MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa pilihan minuman sehat yang bikin risiko kanker menurun. Apa sajakah itu?
Pola hidup sehat tidak hanya ditentukan dari makanan yang Anda konsumsi, tetapi juga dari minuman sehari-hari. Banyak orang fokus memilih makanan bergizi, namun masih sering mengonsumsi minuman tinggi gula, pewarna buatan, atau pengawet yang kurang baik untuk tubuh. Beberapa jenis minuman sehat mengandung antioksidan dan nutrisi penting yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Kerusakan sel akibat radikal bebas dan peradangan berkepanjangan diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Karena itu, memilih minuman yang lebih sehat bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga tubuh tetap bugar sekaligus mendukung kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: 6 Cara Mencegah Kanker Ginjal yang Efektif, Yuk Terapkan!
Melansir dari laman NDTV, Dr. Saurabh Sethi, dokter spesialis gastroenterologi yang menempuh pendidikan di AIIMS, Harvard, dan Stanford, membagikan beberapa pilihan minuman sehat yang bikin risiko kanker menurun:
1. Teh Hijau
Menurut Dr. Sethi, teh hijau kaya akan katekin EGCG, senyawa antioksidan yang berperan penting dalam melindungi sel dari stres oksidatif.
Ia menjelaskan, “Peminum teh hijau secara rutin memiliki risiko 20 hingga 30 persen lebih rendah terkena kanker payudara dan kolorektal.”
Kandungan antioksidan di dalamnya juga dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Kopi
Kopi tidak hanya meningkatkan energi, tetapi juga memiliki efek perlindungan terhadap beberapa jenis kanker. “Kopi sarat dengan polifenol dan antioksidan. Setiap tambahan satu cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kanker hati sekitar 15 persen,” ujar Dr. Sethi.
Ia juga menambahkan bahwa kopi dapat membantu mengurangi risiko kanker endometrium karena senyawa bioaktif di dalamnya mendukung kesehatan hati dan mengurangi peradangan.
3. Air Putih
Air putih mungkin terlihat sederhana, namun manfaatnya sangat besar. Dr. Sethi menjelaskan, “Hidrasi membantu mengencerkan karsinogen dalam urin. Asupan air yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kandung kemih.”
Minum cukup air setiap hari juga membantu ginjal berfungsi dengan baik dan mendukung proses detoksifikasi alami tubuh, sehingga racun dapat dikeluarkan lebih efisien.
4. Jus Delima
Delima merupakan salah satu buah yang kaya akan antioksidan dan polifenol. Menurut Dr. Sethi, kandungan asam ellagic dalam jus delima dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Ia menjelaskan bahwa pada pasien kanker prostat, konsumsi jus delima terbukti memperlambat waktu penggandaan kadar PSA (penanda pertumbuhan kanker), yang menunjukkan potensi besar dalam membantu menghambat perkembangan kanker.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Makanan Penurun Risiko Kanker Usus
5. Susu Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat anti-inflamasi dan mampu melindungi sel dari kerusakan DNA. Berdasarkan hasil uji klinis, konsumsi kunyit setiap hari dapat menurunkan penanda stres oksidatif yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.
Mengonsumsi susu kunyit hangat sebelum tidur bisa menjadi kebiasaan sederhana yang menyehatkan sekaligus membantu menenangkan tubuh.
6. Smoothie Buah Beri
Buah beri seperti blueberry, strawberry, dan raspberry mengandung antosianin serta serat tinggi yang berperan dalam melawan pertumbuhan sel kanker.
“Diet yang kaya buah beri telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kerongkongan dan kolorektal,” ujar Dr. Sethi. Selain kaya nutrisi, buah beri juga mendukung sistem imun dan menjaga kesehatan pencernaan.
7. Jus Lemon
Jus lemon dikenal tinggi vitamin C dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Dr. Sethi menulis bahwa konsumsi jus lemon dapat menurunkan risiko kanker lambung dan kerongkongan hingga 10–15 persen.
Namun, ia mengingatkan agar penderita refluks asam atau maag berhati-hati karena sifat asam lemon dapat memperparah gejalanya. Untuk hasil terbaik, jus lemon sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tanpa tambahan gula berlebih.
8. Teh Herbal
Dr. Sethi juga merekomendasikan teh herbal seperti chamomile, jahe, dan peppermint. Teh-teh ini kaya akan polifenol dan senyawa anti-inflamasi yang membantu melindungi tubuh dari peradangan kronis.
Berdasarkan penelitian, teh herbal dapat berperan dalam menurunkan risiko kanker lambung dan kolorektal. Selain itu, teh herbal juga memiliki efek menenangkan dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.
Baca Juga: 5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Kanker Ginjal
Itulah beberapa pilihan minuman sehat yang bikin risiko kanker menurun. Menambahkan delapan jenis minuman ini ke dalam pola makan seimbang dapat menjadi langkah sederhana namun signifikan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan menurunkan risiko kanker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News