MOMSMONEY.ID - Memiliki jantung yang sehat bisa dimiliki dengan melakukan kebiasaan sederhana. Mulai dari menerapkan pola makan sehat, olahraga, pola tidur yang cukup, tidak merokok dan memeriksa kesehatan anda. dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K) menyebut secara global prevalensi penyakit jantung bawaan terus meningkat, dengan data internasional menunjukkan lonjakan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010, dan Asia sebagai wilayah dengan proporsi tertinggi.
Kondisi ini menjadikan echocardiography sebagai standar utama untuk memantau penyakit jantung bawaan sejak masa neonatal hingga tindak lanjut jangka panjang. Ia menekankan peran echocardiography sangatlah penting.
“Echocardiography merupakan metode utama non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat untuk mendeteksi, mendiagnosis, serta memantau struktur dan fungsi jantung bayi dan anak secara real-time,” ungkap dr. Radityo dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (28/1).
dr. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K) menyoroti peran penting 3D echocardiography pada penyakit jantung bawaan (congenital heart disease/CHD). Menurutnya, 3D echocardiography membantu mengidentifikasi morfologi ventrikel yang kompleks pada CHD, memfasilitasi evaluasi perubahan volume dan fungsi ventrikel (bilik jantung), serta memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara lebih detail. Selain itu, teknologi ini juga berperan sebagai panduan periprocedural dalam tindakan intervensi transkateter.
Baca Juga: 5 Tips Berumur Panjang Menurut Sains yang Dapat Anda Terapkan
Sebelumnya, Heartology Cardiovascular Hospital menyelenggarakan Mini Workshop CARES 2026 – 3D Echocardiography Essentials: Building the Foundation for Advanced Imaging Across All Ages sebagai bagian pengembangan keilmuan dan peningkatan kompetensi tenaga medis di bidang kardiovaskular. Workshop ini diikuti oleh 30 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berfokus pada ekokardiografi dan kardiologi pediatrik, dengan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons yang sangat positif.
Rangkaian sesi ilmiah dirancang secara komprehensif untuk membahas peran strategis 3D echocardiography dalam praktik klinis masa kini. Materi mencakup teknik serta tips dan trik 3D imaging untuk penilaian fungsi ventrikel kiri (LV) dan ventrikel kanan (RV), hingga aplikasi 3D echocardiography pada kelainan jantung kongenital dan struktural, khususnya dalam hal diagnosis dan tatalaksana. Pendekatan ini bertujuan memperkuat pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif peserta dalam penggunaan imaging jantung presisi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan live demo kasus menggunakan 3D Transthoracic Echocardiography (TTE) dan Transesophageal Echocardiography (TEE), sesi hands-on workstation untuk penilaian 3D secara terarah, serta live intervention cases yang menekankan pentingnya imaging presisi dalam mendukung pengambilan keputusan klinis secara real-time.
Prof. Luigi Badano, MD, PhD menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan workshop itu. Baginya banyak peserta yang antusias akan pemahaman ilmu penyakit jantung. Ia juga menegaskan pentingnya echocardiography sebagai alat utama dalam diagnosis penyakit jantung serta perlunya pembelajaran berkelanjutan untuk terus memperdalam keilmuan di bidang struktur jantung.
Baca Juga: 6 Efek Samping Minum Kopi Hitam Terlalu Banyak pada Tubuh
Selanjutnya: Cara Karyawan Lolos Pengajuan KPR di 2026 dengan Persiapan yang Lebih Matang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News