M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

ORI030 Meluncur di Tengah Dinamika Pasar, Investor Tetap Bisa Optimalkan Investasi

 ORI030 Meluncur di Tengah Dinamika Pasar, Investor Tetap Bisa Optimalkan Investasi
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Masa penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 masih berlangsung hingga 30 Juli 2026. Salah satu platform yang masyarakat bisa gunakan untuk membeli ORI030 adalah melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas.

ORI030 hadir dengan dua pilihan tenor, yaitu ORI030T3 dengan jangka waktu tiga tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Juli 2029, serta ORI030T6 dengan tenor enam tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Juli 2032. 

ORI030 menawarkan tingkat kupon tetap masing-masing sebesar 6,9% per tahun untuk ORI030T3 dan 7,0% per tahun untuk ORI030T6.

Khusus untuk ORI030T6, seri ini ditetapkan sebagai SDG Bond Ritel, yaitu instrumen SBN Ritel yang dana hasil penerbitannya dialokasikan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 

Dengan demikian, investor tidak hanya berpotensi memperoleh kupon tetap setiap bulan, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

Baca Juga: Kupon ORI029 5,45%-5,80% Dinilai Kompetitif, Ini Pertimbangan Sebelum Beli!

Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas Rohma Fitri Murniawati (Fitri) mengatakan, sebagai instrumen investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah, ORI030 menjadi pilihan investasi yang relevan bagi masyarakat yang mengutamakan stabilitas dalam membangun portofolio jangka menengah. 

"ORI030 menawarkan kombinasi antara keamanan investasi karena dijamin oleh negara dan potensi imbal hasil yang kompetitif di tengah kondisi pasar yang dinamis," kata Fitri dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7). 

Menurut Fitri, di tengah ketidakpastian global, fluktuasi suku bunga, serta dinamika ekonomi domestik, ORI030 dapat menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik untuk membantu investor melakukan diversifikasi portofolio. Produk ini juga sesuai bagi berbagai profil investor, baik investor pemula maupun yang telah berpengalaman. 

Melalui New BIONS by BNI Sekuritas, proses pemesanan ORI030 dapat dilakukan secara praktis kapan saja dan di mana saja selama masa penawaran berlangsung. Minimum pemesanan ORI030 dimulai dari Rp1 juta, sehingga semakin membuka akses investasi SBN Ritel bagi masyarakat luas.

Kupon pertama (long coupon) ORI030 dijadwalkan dibayarkan pada 15 September 2026 dan bersifat long coupon. Setelah itu, kupon akan dibayarkan secara berkala setiap tanggal 15 setiap bulannya hingga jatuh tempo, sesuai ketentuan yang berlaku. 

Baca Juga: Bunga Kompetitif, ORI029 Alternatif Diversifikasi di tengah Volatilitas Pasar

Selain memberikan  kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan, ORI030 juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum holding period (MHP) berakhir, yaitu mulai 16 September 2026 atau setelah pembayaran kupon pertama. 

Fitur ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor dalam mengelola kebutuhan likuiditas dan strategi investasinya, dengan tetap memperhatikan bahwa harga ORI030 di pasar sekunder dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar. 

BNI Sekuritas terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui penyediaan produk investasi yang tepercaya dan mudah diakses secara digital. 

Kehadiran ORI030 diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi secara secara lebih terencana, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.