M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Volatilitas SUN Tetap Tinggi Pasca-Rating S&P, Yield SUN 10 Tahun Ditaksir 6,8%-7,3%

Volatilitas SUN Tetap Tinggi Pasca-Rating S&P, Yield SUN 10 Tahun Ditaksir 6,8%-7,3%
Reporter: Alya Fathinah  |  Editor: Alya Fathinah


MOMSMONEY.ID -  Prospek pasar obligasi pemerintah Indonesia hingga akhir 2026 dinilai masih cukup konstruktif, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.

Keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil mengurangi risiko penurunan peringkat, tetapi belum menghapus seluruh tantangan yang dihadapi perekonomian nasional.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (20/7), yield Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun di level 7,247%. Tingkat yield malah naik tipis dibandingkan posisi pada Senin (13/7)saat pengumuman hasil pemeringkatan oleh S&P yang tercatat 7,209%. 

Premi risiko berinvestasi juga belum membaik yang terlihat dari peningkatan credit default swap (CDS) tenor lima tahun menjadi sekitar 92,01, dari 88,8 basis poin sebelum pengumuman S&P. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet, mengatakan, outlook stabil lebih tepat dimaknai sebagai kesempatan bagi pemerintah untuk membuktikan konsistensi dalam menjaga kebijakan fiskal daripada jaminan bahwa seluruh risiko telah hilang.

Ia menambahkan, level yield SUN saat ini juga sudah berada pada kisaran yang relatif menarik bagi investor. Meski demikian, pergerakan yield ke depan masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan domestik.

Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?

"Untuk pasar obligasi hingga akhir tahun, saya masih melihat prospek yang cukup konstruktif meskipun volatilitas akan tetap tinggi. Yield SUN saat ini sudah berada pada level yang relatif menarik dan risiko downgrade berhasil dihindari. Permintaan domestik dari perbankan, dana pensiun, dan perusahaan asuransi juga masih menjadi penopang pasar," ujar Yusuf kepada Kontan, Selasa (14/7).

Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan yield SUN, yakni stabilitas nilai tukar rupiah, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta disiplin fiskal pemerintah.

Dalam skenario dasar, ia memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun akan bergerak di kisaran 6,8%-7,3% hingga akhir 2026.

Namun, apabila tekanan eksternal kembali meningkat, yield berpotensi naik ke sekitar 7,5%. Sebaliknya, jika rupiah menguat dan arus modal asing kembali membaik, yield masih berpeluang turun ke kisaran 6,5%-6,7%.

Dari sisi strategi investasi, ia menilai kondisi pasar saat ini tidak harus dimaknai sebagai pilihan antara langsung membeli atau menunggu sepenuhnya.

Baca Juga: ORI030 Meluncur di Tengah Dinamika Pasar, Investor Tetap Bisa Optimalkan Investasi

Bagi investor jangka panjang, level yield di atas 7% dinilai sudah menawarkan imbal hasil yang menarik sehingga strategi akumulasi secara bertahap masih layak dilakukan, terutama pada obligasi pemerintah tenor pendek hingga menengah yang relatif lebih tahan terhadap perubahan suku bunga.

Sementara, investor yang lebih sensitif terhadap fluktuasi jangka pendek dapat menunggu hingga arah pergerakan rupiah dan kebijakan The Fed menjadi lebih jelas sebelum menambah eksposur di pasar obligasi.

"Jadi, afirmasi S&P menurut saya bukan sinyal untuk mengejar pasar secara agresif, melainkan momentum untuk mulai masuk secara bertahap sambil tetap memperhatikan perkembangan risiko fiskal dan kondisi global," sarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Datang Terlambat dan Lebih Singkat

BMKG memprediksikan, awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. 

4 Warna Beige Benjamin Moore untuk Rumah yang Terasa Hangat dan Modern

Inilah 4 warna beige Benjamin Moore pilihan desainer ini untuk rumah yang hangat dan modern, lengkap dengan tips biar interior krem tidak monoton.  

6 Kebiasaan Pagi biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Buang Waktu Banyak

Ini 6 kebiasaan pagi untuk menjaga rumah tetap rapi, nyaman, dan teratur tanpa menghabiskan banyak waktu sebelum beraktivitas.

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan Bikin Transaksi QRIS Lebih Praktis

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan memudahkan akses fitur serta pengisian nominal QRIS agar transaksi harian terasa lebih praktis.

7 Cara Ubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan

Ubah pendapatan biasa menjadi aset jangka panjang lewat 7 cara sederhana, dari mengelola uang, investasi, utang, bisnis hingga dana darurat.  

IHSG Anjlok 1,69% Jelang Keputusan BI, Waspada Volatilitas Tinggi

Investor perlu tetap berhati-hati, tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek.     

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Susul Tim Putri ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak perempat final, Selasa (22/9), Tim Putra Indonesia menyusul Tim Putri ke semifinal.

Diluncurkan Sejak 2019, Begini Capaian QRIS dari Domestik hingga Rambah Mancanegara

Begini perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ​sejak diluncurkan tahun 2019.    

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Arus dana institusional, perkembangan regulasi aset digital AS, dan turunnya harga minyak menjadi sejumlah katalis penguatan Bitcoin.

Peringatan Dini Cuaca Besok (23/9), Hujan Sangat Lebat Masih Turun di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 23 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.