MOMSMONEY.ID - Tren desain pesisir 2026 hadir lebih modern lewat warna hangat, tekstur alami, dan dekorasi artistik yang nyaman dilihat.
Desain rumah bergaya pesisir kembali jadi perbincangan hangat di tahun 2026. Namun berbeda dari sebelumnya, konsep coastal style kali ini tampil lebih dewasa, estetik, dan terasa dekat dengan gaya hidup modern masyarakat masa kini.
Jika dulu interior pesisir identik dengan dekorasi kerang, warna biru pucat, hingga ornamen pantai yang terlalu ramai, sekarang tampilannya justru lebih tenang dan elegan.
Di tengah meningkatnya tren rumah nyaman dan healing space di Indonesia, gaya pesisir modern mulai banyak dilirik karena mampu menghadirkan suasana santai tanpa terlihat berlebihan.
Melansir dari Living Etc, sejumlah desainer interior dunia menyebut tren pesisir terbaru lebih fokus pada permainan tekstur, material alami, dan nuansa rumah yang terasa hidup.
“Interior pesisir modern harus terasa alami, santai, dan punya karakter tanpa terlihat terlalu bertema,” ujar desainer interior Chloe Tozer.
Baca Juga: Tren Desain Interior Warna Lilac Makin Populer, Kelir Ungu Pastel Ini Bertahan Lama?
Desain pesisir kini tampil lebih modern
Tren desain pesisir tahun ini mengalami perubahan cukup besar. Banyak desainer mulai meninggalkan konsep rumah pantai klasik yang selama bertahun tahun dianggap monoton.
Kini, rumah bergaya pesisir lebih mengutamakan kenyamanan visual dan kesan natural dibanding sekadar menghadirkan ornamen laut di setiap sudut ruangan. Warna putih dan biru muda memang masih digunakan, tetapi dipadukan dengan nuansa yang lebih hangat seperti hijau olive, cokelat tanah, krem lembut, hingga aksen merah bata.
Perubahan ini membuat interior terlihat lebih mahal dan berkelas. Suasana rumah pun terasa lebih tenang, cocok untuk masyarakat urban yang ingin menghadirkan ruang istirahat nyaman setelah aktivitas padat sehari hari.
Desain seperti ini juga mulai banyak diterapkan pada hunian minimalis di Indonesia karena mudah dipadukan dengan berbagai ukuran rumah.
Material alami jadi kunci utama
Salah satu ciri paling kuat dari desain pesisir modern adalah penggunaan material alami yang terasa hangat dan autentik. Kayu dengan tampilan rustic, linen lembut, batu alam, plester dinding bertekstur, hingga furnitur vintage menjadi elemen yang banyak digunakan untuk menciptakan suasana nyaman di dalam rumah.
Bukan hanya soal estetika, material alami juga dinilai mampu memberikan efek relaksasi secara emosional. Karena itu, konsep ini semakin populer di kalangan generasi muda yang mulai peduli dengan kenyamanan rumah dan kesehatan mental.
Desainer interior Blair Moore menjelaskan bahwa rumah pesisir modern sebaiknya memiliki lapisan tekstur yang kaya agar tidak terasa datar atau terlalu formal.
Konsep tersebut juga sejalan dengan tren sustainable living yang kini berkembang di Indonesia. Banyak orang mulai memilih furnitur tahan lama dan dekorasi bernilai artistik dibanding membeli barang instan yang cepat rusak.
Baca Juga: Desainer Interior Ini Punya Rahasia Memilih Warna Rumah yang Terinspirasi dari Alam
Warna gelap mulai mendominasi interior pesisir
Jika sebelumnya desain pesisir selalu identik dengan warna terang, kini justru warna gelap mulai banyak digunakan untuk memberikan karakter pada ruangan. Hijau tua, cokelat kopi, abu abu gelap, hingga warna lumpur lembut menjadi pilihan favorit desainer interior dunia pada 2026.
Warna warna ini biasanya dipadukan dengan material kayu alami dan kain linen agar ruangan tetap terasa ringan dan nyaman dilihat. Sentuhan warna gelap juga membantu rumah terlihat lebih modern tanpa menghilangkan kesan santai khas hunian pesisir.
Bagi rumah di Indonesia yang memiliki pencahayaan alami cukup baik, kombinasi ini bisa membuat interior terasa lebih adem sekaligus estetik untuk kebutuhan konten media sosial maupun ruang berkumpul keluarga.
Rotan dan bambu tetap populer, tetapi lebih simpel
Rotan dan bambu masih menjadi bagian penting dari desain pesisir modern. Namun penggunaannya kini lebih sederhana dan tidak terlalu ramai.
Desainer lebih sering memakai material ini sebagai aksen seperti kursi santai, lampu gantung, meja kecil, atau lemari dekoratif. Cara tersebut membuat rumah tetap terasa hangat tanpa terlihat penuh dekorasi berlebihan.
Menariknya, tren ini sangat cocok diterapkan di Indonesia karena rotan dan bambu lokal memiliki kualitas bagus serta mudah ditemukan. Selain tampil estetik, penggunaan material lokal juga membantu menciptakan rumah yang lebih ramah lingkungan.
Detail tali dan dekorasi artistik kembali diminati
Satu elemen lama yang kembali populer di tahun 2026 adalah detail tali pada interior rumah. Namun kali ini tampilannya jauh lebih modern dan artistik. Material tali digunakan pada lampu gantung, detail kursi, dekorasi dinding, hingga elemen furnitur unik yang membuat ruangan terasa lebih hidup.
Menurut Chloe Tozer, penggunaan tali dalam desain modern sebenarnya sudah berkembang sejak era desain pertengahan abad dan kini kembali diminati karena menghadirkan tekstur yang hangat sekaligus nostalgic.
Agar tidak terlihat terlalu ramai, detail tali biasanya dipadukan dengan garis furnitur sederhana dan warna netral. Hasil akhirnya membuat interior terasa santai, unik, tetapi tetap elegan untuk hunian masa kini.
Baca Juga: Warna Mauve Jadi Tren Interior 2026, Pengganti Dinding Putih yang Lebih Cozy
Rumah pesisir modern bukan sekadar soal tema pantai
Pada akhirnya, desain pesisir modern tahun 2026 bukan lagi sekadar menghadirkan rumah bertema pantai. Konsep ini berkembang menjadi gaya hidup yang mengutamakan kenyamanan, ketenangan, dan koneksi dengan unsur alam.
Perpaduan warna hangat, tekstur alami, furnitur berkarakter, hingga pencahayaan lembut membuat rumah terasa lebih personal dan nyaman dihuni dalam jangka panjang.
Tidak heran jika tren ini diprediksi terus populer, terutama di kalangan masyarakat Indonesia yang mulai mencari konsep hunian sederhana tetapi tetap estetik dan menenangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News