MOMSMONEY.ID - Bulan Suci Ramadan 1447 H menjadi momen yang dinanti umat Muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, masyarakat juga perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama hampir 30 hari berpuasa.
Puasa yang sehat tidak hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga ditentukan oleh pola makan saat sahur dan berbuka, kecukupan cairan, hingga kualitas tidur. Tanpa pengaturan yang tepat, puasa justru bisa memicu gangguan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Operations Group Head Astra Life Dokter Tengku Raya Sharin mengingatkan, pentingnya memahami kondisi kesehatan masing-masing sebelum berpuasa. Menurutnya, bagi orang dengan riwayat penyakit, perlu memperhatikan pantangan agar tidak memicu kondisi yang lebih serius hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.
“Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Jika memiliki riwayat penyakit, kenali pantangan selama berpuasa agar tidak memicu gangguan kesehatan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (4/3).
Berikut lima hal yang perlu diperhatikan agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap bugar:
1. Melewatkan Sahur dan Langsung Tidur
Sahur berperan penting menjaga energi dan kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari. Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, atau roti gandum, serta tambahkan protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe. Konsumsi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan serat.
Hindari langsung tidur setelah sahur karena dapat mengganggu pencernaan dan memicu asam lambung naik. Idealnya, total waktu tidur tetap terpenuhi sekitar 6–8 jam per hari untuk mencegah migrain dan dehidrasi.
2. Kurang Minum Air
Selama Ramadan, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi. Pola 2-4-2 bisa diterapkan: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Batasi minuman manis dan berkafein.
Dehidrasi bisa memperberat kerja jantung, memicu kelelahan, serta memperburuk kondisi tertentu seperti asma. Pada penderita diabetes, dehidrasi juga memerlukan pemantauan gula darah yang lebih ketat.
Baca Juga: 4 Bahaya Makan Terlalu Cepat, Awas Kolesterol Naik!
3. Berbuka Berlebihan
Berbuka sebaiknya dilakukan bertahap. Awali dengan air putih dan 1–3 butir kurma atau buah, kemudian lanjutkan dengan makanan utama dalam porsi wajar.
Langsung menyantap makanan berat dalam jumlah besar dapat membuat lambung “kaget” setelah kosong seharian. Selain itu, kebiasaan merokok berlebihan saat berbuka juga dapat meningkatkan risiko mual, pusing, hingga gangguan pernapasan.
4. Kurang Serat dan Protein
Menu sahur dan berbuka idealnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, sayur, serta lemak sehat dalam jumlah seimbang. Kurangi gorengan, makanan tinggi gula, makanan pedas, berlemak, bersantan, serta produk ultra proses.
Pola makan yang kurang seimbang dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare dan meningkatkan risiko penyakit dalam jangka panjang.
5. Tidak Disiplin Minum Obat
Bagi yang rutin mengonsumsi obat, jadwal minum perlu disesuaikan. Obat sekali sehari bisa diminum saat sahur atau berbuka. Jika dua kali sehari, dapat dikonsumsi saat berbuka dan sahur. Untuk tiga kali sehari, bisa diatur saat berbuka, tengah malam, dan sahur. Konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian yang tepat.
Selain menjaga pola makan, olahraga ringan seperti jalan kaki setelah berbuka dapat membantu menjaga kebugaran. Hindari olahraga berat di siang hari. Jika mengalami pusing berat, jantung berdebar, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi berat, sebaiknya segera membatalkan puasa dan mencari pertolongan medis.
Baca Juga: Tren Perjalanan Imlek 2026, Lanskap Perjalanan Domestik Makin Terdiversifikasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News