M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Volatilitas Pasar Masih Tinggi, Ini Rekomendasi Saham Sepekan dari IPOT

Volatilitas Pasar Masih Tinggi, Ini Rekomendasi Saham Sepekan dari IPOT
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Pergerakan pasar saham domestik sepekan ini diperkirakan cenderung mixed dengan kecenderungan konsolidatif. Kombinasi sentimen global dan domestik masih beragam di tengah posisi indeks yang telah reli, dan mulai membentuk indikasi reversal jangka pendek. 

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah mengimbau trader dan investor mencermati sejumlah sentimen dari global dan domestik. 

Dari global, sepekan ini, pergerakan indeks utama Wall Street seperti S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite, diperkirakan kembali menghadapi tekanan, seiring kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menghasilkan kesepakatan konkret. 

Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian geopolitik global dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak langsung pada stabilitas pasar energi. Sentimen negatif terutama berasal dari risiko berlanjutnya gangguan distribusi energi global, mengingat kawasan Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, masih menjadi titik krusial dalam rantai pasok minyak dunia.

Menurut Hari, tanpa adanya kesepakatan, pasar mulai mengantisipasi kemungkinan pengetatan suplai yang dapat mendorong harga energi tetap tinggi. Sehingga berpotensi menahan laju penurunan inflasi global dan mempersempit ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat.

Baca Juga: Cek Saham yang Mau Bagi-Bagi Dividen, Cum Date 14 - 20 April 2026

Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve juga kembali menjadi lebih hawkish, seiring risiko inflasi berbasis energi yang masih tinggi. Hal ini berpotensi menjaga yield obligasi AS tetap elevated dan menjadi tekanan tambahan bagi aset berisiko, khususnya saham berbasis growth yang sensitif terhadap suku bunga.

Secara keseluruhan, kata Hari, dinamika ini mendorong investor global untuk kembali mengadopsi sikap risk-off dalam jangka pendek, dengan potensi rotasi ke aset safe haven seperti dollar AS dan komoditas energi.

"Volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi dalam sepekan, dengan arah pergerakan sangat bergantung pada perkembangan lanjutan dari negosiasi geopolitik serta sinyal kebijakan moneter global," jelas Hari mengutip siaran pers, Senin (13/4).

Sementara, dinamika domestik diperkirakan akan dipengaruhi oleh dua katalis utama, yakni potensi penyesuaian harga BBM non-subsidi dan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang saat ini tertekan di kisaran Rp 17.000 per dollar AS.

Rencana pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM non-subsidi sebagai upaya menjaga kesehatan fiskal dan keberlanjutan subsidi. Namun demikian, kebijakan ini berpotensi memicu tekanan inflasi jangka pendek, yang dapat berdampak lanjutan terhadap daya beli masyarakat serta margin sektor-sektor berbasis konsumsi.

Di sisi lain, pelemahan rupiah yang cukup signifikan mendorong pemerintah dan otoritas terkait untuk menyiapkan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas rupiah. Langkah-langkah yang berpotensi ditempuh antara lain intervensi di pasar valas, optimalisasi instrumen moneter, serta penguatan aliran dana masuk melalui insentif pasar keuangan.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Tergelincir di tengah Rencana AS Memblokade Selat Hormuz

Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan penyesuaian harga energi dan stabilisasi nilai tukar mencerminkan stance pemerintah yang lebih pre-emptive dalam menjaga stabilitas makro ekonomi. Namun, pasar kemungkinan akan merespons dengan hati-hati dalam jangka pendek, seiring meningkatnya sensitivitas terhadap risiko inflasi dan arah kebijakan lanjutan. 

"Ke depan, efektivitas implementasi kebijakan tersebut serta koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter akan menjadi kunci dalam menentukan arah sentimen pasar domestik dan keberlanjutan aliran dana ke pasar keuangan Indonesia," kata Hari.

Rekomendasi trading saham 

Dari sisi sektoral, sektor energi diperkirakan tetap menjadi salah satu motor penggerak utama, ditopang oleh ekspektasi harga komoditas yang masih elevated. Sementara, sektor transportasi laut juga menunjukkan penguatan lanjutan seiring membaiknya outlook permintaan dan tarif. 

Selain itu, pergerakan saham-saham konglomerasi yang mulai menunjukkan pola reversal teknikal dapat membuka peluang trading jangka pendek, khususnya untuk strategi swing.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 0,56% ke Level 7.500 Pada Senin Sore (13/4)

Dalam kondisi ini, investor disarankan tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat. Namun, tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih relatif tinggi serta potensi perubahan sentimen yang cepat.

Merespons dinamika market ini, IPOT rekomendasi trading saham pada emiten-emiten berikut ini:

  • Buy MBMA (Target price: Rp 825, Stop loss: Rp 715). 

Saham MBMA secara price structure masih bergerak uptrend. Dalam sepekan terakhir, MBMA mencatatkan foreign inflow sebesar Rp 5,5 miliar, memberikan sinyal positif pergerakan uptrend masih berlanjut.

  • Buy ENRG (Target price: Rp 1.925, Stop loss: Rp 1.645). 

Saham ENRG berhasil bergerak uptrend dan bertahan di atas area psikologis Rp 1.700. Dengan harga minyak yang naik karena sentimen kenaikan harga minyak global, membuat sentimen positif bagi saham ENRG.

  • Buy EXCL (Target price: Rp 3.550, Stop loss: Rp 2.960). 

Saham EXCL berhasil break area EMA-50, berpotensi mulai bergerak uptrend didukung juga oleh inflow asing yang dalam sebulan terakhir terakumulasi Rp 20,6 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

IHSG Dibuka Naik 0,2% Pada Rabu Pagi, Ditopang Saham Perbankan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Pada perdagangan Rabu pagi (2/9) pukul 9:10 WIB, indeks naik 0,2% ke level 6.614. 

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok hingga Rp 40.000 Jadi Tinggal Segini

Harga emas Antam hari ini turun dalam Rp 40.000 per gram menjadi Rp 2.624.000 pada Rabu (2/9). Harga buyback juga terkoreksi Rp 40.000.

Keyboard Laptop Acer Aspire 7 Punya Numpad Utuh, Bikin Ketik Cepat Lebih Nyaman

Laptop Acer Aspire 7 membawa keyboard kokoh berfitur numpad dan backlight sederhana. Desain ini simpan kenyamanan ekstra untuk kerja durasi lama.

Promo A&W WednesDeal September 2026, Buy 1 Get 1 Burger Lebih Hemat Tiap Rabu

Setiap hari Rabu di bulan September, nikmati promo A&W WednesDeal Buy 1 Get 1 Burger mulai dari Rp 42.000. Cek syarat dan ketentuannya di sini!

Promo HokBen Hoka MurMer September 2026, Kyoto Set & Super Bowl Mulai 17 Ribuan

Cari makan enak dan murah? Manfaatkan promo HokBen Kyoto Set dan BBM Super Bowl khusus dine-in setiap Senin sampai Jumat.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (2/9) Turun Lagi, Galeri24 Jadi Rp 2.594.000 Per Gram

Harga emas Galeri24 turun Rp 12.000, sedangkan UBS merosot Rp 20.000 per gram pada perdagangan hari ini. Cek selengkapnya

Ada Perubahan Hormon, Cek Penyebab Vagina Terasa Kering di Sini

Anda perempuan dan pernah merasakan vagina terasa kering? Yuk, simak alasan dan penyebab kenapa vagina bisa terasa kering di sini.

Kuota Internet Cepat Habis? Pengaturan Bawaan HP Ini Sering Jadi Pemicunya

Cara menghemat kuota internet HP agar tidak cepat habis bisa dilakukan dengan mudah. ​Simak caranya berikut ini.

Mentimun Tak Cuma Turunkan Gula Darah, Ketahui 6 Manfaat Timun di Sini

Mentimun memiliki banyak potensi manfaat dan sangat serbaguna sebagai bahan makanan. Yuk, kenali apa saja manfaatnya.

Terbuat dari Sayuran Fermentasi, Ketahui 5 Manfaat Kimchi Bagi Kesehatan Anda

 Selain rasanya yang segar, ternyata kimchi yang terbuat dari sayur-sayuran juga memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan.