ada di saluran pencernaan sangat rentan dan hanya bisa mentolerir makanan dengan suhu 15 derajat celsius saja.
Jika makanan Anda masukkan terlalu panas, maka perut terasa seperti terbakar. Ujung-ujungnya akan merusak lambung dan menyebabkan kanker lambung.
4. Makan buah asam saat perut kosong
Hati-hati buat Anda yang suka makan buah asam saat perut masih kosong. Meski hal ini terasa segar dan bahkan menjadi bagian dari usaha diet Anda, namun kebiasaan ini tidaklah baik bagi lambung.
Saat Anda lapar, asam lambung di perut akan memiliki konsentrasi yang paling tinggi. Jika ada buah asam yang masuk, maka akan terjadi endapan di perut dan menimbulkan benjolan besar.
Selain itu, tekanan udara di perut akan meningkat dan menyebabkan rasa nyeri dan bengkak. Kondisi ini pun bisa berisiko pada kanker lambung.
Baca Juga: 4 Manfaat Puasa bagi Penderita Asam Lambung, Kurangi Stres Penyebab Kambuh
5. Mengonsumsi makanan dengan zat penstimulasi
Zat penstimulasi ini ada pada beberapa makanan dan sangat berbahaya bagi tubuh. Misalnya saja alkohol, pil anti-inflamasi, dan rokok.
Zat tersebut akan membahayakan selaput lendir di saluran pencernaan. Nikotin pada rokok akan masuk ke perut melalui saluran pencernaan dan menyebabkan kejang di bawah selaput lendir.
Lalu, alkohol bisa menyebabkan hiperemia dan perdarahan di selaput lendir. Lalu, pil anti-inflamasi berpotensi merusak lambung hingga menyebabkan kanker lambung.
Itulah beberapa kebiasaan buruk yang menyebabkan kanker lambung yang harus Anda waspadai. Jadi, mulailah ubah kebiasaan buruk tersebut dengan gaya hidup yang lebih sehat ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News