MOMSMONEY.ID - Vitamin B Complex berperan penting dalam menjaga gula darah dan kesehatan tubuh secara menyeluruh, memastikan sel-sel tubuh berfungsi secara optimal. Vitamin B Complex terdiri dari berbagai jenis vitamin yang berbeda, yakni B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9 (asam folat), dan B12.
Shira Eytan, dokter penyakit dalam dari Healthcentral.com, mengatakan, vitamin B12 secara khusus sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan sel darah. Penderita gula darah tinggi yang mengonsumsi metformin berisiko mengalami kekurangan vitamin B12, karena penyerapan vitamin ini berkurang sekitar 6-50%.
Kekurangan vitamin B12 cenderung terjadi pada penderita gula darah tinggi yang mengonsumsi metformin dosis tinggi dalam jangka waktu lama. Selain itu, lansia dan wanita hamil juga membutuhkan asupan vitamin B tertentu dalam jumlah yang lebih tinggi.
Baca Juga: Sayur Non-Pati Ini Mampu Turunkan Gula Darah Tanpa Lonjakan Kalori
Apakah vitamin B Complex memengaruhi kadar gula darah?
Asupan vitamin B tertentu yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Jadi, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker mengenai dosis yang tepat.
Sebagai contoh, dosis tinggi vitamin B3 yang juga dikenal sebagai niasin atau asam nikotinat dapat meningkatkan kadar gula darah serta berpotensi mengganggu efektivitas obat gula darah tinggi.
Bisakah vitamin B mencegah gula darah tinggi?
Konsumsi vitamin B2 dan B6 dapat menurunkan risiko gula darah tinggi hingga diabetes tipe 2. Terdapat penurunan risiko diabetes tipe 2 sebesar 10%, sementara orang yang mengonsumsi vitamin B6 dalam jumlah tinggi memiliki risiko 11% lebih rendah untuk terkena penyakit tersebut.
Bahkan, konsumsi vitamin B12 dalam bentuk suplemen juga terbukti dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Gula darah tinggi tingkatkan risiko kekurangan vitamin B12
Penderita gula darah tinggi memiliki risiko tambahan yang lebih tinggi terhadap kekurangan vitamin B12. Konsentrasi vitamin B12 dalam darah rata-rata cenderung sedikit lebih rendah daripada individu yang tidak menderita gula darah tinggi.
Hal itu sebagian besar disebabkan karena diabetes dikaitkan dengan kondisi kronis lain yang dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin B12. Pada penderita diabetes tipe 2 dan obesitas, riwayat operasi bariatrik juga dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.
Metformin atau obat lini pertama yang paling sering diresepkan untuk penderita gula darah tinggi dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12. Risiko meningkat semakin lama Anda mengonsumsi metformin dan semakin tinggi dosisnya.
23% pengguna metformin mengalami kekurangan vitamin B12, semakin tinggi dosis dan semakin lama waktu pengobatan maka akan semakin besar risiko kekurangan vitamin B12.
Hal ini bisa terjadi pada dosis di atas 1.500 mg dan setelah empat tahun pengobatan.
Baca Juga: 7 Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Jaga Gula
Gejala kekurangan vitamin B12 pada penderita gula darah tinggi
Gejala kekurangan vitamin B12 pada penderita gula darah tinggi meliputi:
- Anemia
- Perubahan kognitif seperti brain fog, kesulitan berkonsentrasi, masalah memori, atau kebingungan
- Kesemutan, mati rasa, atau hilangnya sensasi di tangan atau kaki
- Kelelahan dan kelemahan
- Masalah penglihatan
- Penurunan berat badan
Hubungan antara vitamin B12 dan neuropati diabetes
Penderita gula darah tinggi yang mengalami kekurangan vitamin B12 lebih mungkin mengalami neuropati diabetik. Selain itu, berisiko juga mengalami gastroparesis yang lebih tinggi atau pengosongan lambung yang tertunda karena kerusakan saraf.
Pengendalian gula darah adalah kunci utama untuk mencegah neuropati diabetik. Demikian manfaat vitamin B Complex dalam menjaga gula darah dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News