MOMSMONEY.ID - Serangan jantung saat berolahraga sering dialami oleh beberapa orang. Mirisnya, dari sekian banyak kejadian, tidak sedikit yang akhirnya tidak tertolong.
Olahraga sendiri adalah salah satu aktivitas penting bagi setiap orang untuk mendukung kesehatan tubuh. Meski begitu, pelaksanaannya tetap harus hati-hati, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Baca Juga: Bebas dari Penyakit Jantung Tanpa Mahal, Cukup Lakukan 6 Rutinitas Pagi Ini yuk
Di tengah semangat berolahraga, serangan jantung bisa dicegah dengan persiapan yang terencana, bukan sekadar asal gerak.
Sebagaimana disampaikan oleh seorang ahli jantung ternama di Ranchi, Dr. Md. Farhah Shikoh, bahwa mengikuti beberapa tips sederhana bisa mengurangi risiko masalah terkait dengan jantung selama berolahraga.
Berikut beberapa tips mencegah serangan jantung saat berolahraga, yang dikutip dari www.practo.com:
Baca Juga: Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung, Ketahui 5 Manfaat Jamur untuk Kesehatan
1. Ketahui kondisi tubuh
Hal pertama yang perlu Anda perhatikan sebelum berolahraga adalah mengetahui bagaimana kondisi tubuh Anda sebenarnya. Apakah Anda cukup bugar untuk melakukan olahraga?
Jika Anda merasa tubuh Anda tidak cukup bugar, tapi memaksakan diri untuk olahraga, apalagi memberi tekanan lebih pada jantung, hal ini tidaklah baik bagi jantung Anda.
Anda bisa memulai dengan latihan berintensitas rendah terlebih dahulu. Lakukan secara bertahap dan tingkatkan intensitasnya sedikit demi sedikit.
2. Memantau detak jantung
Selain itu, jangan lupa untuk selalu memantau detak jantung Anda. Hal ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana respons jantung Anda saat melakukan aktivitas fisik.
Anda bisa memanfaatkan smartphone atau smartwatch Anda untuk membantu memastikan apakah detak jantung Anda berada di kondisi yang aman atau tidak.
Baca Juga: Kadar Kolesterol Tinggi Berisiko Memicu Serangan Jantung Tanpa Gejala, Waspada!
3. Hindari olahraga dalam kondisi ekstrem
Sebelum berolahraga, Anda bisa mengecek suhu atau cuaca di saat itu. Apakah cuaca panas atau sangat dingin. Kondisi seperti ini bisa berpengaruh pada jantung Anda.
Saat cuaca panas, tubuh Anda akan bekerja keras untuk mendinginkan diri, begitu juga jantung akan mendapat beban yang berat.
Sedangkan saat cuaca dingin bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung.
4. Konsumsi makanan ringan sebelum olahraga
Usahakan untuk mengonsumsi makanan ringan sebelum berolahraga. Anda bisa mengonsumsinya 30-60 menit sebelum berolahraga.
Makanan ringan akan memberikan Anda energi, tanpa memberi tekanan pada pencernaan. Misalnya saja mengonsumsi pisang, roti gandum, atau yoghurt.
Namun, hindari makan berat ya. Karena bisa membuat tidak nyaman dan memberi tekanan pada jantung Anda.
Baca Juga: Kenali 7 Gejala Jantung Lemah yang Wajib Diwaspadai, Termasuk Sering Mendengkur lo
5. Cukupi kebutuhan cairan
Jangan lupa untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan Anda. Tujuannya untuk menjaga agar fungsi jantung tetap baik saat Anda berolahraga.
Sedangkan, jika sampai Anda mengalami dehidrasi, maka akan membuat kenaikan detak jantung dan tekanan darah. Dengan begitu, jantung Anda akan bekerja lebih keras.
6. Jangan memaksakan diri
Ketika berolahraga, sebaiknya Anda tidak memaksakan diri demi terhindar dari serangan jantung. Karena kelelahan berlebihan bisa berisiko mendatangkan serangan jantung.
Jadi, peka lah pada tubuh Anda sendiri. Apalagi jika Anda merasa tidak nyaman, seperti sesak napas, pusing, atau nyeri dada, maka segeralah beristirahat. Jika Anda memaksakan diri, maka jantung juga akan bekerja lebih keras.
Baca Juga: Anti Stres! Ini 4 Alasan Memelihara Hewan Sangat Bagus untuk Kesehatan Jantung
7. Jangan lupa istirahat
Ingat, jangan lupa untuk beristirahat ya. Karena melalui istirahat, akan memberikan momen untuk pemulihan jantung dan kesehatan fisik Anda.
Jika Anda tidak memberikan waktu untuk beristirahat, maka risiko ketegangan jantung akan semakin besar. Lakukan juga peregangan ringan untuk menjaga fleksibilitas tubuh.
Dengan beberapa tips tersebut, risiko fatal serangan jantung bisa lebih ditekan. Ingatlah bahwa tujuan berolahraga adalah hidup lebih lama dan lebih bugar, bukan untuk menguji seberapa jauh tubuh bisa dipaksa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News